Berikan Jaminan Kesejahteraan kepada para mantan Pejuang Kemerdekaan Republik Indonesia Yang saat ini hidup dalam kondisi Terlantar !

0 telah menandatangani. Mari kita ke 100.


Komunitas Cinta Pejuang Indonesia (KCPI) adalah Komunitas Penggiat sejarah Perjuangan bangsa dan sahabat Para pejuang Indonesia yang mengungkap fakta menarik dibalik setiap kisah heroik para pejuang bangsa Indonesia dengan cara yang berbeda. Komunitas ini mulai diperkenalkan kepada masyarakat pada tanggal 25 November tahun 2011. Komunitas kami mempunyai beberapa tujuan/Misi, diantaranya yaitu berusaha mengungkap kembali fakta menarik tentang sejarah perjuangan Bangsa Indonesia. Informasi yang kami dapatkan tersebut terutama berasal dari Riset pribadi dan penuturan langsung para tokoh pejuang yang masih hidup. Namun jika tokoh pejuang tersebut sudah wafat, maka kami berusaha mendapatkan informasi akurat lain nya yang berasal dari keluarga atau Rekan seperjuangan yang masih hidup.

Para Anggota dan Pengurus Di Komunitas ini saling berbagi informasi tentang berbagai hal yang menarik dan diminati dalam hal sejarah, terutama sejarah para para Pejuang yang mengalami Suasana pertempuran pada era sebelum perang Kemerdekaan hingga berakhirnya perang kemerdekaan Republik Indonesia (antara tahun 1940 s.d tahun 1955). dengan terbentuknya Komunitas Cinta Pejuang Indonesia (KCPI), kami mengharapkan agar para pemuda Indonesia pada saat ini, hingga generasi dimasa yang akan datang dapat terus mengingat dan mempelajari sejarah perjuangan bangsa Indonesia serta tetap menghormati, menghargai jasa para pahlawan.

Awal terbentuknya gagasan pendirian komunitas ini adalah ketika kami melihat kenyataan di Negara ini bahwa, banyak komunitas khususnya di Jakarta yang kami perhatikan kurang mengangkat jiwa nasionalisme ke indonesiaan secara utuh. Beberapa dari komunitas tersebut terlihat hanya menampilkan kebanggaan sebatas atribut atau seragam yang mereka gunakan saja. kami menilai hal tersebut seperinya tidak menyentuh jiwa nasionalisme Indonesia yang faktanya memang sudah mulai berkurang pada saat ini.

Komunitas kami tertarik dengan keberadaan para mantan pejuang di Indonesia, terutama adalah mantan pejuang yang berasal dari kalangan rakyat. Mereka pada saat itu secara suka rela telah ikut serta berjuang mengorbankan jiwa raga dalam melawan penjajah. Namun Ketika perang berakhir, hanya sebagian kecil saja dari mereka yang tetap meneruskan karirnya di bidang militer yang pada akhirnya mendapatkan hak berupa tunjangan hidup bahkan penghargaan dari pemerintah Indonesia. Namun, sebagian besar lagi dari mereka kembali menjadi rakyat biasa. Mereka para mantan pejuang tersebut ada yang menjadi petani, nelayan, guru, pegawai, dan lain sebagainya.

Bagi para pejuang yang menjalankan hidupnya sebagai seorang veteran di indonesia, setidaknya mereka masih mendapatkan apa yang menjadi hak mereka sebagai tanda penghargaan atas jasa-jasanya ikut serta mempertahankan Negara ini. Sedangkan bagi para pejuang yang sama, tapi yang tidak meneruskan karir di bidang militer, pada saat usia mereka saat ini, terutama sejak masa pemerintahan orde lama yang di pimpin oleh Presiden Soeharto sudah tidak pernah lagi mendapatkan perhatian yang serius terutama dari pemerintah Indonesia, dalam hal ini terutama lembaga yang bergerak di bidang sosial.

Kesenjangan sosial yang berbeda antara para Veteran dan para mantan pejuang dari kalangan rakyat tersebut, tampak terlihat jelas apabila kita melihat langsung kenyataan hidup mereka saat ini. Di kota besar seperti Jakarta, banyak diketahui lewat media cetak maupun elektronik hingga media online yang memberitakan kondisi mereka saat ini. Mereka para pejuang yang dulu pernah berjasa membela Negara ini memang tak pernah berharap untuk mendapatkan balas jasa, pada saat ini mereka sulit menjalani hidup karena tidak mendapat jaminan apapun dari lembaga terkait. Mereka dengan terpaksa tetap menjalani sisa hidup dan mencari nafkah dengan cara yang membuat kami tersentuh. Mereka, para mantan pejuang tersebut, ada yang mencari nafkah sebagai penjaga pintu kereta api, pengamen, penarik becak, tukang parkir, tukang angkut di pasar-pasar, buruh tani, tukang tambal ban, tukang sol sepatu, bahkan pernah di laporkan masyarakat kepada kami, bahwa beberapa dari mereka ada yang mengharapkan bantuan dari masyarakat dengan cara meminta sumbangan (mengemis) dari pintu kepintu hanya untuk biaya makan setiap hari, dll.

Untuk itulah kami tergerak untuk membentuk suatu komunitas, yang kegiatan utamanya adalah sebagai media penghubung antara mereka, para mantan pejuang yang tidak mendapat perhatian, dengan masyarakat dan lembaga terkait, kami berharap agar ada semacam bantuan baik moril maupun materil yang dapat diberikan kepada mereka. harapan kami adalah pemberian ini nantinya akan berfungsi sebagai bentuk kepedulian sosial dan upaya menghibur masa-masa tua mereka. Meskipun kita semua memahami, Mereka para mantan pejuang tersebut tidak pernah mengharapkan penghargaan apapun. Tapi, justru kita lah yang seharusnya memberikan pengakuan dan perhatian pada mereka. Harapan kami semoga dengan terhiburnya mereka, ada ucapan, doa, dan rasa ikhlas yang mereka berikan kepada rakyat saat ini agar negeri ini kembali menjadi negara yang besar. Karena bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai para pahlawan.