BUBARKAN FINTECH/PINJAMAN ONLINE ILLEGAL KARENA BANYAK MEMAKAN KORBAN TERUTAMA IBU2

0 telah menandatangani. Mari kita ke 100.


Meminjam uang di Fintech (Financial Technology) yg sangat mudah&gampang menjadi trend di masyarakat kita saat ini yang baru melek technology Hand phone. Dengan bekal foto diri & KTP didada dalam hitungan detik pinjam 1 Juta langsung cair 600-700 Rb namun dalam 7-14 hari kedepan menjadi 2x lipat tagihannya. Warga masyarakat awam yg tidak paham aturan main tiba2 terkejut karena semua nama2 yg ada di HP telah di "colong oleh Fintech" bahkan file2 memory pribadi disedot semua. Hal ini diketahui adanya tagihan yg selalu "Salah Sasaran" yg bukan peminjam namun "Tagihan Brutal" Langsung diarahkan ke keluarga, teman dekat, kenalan, bahkan atasan tempat bekerja. Yg menurut hukum tidak ada kaitan sama sekali. Bahkan ancaman suruh jual diri, suruh jual organ tubuh, kata2 kasar tidak senonoh (bangsat, anjing, bedebah dll) sudah menjadi sarapan pagi bagi kami komunitas peminjam Online. Akibat malu pnya hutang 1 jt ditagih&dicemarkan nama baiknya bahkan ada warga yg bunuh diri di Jakarta&Jogyakarta karena diancam&dipermalukan. Untuk mencegah semakin banyaknya korban PINJOL/Fintech yg marak di masyarakat, maka sudah selayaknya pemangku kepentingan MEMBUBARKAN FINTECH LEGAL MAUPUN ILLEGAL. Karena tidak cocok bagi kepribadian bangsa kita disamping dr segi Agama Islam adalah "RIBA" yg dosanya 36x dari pada zinah biasa. Kami mohon dengan segala hormat agar pemerintah menertibkan bahkan membubarkan perusahaan fintech peer to peer atau pinjaman online yang selama ini berkembang di IndonesiaIndonesia agar masyarakat Indonesia tidak terlilit hutang yang membabi buta dengan bunga melebihi rentenir alias LINTAH DARAT. 

Hormat kami koordinator Korban PINJOL se Jawa Tengah *I GEDE SUKADENAWA PUTRA. SH*