Kebijakan Perpanjangan Beasiswa BUDI DN 2016 oleh LPDP

0 telah menandatangani. Mari kita ke 500.


Kepada:
Yth. Bapak Presiden Republik Indonesia Ir. H. Joko Widodo
Ibu Menteri Keuangan
Sri Mulyani Indrawati, SE MSc Ph.D
Bapak Menteri Ristekdikti Prof. H. Mohamad Nasir, Ph.D Ak.
Bapak Dirjen Sumber Daya Ristekdikti Prof. dr. Ali Gufron Mukhti, MSc Ph.D.
Bapak Plt Direktur Utama LPDP Rionald Silaban
Bapak dan Ibu Anggota Komisi X DPR RI Sumber Daya Pendidikan Tinggi


Assalamualaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh, Salam sejahatera bagi kita semua.
Kami doakan Bapak dan Ibu selalu dalam lindungan Tuhan Yang Maha Esa dalam melaksanakan tugas demi NKRI.

Dengan Hormat,
Kami adalah mahasiswa pasca sarjana program S3 yang merupakan Dosen Indonesia yang sedang melaksanakan tugas belajar di universitas yang tersebar di seluruh Indonesia dan penerima beasiswa BUDI DN angkatan tahun 2016 yang tidak menerima perpanjangan kontrak beasiswa masa studi tahun ke 4.

Berkaitan dengan telah dikeluarkan surat edaran No. SE-1 / LPDP / 2019 pada tanggal 11 Januari 2019. Mengenai syarat perpanjangan masa studi penerimaan beasiswa unggulan dosen Indonesia program doktoral di dalam negeri yang memulai perkuliahan tahun 2016. Kami merasa perlu untuk menuntut kejelasan mengenai beberapa hal :
1. Pada kontrak awal disebutkan bahwa masa studi S3 adalah selama 36 bulan sebelum dilakukan evaluasi perpanjangan masa studi, tetapi penetapan batas perpanjangan masa studi diputus secara sepihak pada awal semester 6 tepatnya pada bulan ke 32 masa studi berjalan, yang artinya belum waktunya dalam menetapkan pemutusan masa studi.
2. Dari awal pembekalan penerima beasiswa BUDI DN angkatan 2016 tidak ada informasi yang valid dan terbuka mengenai sistem, tata cara dan peringatan resmi mengenai penentuan batasan masa studi hingga secara tiba-tiba terbit surat edaran SE-1/LPDP/2019.
3. Point F No. 3 SE-1/LPDP/2019 yang berbunyi : Bagi yang belum lulus ujian proposal disertasi pada selambat lambatnya 28 Februari 2019 maka LPDP akan melakukan komunikasi dengan promotor dan pihak universitas. LPDP akan meminta dokumen dukungan kepada penerima beasiswa jika diperlukan.
Point tersebut diabaikan, hal ini terbukti, LPDP melaksanakan monev dengan Universitas terkait pada bulan April 2019, tetapi batasan waktu masa studi yang ditetapkan justru pada bulan Maret 2019, bukan setelah dilaksanakannya monev (setelah bulan april 2019).

Setelah adanya pengumuman pemutusan kontrak, berbagai cara telah kami lakukan untuk mencoba melakukan komunikasi dengan pihak LPDP, tetapi kami merasa di abaikan dan tidak dihargai karena tidak diberi kesempatan sama sekali mendapatkan penjelasan dan pengajuan permohonan untuk memenuhi persyaratan seperti yang dimaksud hingga bulan ke 36 masa studi sesuai dengan kontrak awal.

Di satu sisi dosen dituntut untuk menempuh pendidikan S-3, namun di sisi lain Pemerintah memangkas anggaran dan fasilitas pendidikan dosen yang sudah berlaku seperti tahun-tahun sebelumnya. Bagi kami, kuliah dengan biaya mandiri tidak semua mampu. Berbagai faktor penyebabnya. Salah satu di antaranya, gaji yang masih di bawah standar sebagai lulusan S-2 yang mengajar di berbagai Perguruan Tinggi. Belum lagi tuntutan kuliah yang membutuhkan biaya besar. Sebagian besar dari kami berasal dari daerah, meninggalkan keluarga demi menempuh jalur pendidian S-3. Apalagi kebutuhan riset dan UKT yang sangat besar pada tahun ke 4 sangat berat kami pikul apabila kami tidak di sokong dan di dukung oleh beasiswa. Kenyataan ini membuat kami sangat terpukul dan hampir putus asa untuk melanjutkan studi.

Oleh karena itu, kami menyatakan sikap dan menuntut adanya perpanjangan beasiswa BUDI DN masa studi tahun ke 4 bagi semua mahasiswa S-3 angkatan 2016 yang sudah dinyatakan tidak menerima perpanjangan masa studi dari BUDI DN LPDP.

Besar harapan kami agar permasalahan dapat diselesaikan secara bijak dan mengharapkan langkah solutifnya. Akhirnya, kami mengucapkan terima kasih atas perhatian Bapak/Ibu. Semoga Tuhan Yang Maha Kuasa merahmati kita semua.

Wasalamu alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Salam dan hormat kami,
Aliansi Dosen Indonesia