Mahasiswa Politeknik Kesehatan Dicekik Bayaran !!!

Mahasiswa Politeknik Kesehatan Dicekik Bayaran !!!

0 telah menandatangani. Mari kita ke 25.000.


MAHASISWA MERINGIS TAK MENDAPATKAN HAK PENUH…
KULIAH DARING TAK EFEKTIF…..

FASILITAS 10 %
SPP 100 %

 HIDUP MAHASISWA !!!

Sekitar 4 bulan sudah Indonesia berperang melawan pandemi COVID-19 yang tidak juga menyerah dan menghilang. Begitu banyak upaya yang dilakukan untuk memutus mata rantai penularan, yang salah satunya berdampak pada pekerjaan orangtua maupun perkuliahan mahasiswa.

Banyak jeritan tangis orangtua akibat Pemutusan Hubungan Kerja secara besar-besaran, serta mengalami pemotongan gaji. Tidak sedikit juga orangtua yang harus beralih profesi demi menunjang keperluan hidup dimasa pandemi COVID-19 dan beberapa orangtua mahasiswa tidak sama sekali mendapatkan penghasilan selama pandemi.

Mahasiswa bukan lagi anak sekolah yang pergi kekampus berseragam lengkap topi dan dasi, yang sebelum masuk kelas harus masukkan baju dan potong kuku. Kami mahasiswa ‘’katanya’’ agent perubahan dan pergerakan, namun Hak kami dibungkam disaat kami menyuarakan. Kami mahasiswa dan kami rakyat indonesia punya hak dan kewajiban dalam menyuarakan kebenaran dan kemashlatan rekan-rekan.

Dikala pandemi segala sektor pencarian kian menipis hingga jatuh kritis, kamipun mahasiswa meringis melihat penderitaan orang tua kami yang kehilangan pekerjaan dengan cara sepihak bahkan di PHK. Kami butuh asupan nutrisi untuk menyuarakan hak dan keadilan, ini bukan sekedar perihal penderitaan, melainkan kami butuh sebuah kepercayaan dan rasa peduli tuan dan puan.

Kami sekedar mahasiswa yang butuh aspirasi kami di respon dan diberi balasan, bukan sekedar dibaca lalu dihiraukan. Jangan salahkan jika kami memberontak, jika tuan-puan saja tidak pernah memberi kami asupan NUTRISI.

Disisi lain, seruan mahasiswa yang makin meringis saat Hak yang seharusnya didapat oleh mahasiswa tidak sepenuhnya didapat seperti tidak adanya subsidi kuota di beberapa poltekkes , sarana kampus yang tidak digunakan, tidak ada pembelajaran secara tatap muka, sistem daring membuka peluang dosen untuk tidak melakukan tugas sebagaimana mestinya dan realita vokasi yang seharusnya melaksanakan praktikum tapi belum terpenuhi saat pandemi ini.

Yang ada hanya pengeluaran harian yang makin menanjak akibat keperluan kuliah secara daring. Namun, kewajiban akan SPP (Sumbangan Pembinaan Pendidikan) harus tetap dipenuhi!

Padahal kami haruslah bersama mengetahui bagaimana alur keuangan yang telah dibayarkan akan diinvestasikan selama masa pandemi. Kemenkes terkesan tidak peduli dengan suara mahasiswa , tidak mengeluarkan kebijakan tepat waktu dan tepat sasaran diranah pendidikan poltekkes kesehatan.

Haruslah ada kebijakan SPP serentak yang dikeluarkan dengan nominal yang telah diperhitungkan sebelum semua mahasiswa melakukan pembayaran di semester gasal

Pekikan Mahasiswa terus menggelora agar Hak terpenuhi.
Maka kami menegaskan tidak ada bentuk keadilan bagi mahasiswa saat ini !!
Katanya kampus kita lahir dari lingkungan kementerian kesehatan.
Tapi apakah kondisi kami benar benar diperhatikan !!!
Kementerian lain memperhatikan, Kemenkes menganak tirikan

Fasilitas 10 %
Spp full 100 %.

Kami anak kandung, atau dianak tirikan ataupun bahkan tak diinginkan

#MahasiswaDipalak
#MahasiswaBergerak
#PenuhiHakMahasiswa
#PoliteknikKesehatanDicekikBayaran

Salam Senada Harmoni Nusantara !!