Petisi ditutup

Berikan Pelayanan Layak Untuk Civitas Akademika Berkebutuhan Khusus!

Petisi ini mencapai 500 pendukung


KILAS TENTANG DISABILITAS
            Berdasarkan UU No. 8 Tahun 2016 Pasal 1 Ayat (1) “Penyandang Disabilitas adalah setiap orang yang mengalami keterbatasan fisik, intelektual, mental, dan/atau sensorik dalam jangka waktu lama yang dalam berinteraksi dengan lingkungan dapat mengalami hambatan dan kesulitan untuk berpartisipasi secara penuh dan efektif dengan warga negara lainnya berdasarkan kesamaan hak.” Ragam Penyandang Disabilitas meliputi:
a. Penyandang Disabilitas fisik;
b. Penyandang Disabilitas intelektual;
c. Penyandang Disabilitas mental; dan/atau
d. Penyandang Disabilitas sensorik.
 
BELUM TEREALISASINYA PEMBENTUKAN UNIT LAYANAN DISABILITAS DI PERGURUAN TINGGI
Beberapa bentuk diskriminasi yang dialami penyandang disabilitas dapat dilihat dari kurangnya pemenuhan fasilitas dan akses-akses pendukung bagi penyandang disabilitas di tempat umum, penolakan secara halus maupun keras pada saat melamar pekerjaan, penolakan di bidang pendidikan seperti masih banyaknya sekolah dan perguruan tinggi yang menolak calon murid dan mahasiswa penyandang disabilitas karena dirasa tidak mampu untuk menerima pelajaran yang diberikan.


Berdasarkan UU No. 8 Tahun 2016 Pasal 42 Ayat (3) “Setiap penyelenggara pendidikan tinggi wajib memfasilitasi pembentukan Unit Layanan Disabilitas”. Senyatanya, terdapat 11 Universitas di Kota Palembang tidak memiliki fasilitas unit layanan disabilitas di kampus. Alasan yang dimiliki pun beragam seperti tidak memiliki lahan yang cukup dan tidak memiliki mahasiswa penyandang disabilitas. Dan menurut Pasal 42 Ayat (7) Penyelenggara pendidikan tinggi yang tidak membentuk Unit Layanan Disabilitas dikenai sanksi administratif berupa:
a. teguran tertulis;
b. penghentian kegiatan pendidikan;
c. pembekuan izin penyelenggaraan pendidikan; dan
d. pencabutan izin penyelenggaraan pendidikan


Disisi lain, tidak adanya penyandang disabilitas yang menjadi mahasiswa di perguruan tinggi juga disebabkan dari sistem rekrutmen mahasiswa baru di setiap universitas yang sering kali kita temui sebuah kalimat diformulir pendaftaran calon mahasiswa baru yang menyebutkan “mahasiswa baru tidak memiliki cacat fisik”. Jelas hal ini secara tidak langsung telah menutup kemungkinan bagi penyandang disabilitas untuk mengenyam pendidikan di perguruan tinggi.

Padahal Pelaksanaan dan Pemenuhan hak Penyandang Disabilitas salah satunya harus berasaskan kesamaan kesempatan dan asas kesetaraan. Lantas dimanakah peran pemerintah dalam ketidak adilan ini? Padahal sebagai Eksekutif yakni baik Pemerintah dan Pemerintah Daerah wajib melindungi dan memajukan budaya masyarakat yang menjunjung tinggi nilai kesetaraan hak Penyandang Disabilitas. Tidak dapat dipungkiri bahwa penyandang disabilitas belum mendapatkan perlindungan Hak Asasi Manusia yang maksimal.


Penyandang disabilitas lahir atas kehendak  Allah SWT dan tentunya kalau boleh pilih mereka ingin hidup normal seperti kita, namun Tuhan Yang Maha Esa sudah menggariskan mereka terlahir memiliki kekurangan pada dirinya namun bukan berarti keberadaannya harus ditiadakan, bukan? Para penyandang disabilitas memiliki semuanya, semangat, motivasi, ketrampilan terkecuali keterbatasan yang membatasi dirinya.


Potensi penyandang disabilitas tidak dapat dipandang sebelah mata, mereka berhak atas kesempatan yang sama dengan kita selaku generasi muda. Sebab, kesempatan untuk memajukan bangsa ini adalah hak dan kewajiban seluruh masyarakat khususnya generasi muda di Indonesia. Mereka tidak butuh di kasihani, namun mereka membutuhkan pengakuan atas keberadaan mereka di masyarakat.

Kami dari Asian Law Student Association (ALSA) Local Chapter Universitas Sriwijaya meminta Pemerintah Daerah Provinsi Sumatera Selatan untuk melaksanakan perintah Undang-Undang No.8 tahun 2016 pasal 42 ayat 3 dan turut andil dalam membantu Penyandang Disabilitas untuk mengenyam pendidikan di Perguruan Tinggi dengan memfasilitasi pembentukan Unit Pelayanan Disabilitas di Pendidikan Tinggi.

Ayo sama-sama dukung petisi ini. Dan berikan mereka (Penyandang Disabilitas) kesempatan yang sama untuk mengenyam pendidikan di Perguruan Tinggi!



Hari ini: Asian Law Students' Association Local Chapter Universitas Sriwijaya mengandalkanmu

Asian Law Students' Association Local Chapter Universitas Sriwijaya membutuhkan bantuanmu untuk mengajukan petisi "Berikan Pelayanan Layak Untuk Civitas Akademika Berkebutuhan Khusus!". Bergabunglah dengan Asian Law Students' Association Local Chapter Universitas Sriwijaya dan 499 pendukung lainnya hari ini.