Petition Closed
Petitioning Walikota Depok Bapak DR. IR. Nur Mahmudi Ismail and 1 other

Bapak Nur Mahmudi Ismail Walikota Depok, Jangan Biarkan Ratusan Anak SD Diusir dari Sekolah! #izinkankamisekolah

1,224
Supporters

“Tolooong.. Jangan Tutup Sekolah Kami...!!”

Itulah jerit dan tangis anak-anak SD ketika mendadak diusir paksa karena sekolahnya disegel pemilik lahan. Agar anak-anak itu bisa kembali belajar dengan tenang, Pemerintah Kota Depok harus segera membayar lahan tersebut.

Ada 1000an anak yang tidak bisa belajar dengan tenang karena selama berhari-hari SD Negeri Leuwinanggung Tapos Depok disegel orang-orang yang mengaku sebagai pemiliknya dengan rantai dan palang kayu atau bambu pada 18 Juni lalu. 3 SDN lainnya pun terancam mengalami hal serupa yaitu disegel

Setelah mencoba diajak berbicara, ternyata mereka adalah keluarga pemilik lahan, yang pada tahun 1976 dipinjamkan ke pemerintah untuk kantor kelurahan dan 4 SD. Menurut mereka, pemerintah tidak  memenuhi pembayaran sejak tahun 1980an hingga sekarang.

Untuk sementara, pemilik lahan membuka kembali segel, namun ini sementara, karena ganti rugi belum juga diselesaikan oleh Pemerintahan Kota Depok sehingga sewaktu-waktu penyegelan SD-SD tersebut bisa terjadi lagi.

Satu-satunya yang bisa membuat anak-anak ini pasti bersekolah adalah Pemkot Depok, khususnya Walikota, Pak Nur Mahmudi Ismail, agar segera menuntaskan pembayaran lahan ini. Tidak lagi ditunda-tunda seperti yang sudah terjadi berpuluh-puluh tahun.

Jika kita tidak bersuara bersama untuk meminta Walikota Depok memenuhi hak keluarga pemilik tanah maka kemungkinan sekolah akan disegel atau ditutup kembali. Anak-anak pun terancam tak bisa sekolah lagi, anak-anak akan menangis lagi dan hilanglah keceriaan mereka.

Jika ribuan dari kita bersuara mudah-mudahan Pemkot Depok segera menyelesaikan pembayaran lahan tersebut sehingga sekolah akan dibuka seterusnya dan anak-anak bisa belajar lagi dengan tenang, tanpa gangguan, apalagi ancaman.

 

Sumber Foto: Kompas Image / Andy Riza Hidayat

Letter to
Walikota Depok Bapak DR. IR. Nur Mahmudi Ismail
Pemerintah Kota Depok
Bapak Nur Mahmudi Ismail yang saya hormati,

Surat petisi ini saya sampaikan dengan niat baik agar Bapak dapat mengambil langkah segera sehubungan dengan peristiwa penyegelan sekolah dasar di Leuwinanggung. Berikut ini adalah sepenggal cerita dan harapan kami kepada Bapak Walikota Depok:

“Tolooong.. Jangan Tutup Sekolah Kami...!!”

Itulah jerit dan tangis anak-anak SD ketika mendadak diusir paksa karena sekolahnya disegel pemilik lahan. Agar anak-anak itu bisa kembali belajar dengan tenang, Bapak Nur Mahmudi kami harapkan segera menggunakan wewenang untuk memastikan agar Pemerintah Kota Depok segera membayar lahan tersebut.

Kita tentu ingin anak-anak sekolah dasar di sana dapat belajar di sekolah dengan baik, tenang dan tanpa gangguan.

Anak saya, Ansharsyah Geuvarra, 10 th, adalah satu diantara 1000an anak yang tak bisa tenang belajar selama berhari-hari. Sekolah Anshar, SD Negeri I, dan tiga sekolah dasar lainnya di Leuwinanggung Tapos Depok disegel orang-orang yang mengaku pemiliknya, 18 Juni lalu.

Setelah coba berbicara, ternyata mereka adalah keluarga pemilik lahan, yang pada tahun 1976 meminjamkan lahannya ke pemerintah untuk kantor kelurahan dan 4 SD. Menurut mereka, pemerintah tidak memenuhi pembayaran sejak tahun 1980an hingga sekarang.

Untuk sementara, pemilik lahan membuka kembali segel, namun ini sementara, karena ganti rugi belum juga diselesaikan oleh Pemerintahan Kota Depok.

Satu-satunya yang bisa membuat masa depan anak-anak ini pasti bersekolah adalah Pemerintah Kota Depok, khususnya Bapak Nur Mahmudi Ismail sebagai Walikota Depok, agar segera menuntaskan pembayaran lahan ini.

Demikian surat petisi ini, semoga mendapat tanggapan positif.

Terima kasih atas perhatian dan kerjasamanya.

----------------