Bank Bukopin Hilangkan Dana Deposito NASABAH dan Belum Mengembalikan

0 telah menandatangani. Mari kita ke 500.


“Bank bukopin hilangkan dana deposito nasabah”

Bank Bukopin sampai hari ini tidak mau bertanggung jawab atas hilangnya uang deposito puluhan nasabah di Balikpapan yang mencapai lebih dari 100 milyar rupiah.
Kasus ini terbongkar pada awal februari 2020 saat deposito nasabah yang jatuh tempo ternyata tidak bisa dicairkan dan bank Bukopin berdalih bahwa dana nya telah diambil oleh karyawannya (pimpinan cabang & account officer) dan tidak masuk dalam sistem Bukopin.
Padahal dalam print out tiap rekening koran nasabah jelas tercatat ada dananya masuk di rekening mereka dan transaksinya juga dilakukan didalam kantor Bank Bukopin Balikpapan.

Kasus ini jelas menunjukkan cacat/ lemah/bobroknya sistem pada Bank Bukopin, yang mana dana nasabah begitu mudahnya dipindahkan/dikeluarkan dari rekening oleh orang dalam (pimpinan & karyawannya) tanpa sepengetahuan & tanpa konfirmasi ke nasabah yang bersangkutan. Tentunya ini sudah menyalahi prosedur SOP perbankan. Dan ini sudah berjalan beberapa tahun terakhir. Namun Bank Bukopin tetap masih tidak mau bertanggung jawab, malah mencari alasan: diambil karyawannya dan mengorbankan puluhan nasabah dengan bilang uang mereka telah hilang

Puluhan Nasabah yang menjadi korban tersebut selama ini mempercayakan dana simpanan mereka karena nama/ kepercayaan kepada institusi perbankannya, bukan kepada karyawan bank nya.
Dan tidak mungkin ada masyarakat yang mau menyimpan uang mereka di suatu bank untuk kemudian hilang diambil oleh pimpinan & karyawan bank tersebut, lalu bank nya lepas tangan & sesukanya bilang uang nasabah sudah tidak ada sama mereka karena sudah diambil oleh oknum karyawannya.
Hal inilah yang terjadi sekarang di bank Bukopin Balikpapan.

Dan entah bagaimana ‘hebatnya’ Bank Bukopin membuat laporan audit berkala ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sehingga tidak ketahuan selama ini.

Banyak yg mantan pegawai/ pensiunan yang menyimpan uang pesangon hasil kerja puluhan tahun mereka di bank Bukopin dan menggantungkan hidup mereka dari hasil bunga deposito tsb setiap bulannya. Namun saat ini semuanya bingung & menjerit karena sudah tidak menerima hasil dari simpanan mereka bahkan dibilang sudah hilang.

Sudah 3 bulan ini korban Bank Bukopin diombang ambing atas nasib dana mereka di Bank Bukopin. Para korban juga sudah melaporkan hal ini ke OJK propinsi di Samarinda dan OJK Pusat di Jakarta namun belum ada tindakan lebih lanjut dari pihak OJK selaku Regulator & badan yang berwenang mengawasi bank.

Petisi ini kami buat untuk diketahui semua masyarakat Indonesia dengan harapan agar Bank Bukopin mau bertanggung jawab & mengembalikan dana korban nasabah, jika tidak maka mohon OJK/ Depkeu/ Pemerintah melakukan tugas & wewenangnya untuk mengambil tindakan/ menjatuhkan sanksi, skorsing bahkan jika perlu mencabut ijin bank Bukopin karena telah mempermalukan dan merusak kepercayaan pemerintah yg diberikan; yg mana sebagai lembaga perbankan seharusnya dipercayai menyimpan dana masyarakat namun ini malah menghilangkannya.

Kasus bank bukopin memberikan contoh yang sangat tidak baik dan membuat kepercayaan masyarakat menurun utk menyimpan uangnya di bank lagi. Bantu kami dengan menandatangani petisi ini, agar tidak ada lagi nasabah-nasabah Bank di Indonesia yang mengalami hal seperti ini di masa mendatang.


Berikut adalah beberapa link media atas kasus bank Bukopin ini =

https://diswaykaltim.com/2020/02/25/polisi-diminta-kembangkan-penyidikan-kasus-bukopin/

https://diswaykaltim.com/2020/02/21/bank-bukopin-belum-beri-kepastian-roy-nirwan-ngotot-minta-dicairkan/

https://youtu.be/YbTuPwTWqgg

https://youtu.be/SI58iswKoI4