Petisi ditutup

Cabut kembali penghargaan Menkeu untuk Industri Rokok

Petisi ini mencapai 22.970 pendukung


Baru-baru ini Menkeu RI memberikan penghargaan kepada empat industri rokok karena dianggap berjasa dalam meningkatkan pendapatan cukai rokok di atas target.

Penghargaan itu terkesan aneh atau tidak wajar karena:

1.     Yang membayar cukai rokok adalah konsumen rokok tersebut, bukan Industri Rokok. Perokok membeli rokok dengan harga dasar ditambah cukai (terdapat pita cukai yang menempel di bungkus rokok).

2.     Cukai tidak pernah masuk ke dalam struktur biaya produksi rokok yang dibebankan kepada industri rokok sehingga sangat tidak layak seandainya penghargaan diberikan atas jasa industri rokok sebagai PEMBAYAR CUKAI TERBESAR.

3.     Rokok adalah racun dan memiskinkan rakyat Indonesia. Rokok adalah penyumbang terbesar kemiskinan di Indonesia (Badan Pusat Statistik). Tidak seharusnya industri yang menghasilkan racun dan meracuni masyarakat mendapatkan penghargaan.

4.     Di Indonesia, banyak rakyat miskin yang tidak mengetahui bahaya yang ada pada rokok. Ironisnya adalah, Industri rokok memanfaatkan ketidaktahuan rakyat miskin untuk memperkaya diri mereka. Industri rokok mengetahui bahwa produknya bersifat racun berbahaya bagi konsumennya dan juga bersifat adiktif. Mereka dapat menjadi kaya karena memanfaatkan kebodohan konsumennya. 

Adalah tidak layak orang yang secara sengaja menjual racun berbahaya bagi rakyat, justru mendapat penghargaan.

Karena itu, kami menuntut Menteri Keuangan Republik Indonesia untuk mencabut penghargaan yang diberikan kepada 4 Industri rokok tersebut. Dan tidak akan memberikan penghargaan apapun kepada industri rokok untuk seterusnya.



Hari ini: Koalisi Rakyat Bersatu melawan kebohongan industri rokok mengandalkanmu

Koalisi Rakyat Bersatu melawan kebohongan industri rokok membutuhkan bantuanmu untuk mengajukan petisi "Bambang Bradjonegoro, Cabut kembali penghargaan Menkeu untuk Industri Rokok! @KemenkeuRI". Bergabunglah dengan Koalisi Rakyat Bersatu melawan kebohongan industri rokok dan 22.969 pendukung lainnya hari ini.