KEPADA BANK INDONESIA TETAPKAN PENGGUNAAN PIN PADA KARTU KREDIT DAN HAPUSKAN TANDA TANGAN

0 telah menandatangani. Mari kita ke 100.


Kartu kredit merupakan salah satu alat pembayaran yang sah digunakan di Indonesia dan negara lain di dunia.

Kartu kredit digunakan dengan cara nasabah dapat melakukan transaksi terlebih dahulu dan nantinya di tanggal tertentu nasabah membayarkan pembelanjaan tersebut kepada pihak bank yang sudah membayarkan ke merchant terlebih dahulu.

Penggunaan transaksi menggunakan kartu kredit sebelumnya diharuskan nasabah membubuhkan tanda tangannya di kerta bukti transaksi kartu kredit.

Namun beberapa tahun terakhir Bank Indonesia mulai menerapkan penggunaan PIN pada transaksi kartu kredit.

Hal ini disebabkan banyaknya penyalahgunaan transaksi kartu kredit.

Kerap kali kartu kredit yang dicuri dapat digunakan oleh pelaku pencurian dengan hanya menggunakan tanda tangan.

Dengan adanya penggunaan PIN pada transaksi kartu kredit, penggunaanya pun semakin diperketat.

Namun tak hanya itu pihak Bank pastinya melakukan kerja sama dengan merchant (toko).

Ketika menyetujui peletakkan mesin EDC di satu merchant, pihak Bank meminta kepada merchant untuk memastikan bahwa mereka melakukan verifikasi apakah yang bertansaksi adalah pemilik yang sah.

Namun kebijakan Bank Indonesia kini tidak kunjung di sah kan.

Penggunaan PIN pada transaksi kartu kredit, masih di berlaku juga penggunaan tanda tangan.

Sehingga beberapa waktu yang lalu orangtua saya tertimpa musibah.

Orangtua saya dihipnotis di bus Transjakarta dan dompetnya dicuri.

Pelaku pun menggunakan beberapa kartu kredit orangtua saya untuk membeli ponsel sebanyak 5 (buah).

Nominalnya tidak sedikit, pelaku menggunakan beberapa kartu kredit dengan total nominal Rp 64 juta.

Tentu nominal sebesar itu tidak sanggup dilunaskan orangtua saya. Namun pihak Bank terlihat tidak peduli dengan musibah tersebut.

Pihak Bank hanya menyalahkan nasabah karena tidak menjaga kartu kredit dengan baik.

Ada Bank yang memberikan keringanan 50% namun dirasa itu masih besar dan malah harus dibayar dengan cepat.

Saya harap Bank Indonesia dan OJK memiliki ketegasan lagi untuk membuat aturan.

Jangan menjadi membebankan nasabah dan tidak memberikan perlindungan apa-apa disaat nasabah mengalami musibah seperti ini.

Dengan ditegaskannya penggunaan PIN saat transaksi kartu kredit, tentunya memberikan proteksi lebih lagi bagi pengguna kartu kredit.

Saya adalah satu dari banyak korban penyalahgunaan kartu kredit. Hingga sekarang saya bingung bagaimana membayarnya.

Jakarta, 28 Januari 2019