Meliyanti Pejuang Demokrasi Harus Mendapatkan Keadilan!!

0 telah menandatangani. Mari kita ke 200.


Meliyanti Kecewa, Kasus Money Politics yang Dilaporkannya Ditolak Bawaslu Kabupaten Bintan.

Meliyanti (17), seorang mahasiswi Bintan Turism Institute (BTI), tak dapat menahan emosinya ketika mendengar putusan Bawaslu Kabupaten Bintan yang menolak melanjutkan laporannya tentang money politics yang dilakukan oleh Calon Bupati Bintan, Apri Sujadi di Rumah Makan Bu Yanti di Kijang, Bintan Timur, Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau, Sabtu (21/11/2020).

Bagaimana tidak, barang bukti berupa uang, foto, rekaman suara dan video yang diserahkannya ke Bawaslu Kabupaten Bintan, Jumat (27/11/2020), tidak menjadi pertimbangan sama sekali dalam pengambilan keputusan Bawaslu Kabupaten Bintan tersebut.

"Jujur, saya sangat kecewa dengan putusan ini. Bukti apa lagi yang kurang? Foto bagi - bagi uang ada, rekaman suara dan video ada, amplop berisi uang ada. Saksi yang menerima uang ada 7 orang," ungkap Meliyanti.

Kekecewaan Meliyanti bukan hanya karena putusan Bawaslu Kabupaten Bintan yang menolak melanjutkan laporannya. Tapi, tindakan perampasan dan penghapusan foto - foto di galery handphone-nya oleh oknum aparat kepolisian, pengawal pribadi calon Bupati Bintan, Apri Sujadi, sangat melukai hatinya.Keadilan sungguh tidak berpihak padanya, sebagai masyarakat umum yang menginginkan negeri bersih dari praktik-praktik curang seperti ini pupus seketika. Wajah pemimpin yang tidak koruptif, mengayomi dan mampu melindungi hak-hak masyarakat hanya menjadi impian Meliyanti.

Karena itu, mari kita dukung perjuangan Meliyanti untuk menegakkan demokrasi di Kabupaten Bintan, Indonesia umumnya.