Tolak megaproyek geothermal digunung prakasak, desa batukuwung, kec.padarincang

0 telah menandatangani. Mari kita ke 1.000.


Assalamu'alaikum..

Kami warga masyarakat padarincang, kabupaten serang, provinsi banten, yg tergabung dalam suatu wadah gerakan masyarakat, bernama SAPAR, yakni SYARIKAT PERGERAKAN RAKYAT, menolak keras mega proyek GEOTHERMAL didaerah kami, tepatnya terletak di gunung prakasak, desa batukuwung, kecamatan padarincang, dimana daerah kami adalah gugus bukit yg padat penduduk, kurang dihuni kurang lebih 250 rb jiwa, memiliki areal persawahan produktif yg terhampar sekitar 4000 ha, dan hutan rakyat produktif yg sangat luas, juga hutan lindung sebagai paru bumi kabupatemn dan kota serang, yg sangat kurang dr standar luas nya paru paru bumi ini, karena gunung dan bukit inilah daerah kami kaya akan sumber daya air, menawan dan eksotis, memiliki musim panen 3 kali dalam setahun, dan memiliki tata ruang daerah  sebagai KAWASAN AGRO WISATA,  sekarang daerah kami terancam dg akan dilakukannya mega proyek geothermal ini, yang sudah dimulai pada tahun 2017 silam, dan berhasil kami hentikan sementara satu tahun silam jelang romadhon 2018 karena akan mengancam kelestarian alam kami, dan mengancam penduduk pribumi utk tergusur kedepannya, mengancam wilayah pertanian produktif mata pencaharian utama warga, juga ekosisitem, kultur dan budaya, juga agama, serta memicu konflik horizontal diantara kami, tokoh masyarakat dan tokoh agama. 

Memang energi panas bumi ini adalah CLEAN ENERGI dibanding energi fosil, tp cclean energi ini tidak serta merta clean dalam proses eksploitasinya, karena yg dikejar adalah daerah RING OF FIRE, yg cenderung daerah labil dan rawan gempa, dan sangat riskan utk daerah padat penduduk, terlebih limbah dr sisa injeksi yg mengandung lithium yg akan mencemari air permukaan yg mengalir kesawah dan perumahan warga, dan juga mengancam ketersediaan air permukaan, karena butuh air yg sangat banyak utk menginjeksi sumur magma agar menghasilkan uap yg akan menggerakan turbinnya, oleh karena itu kami dari SAPAR telah menghitung dari semua aspek,  baik aspek ekonomi, kultur, sosial, budaya dan agama, sama sekali tidak menguntungkan kami warga padarincang, dan kami sebagai bagian dari rakyat Negara Kesatuan Republik indonesia yg Sumber Daya Alamnya akan diperkosa dan bukan demi kemakmuran kami..  Dan mega proyek ini dilakukan di areal hutan lindung, yg saat ini ada riak riak akan dimulai kembali, dan kami dari SAPAR akan tetap menolak keras, oleh karenya kami butuh dukunfan dr kawan yg peduli dan organisasi yg kompeten utk mendukung kami dalam penolakan ini, wassalamU'alaikum warohmatullaahi wabarokaatuh...salam SAPAR