Copot Larangan Visa Investor & Pekerja dari Tiongkok ke Indonesia

0 telah menandatangani. Mari kita ke 100.


Salam Sejahtera,

Peraturan Peraturan Menteri Hukum Dan Hak Asasi Manusia Nomor 3 Tahun 2020 Tentang Penghentian Sementara Bebas VisaKunjungan, Visa dan Pemberian Izin Tinggal Keadaan Terpaksa Bagi Warga Negara Republik Rakyat Tiongkok (RRT)’’ berlaku nya sampai 29 Feb, dan akan di evaluasi kembali.

Terhitung hinggahari ini (18/02), status penghentian sudah berlangsung selama 14 hari. Tentu hal ini berimbas pada penundaan proyek yang berpotensi mengalami kerugiankarena tidak dapat masuknya tenaga ahli-tenaga ahli dari Tiongkok.

Pada 5 Februari kasus-kasus yang terjadi akibat epidemi ini dikonfirmasi menurun selama 13 hari berturut-turut., dan Pada saat ini, berbagai kalangan desa, kota, dan  provinsi di Tiongkok sedang berupaya untuk mengedalikan wabah virus Covid-19 dan meminimalisir pergerakan masyarakat.

Pada 11 Feb, Presiden Tiongkok, Xijinping, melalui saluran telepon kepada Presiden Jokowi, menyampaikan bahwa Tiongkok yakin dan mampu mengatasi wabah ini. Tiongkok siap untuk mengimplementasikan proyek-proyek utama pada pembangunan bersama Belt and Road, seperti Jakarta-Bandung High- Speed Railway, untuk membawa lebih banyak manfaat bagi kedua pihak.

Dengan ini, kami sampaikan kepada Bapak Bahlil, dalam kapasitas Bapak sebagai kepala BKPM akan dampak yang terjadi pada perekonomian, supaya pemerintah dapat menyalakan lampu hijau bagi pemegang visa investor dan visa kerja Indonesia. Mereka adalah pemilik perusahaan dan tenaga ahli, dengan kehadiran mereka, proyek dan investasi di Indonesia dapat berjalan dengan baik. Tentu kami memahami, kontrol dan isolasi selama observasi terhadap virus ini tetap dapat dilakukan setibanya di Indonesia.

Kami sangat berharap kerjasama ekonomi antara Indonesia dan Tiongkok berjalan semakin baik.

-Kommunitas Pengusaha China di Indonesia-