Meminta Pemerintah dalam hal Fasilitas sirkuit khusus cabor Drifting Di Indonesia

0 telah menandatangani. Mari kita ke 1.500.


Perkenalkan Nama Saya, Muhammad Fairuzandri, Di sini Saya hanya mewakili suara-suara para Atlet Olahraga Otomotif untuk Meminta pembangunan fasilitas berupa sirkuit khusus drifting, terutama Atlet Cabang Olahraga Otomotif, yaitu Drifting. Sebelumnya, Saya jelaskan sedikit apa itu Drifting:

Drifting tumbuh di Jepang sekitar pertengahan tahun 1960-an, dipelopori kalangan pecinta balap yang dijuluki rolling zoku.

Mereka mengadaptasi teknik opposite-lock dari balap rally di jalan pegunungan yang berkelok-kelok dan beraspal licin di wilayah Rokkosan, Hakone, Irohazaka dan Nagano.

Drifting sendiri adalah sebuah teknik menyetir dan nama cabang olahraga balap mobil yang memperlombakan pemakaian teknik tersebut.

Drifting memerlukan ketangkasan dalam mengatur pengereman dan ketangkasan mengemudi agar mobil dapat meluncur lebih lama. Drifting hanya dapat dilakukan dengan mobil berpenggerak roda belakang serta dengan upgrade mobil yang optimal.

Pada tahun 1970-an, Kunimitsu Takahashi, yang merupakan pembalap F1 legenda Jepang, mendapatkan inspirasi ketika ia mencoba bagian depan mobilnya mengikuti apex (titik paling pinggir dari sebuah tikungan) dengan kecepatan tinggi dan menggunakan rem tangan untuk mengikuti tikungan itu.

Keiichi Tsuchiya langsung tertarik dengan teknik drifting. Tsuchiya terus berlatih drifting di jalan-jalan pegunungan di Jepang sehingga dijuluki Dorikin alias Drift King.

Pada tahun 1987, para modifikator setuju untuk merekam Tsuchiya saat drifting dan mempopulerkannya. Video tersebut menjadi hits dan membuat banyak insan tertarik. Hal ini didukung pula dengan popularitas komik “Initial D”.

Pada tahun 2001, Daijiro Inada (Tokyo Auto Salon) bersama Keiichi “Dorikin” (Raja Drifting) Tsuchiya membuat seri kompetisi drifting profesional, D1 Grand Prix (D1 GP).

Dalam kompetisi, pengemudi berusaha untuk membuat agar mobilnya berada dalam posisi miring dan meluncur selama mungkin.

Semenjak saat itu, olahraga drifting semakin menjamur. Namun Fédération Internationale de l'Automobile atau FIA, badan yang membawahi kegiatan olahraga balap internasional, tidak mengakui drifting sebagai olahraga balap profesional. (https://www.otosia.com/berita/sejarah-awal-cabang-balap-drifting.html

Walaupun Tidak Diakui oleh FIA, Tapi saya melihat prestasi pembalap drifter bisa disetarakan dengan dengan pembalap Formula 1 dan juga pembalap MotoGP.

Seperti Yang kita ketahui sebelumnya, pada hari Jumat lalu, Tanggal 07 September 2018 tepatnya di Simpang Pusdai, Bandung, ada sebuah Kecelakaan akibat Drifting. Sekian banyak akun jejaring sosial yang men-share video tersebut dan semakin Banyak para netizen yang berkomentar pedas. Memang itu salah melakukan aksi drifting di jalan umum, Tapi saya melihat mereka tidaklah sepenuhnya salah. Kenapa saya berkata demikian..??? Karena fasilitas yang kurang memadai. Mereka Terpaksa Melakukan itu karena fasilitas yang Khusus untuk Drifting tidak ada di Indonesia, terutama di Kota Bandung. Netizen yang Lain memberikan solusi beberapa tempat di Bandung untuk melakukan Latihan Drifting, Seperti Di Arcamanik Sport Center, Lapangan GBLA, Lapangan Brigif, dan Lanud Husein. Saya mencoba melihat dari sisi pandang saya pribadi. Apabila hanya untuk latihan, bagi saya sangat tidak memungkinkan, contoh, Lapangan Brigif dan Lanud Husein adalah Markas TNI, Tidak Mungkin semua orang bisa masuk kecuali Event besar. Sementara GBLA dan Arcamanik Sport Center, harus memerlukan proposal dan juga sponsor. Yang saya lihat adalah, mereka hanya ingin tempat untuk melakukan latihan drifting tanpa harus memikirkan proposal dan juga sponsor. Maka dari itu dasar saya membuat petisi ini untuk meminta Pemerintah Republik Indonesia mengadakan fasilitas yaitu berupa sirkuit khusus drifting dengan tujuan mengembangkan bakat dan minat mereka yang hobby dengan drifting, serta mencegah aksi drifting di jalanan umum yang membuat diri mereka dan orang lain celaka. Dan, saya berharap walaupun cabang olahraga Drifting ini tidak diakui di dunia, paling tidak diakui di Negeri Sendiri, karena Prestasi mereka sebagai drifter sangat membanggakan dan terbukti mereka sudah mengharumkan nama Indonesia dikancah internasional.

Selain itu, saya berharap sirkuit khusus untuk drifting ini tidak hanya dibangun di kota bandung saja, melainkan di seluruh Indonesia, Dari Sabang sampai Merauke, Dari Miangas Sampai Rote. Sekedar informasi, pada tanggal 28 -29 September 2018 akan diadakan oleh Intersport di kota Bandung, bagi yang sudah melihat petisi ini alangkah baiknya melihat putra bangsa yang sangat membanggakan ini.

 

 

Demikian isi petisi dari saya, mohon maaf apabila ada kata - kata yang tertulis kurang berkenan baik disengaja maupun tidak disengaja, dan saya juga meminta maaf apabila ini adalah petisi saya pertama kali. 

 

 

Petisi ini saya Tujukan Kepada : 

Presiden Republik Indonesia :

Bapak Ir. H. Joko Widodo

Menteri Pemuda dan Olahraga :

Bapak Dr. H. Imam Nahrawi, S.Ag., M.KP.

Ketua KONI Pusat :

Bapak Mayjend TNI (Purn.) Valentinus Suhartono Suratman (Tono Suratman)

Ketua Umum IMI (Ikatan Motor Indonesia) :

Bapak Sadikin Aksa

Dan, 

seluruh Gubernur dan Walikota / Bupati seluruh kota / kabupaten di Indonesia.



Hari ini: Muhammad mengandalkanmu

Muhammad Fairuzandri membutuhkan bantuanmu untuk mengajukan petisi "Bapak Presiden Republik Indonesia: Menuntut Pemerintah dalam hal Fasilitas Cabor Drifting Di Indonesia". Bergabunglah dengan Muhammad dan 1.038 pendukung lainnya hari ini.