Administrasi

0 telah menandatangani. Mari kita ke 200.


Save pak eko Dalam hal beradab seorang guru tetap guru, seburuk-burunya guru dia yang pernah memahamkan diri kita, masalah yang saat ini beredar di kalangan mahasiswa  IAIN madura telah salah kaprah memahami yang di kemukakan oleh Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir menerbitkan Peraturan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Permenristekdikti) Nomor 55 Tahun 2018, tentang Pembinaan Ideologi Bangsa dalam Kegiatan Kemahasiswaan di lingkungan kampus. keluaran edaran oleh kemendikti ini sangat kurang fahamnya arti maksud bentuk peratuan tersebut adalah organisasi  extra boleh masuk ke dalam kampus yang seharusnya dalam hal ini masih di wadahi oleh UKM PIB yang di katakan bapak mohammad nasir tersebut, namun ada halangan yang tidak boleh di lupakan oleh organisasi  luar itu, yakni dengan tidak memperbolehkan memasukkan lambang logo atau bendera ke dalam kampus kecuali dengan bekerja sma denga ormaw yang ada di dalam. Ini yang tidak mereka fahami bahwa sanya ada peraturan di setiap kebijakan. Yang katanya tertib administrasi  malah merusak administrasi yang cinta almamater malah merusak nama baik almamaternya. Masalah yang di timbulkan pertama kali bergejolak saat bapak Ari Widodo menurunkan bendera yang bukan salah satu bendera organisasi  di dalam kemudian tidakan merobek bendera tersebut  bukanya  di karenakan masih tetap mengibarkan bendera yng jelas-jelas salah di pergunakan,  Bukannya sudah jelas bahwa sanya logo dan bendera yang selain UKM dan UKK Yang terdaftar dalam kampus tidak boleh di kibarkan, kemudian yang harus di salahakan merujuk kepada dosen, atau mahasiswa  atau bahkan ada orang lain yang mengotrol agen of change itu. Agar supaya bertindak anarkis maka ini membuktikan bahwa mereka (mahasiswa) lebih cinta organisasinya ketimbang menghormati guru yang dengan ihlas memberikan  ilmu kepadanya, melewati tulisan ini kami berharap para mahasiswa  lebih bisa mengedepankan adab atas guru, Yang mencari ilmu malah tidak berilmu,  yang belajar adab malah tidak beradab, persoalan harus di tindak lanjuti dengan seksama semua pihak harus tahu pokok permasalahan  yang di maksud mulai dari rektor hingga mahasiswa  yang tidak berdemo sekalipun harus tahu. Agar tidak ada yang namanya pengorbann atau di korbankan.