Bongkar Gerbang Tol Tanjung Priok, Jadikan Tol Benar-benar Jalan Bebas Hambatan

0 have signed. Let’s get to 1,000!


Jalan tol Tanjung Priok/ tol akses Pelabuhan Tanjung Priok dikelola oleh BUJT Hutama Karya, diresmikan oleh Bpk Presiden didampingi Menteri PUPR & Menhub pada Sabtu 15 April 2017. Proyek tersebut menghabiskan dana kurang lebih 5T. Mulai dibangun sejak 2008. Menghubungkan lalulintas dari JORR ke Cawang, Pluit, dan juga langsung ke pelabuhan Tanjung Priok, dan rencananya akan digratiskan selama 1 bulan. (https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/3474957/jokowi-resmikan-tol-akses-tanjung-priok-siang-ini

Permasalahan:

1. Sejak diresmikan sampai dengan sekarang tanggal 22 Februari 2018 (kurang lebih 10 bulan) tol MASIH DIGRATISKAN, mengakibatkan kemacetan yang tidak perlu setiap harinya. Dalam jam sibuk seperti pulang kerja antrian bayar tol bisa mengular rata-rata sepanjang 1 s.d. 2 Km atau lebih dengan waktu antrian minimal 30 menit dan rata-rata 45 menit s.d. 1 jam (keadaan normal). Hal ini diakibatkan gerbang tol baru Hutama Karya belum beroperasi (digratiskan) sedang gerbang tol lama milik Jasamarga masih belum dibongkar, dengan hanya melayani 4 pintu tol yang tidak seimbang dengan traffik kendaraan. Hal ini belum diperparah dengan seringnya pintu tol yang error sehingga membutuhkan waktu diatas 1 jam hanya untuk mengantri bayar tol (belum jika pelabuhan sedang sibuk saat ada kapal sandar). Kemacetan yang tidak perlu tersebut telah berlangsung selama 10 bulan, atau molor 9 bulan dari waktu yang dijanjikan. (1) http://beritatrans.com/2017/07/26/gerbang-tol-rorotan-2-jadi-bottle-neck-arus-truk-logistik/ (2) http://beritatrans.com/2017/12/19/kesal-dilanda-kemacetan-aptrindo-ancam-kerahkan-trailer-blokir-gerbang-tol-rorotan-2/ (3) http://translogtoday.com/2017/04/18/jalan-akses-tol-tanjung-priok-macet-panjang-ini-penyebabnya (4) http://maritimnews.com/truk-pengguna-tol-akses-tanjung-priok-terhambat-di-pintu-gerbang-rorotan-2/ (5) http://poskotanews.com/2017/12/20/kesal-sering-macet-di-tol-ratusan-trailer-ancam-blokir-gto-rorotan-2/ (6) http://www.suratpembaca.web.id/detail/627/Kemacetan+di+Pintu+Tol+Rorotan

Jika dibandingkan dengan kemacetan pada jalan tol Cikampek saat ini maka sangat tidak seimbang. Masyarakat pengguna tol masih maklum dengan kemacetan pada tol Cikampek karena memang terdapat banyak proyek pembangunan, tapi tidak pada kemacetan berjam-jam tol Tanjung Priok yang alasannya sangat tidak bermutu: ANTRI BAYAR GERBANG TOL. Jikalau Pemerintah was was setiap musim mudik dengan adanya antrian panjang pada tol Cipali misalnya, maka tol Tanjung Priok macetnya setiap hari! dan nampaknya luput dari perhatian pemerintah/pejabat yang berwenang.

2. Pada kasus tol Cipali, Presiden Jokowi memerintahkan membongkar beberapa pintu tol mulai dari Cikampek s.d. Brebes, yang sebelumnya harus membayar/disekat-sekat di setiap wilayah konsesi pengelola tol yang berbeda menjadi terintegrasi, membayar hanya sekali, atau berkurang, memudahkan konsumen jalan tol yang mengindikasikan bahwa jalan tol memanglah jalan bebas hambatan. (https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-3196196/ruas-tol-cipali-brebes-timur-akan-terintegrasi-bayar-cuma-sekali

Konsep memudahkan dan melayani pelanggan seharusnya diutamakan alih-alih mengutamakan kepentingan masing-masing pemegang konsesi/pengelola jalan tol. Jika atas intruksi Menteri PUPR di tol Cipali, Jasamarga (JSMR) dan Lintas Marga Sedaya (LMS) dapat melakukan rekonsiliasi dan mengintegrasikan sistem pembayarannya menjadi sekali bayar, maka seharusnya dapat diterapkan pula pada tol Tanjung Priok (Jasamarga dengan Hutama Karya).

Lihat saja sekarang kondisi eksisting pada pintu tol Tanjung Priok yang menghubungkan dengan tol dalam kota (Jl. Tol Wiyoto Wiyono) dan pintu tol yang menghubungkan dengan tol Lingkar Luar Timur. Nampak pengelola berdiri sendiri-sendiri dengan pembatas/sekat gerbang tol yang jumlah pintu e-moneynya minim (macet antri tol bisa dilihat melalui aplikasi google map). Bahkan sekarang akses dari arah Bintara menuju Tanjung Priok sedang dibangun sekat tambahan yaitu pintu tol baru di wilayah Rorotan. Jika dari arah sebaliknya dengan 4 pintu tol bisa macet panjang, pintu tol baru yang sedang dibangun ini sepertinya berjumlah sama, atau mungkin cuma 3 pintu seperti terlihat pada saat kontruksi sampai dengan hari ini. Bisa dibayangkan kemacetan yang akan muncul di pagi hari saat orang berangkat kerja. Dengan jarak tempuh yang tidak terlalu jauh, jika warga berangkat dari pintu tol Bintara misalnya menuju arah Kelapa Gading, maka harus melalui 3 hambatan pintu tol: Bintara, Rorotan, Kebon Bawang: WOW.

Kiranya apa yang mendasari pemilik wewenang untuk membuat konsep jalan tol yang alih-alih membuat tol bebas dari hambatan namun malah membuat hambatan itu sendiri dalam wujud gerbang tol?! Takbisakah tol akses Tanjung Priok mencontoh integrasi antar pengelola tol seperti di Tol Cipali? atau sistem pembayaran seperti di Tol Jagorawi (bayar saat keluar tol)? atau jika tidak bisa minimal seperti tol Cikampek (Cikarang Utama) dengan mempersiapkan pintu tol yang cukup? Kenapa jika akhirnya memang sudah terbukti sistem pada tol-tol tersebut dapat memperlancar arus lalu lintas kemudian tidak diaplikasikan pada tol Tanjung Priok? tak bisakah dihilangkan penyekat jalan tol dalam wujud gerbang tol ini?

3. Pada akhirnya pengguna tol sebagai paid customer mau tidak mau mengikuti sistem yang ada karena daya tawar yang kecil, walaupun demikian kita ingin negara kita Indonesia ini semakin maju, dimulai dengan memperbaiki masalah-masalah kecil namun memiliki dampak yang besar/signifikan seperti ini. Kita lelah, baik secara mental (konsep "dimacetkan" lewat sekat gerbang ditengah-tengah jalan tol) maupun pastinya secara akumulasi biaya. Kita yakin dengan improvement dari pengelola tol dapat menghemat biaya yang muncul dari kemacetan, berujung pada turunnya cost logistik. Mungkin yang diperlukan oleh negara kita adalah iktikad dan kerja keras pemimpinnya untuk dapat lebih care dengan masyarakat yang berdaya tawar rendah. Sangat disayangkan usaha keras pemerintah yang tercermin dari lamanya pembangunan tol dan investasi yang berjumlah triliunan yang telah dikeluarkan jika akhirnya kemacetan hanya pindah, dari sebelumnya macet di jalan arteri/ bawah Tanjung Priok - Cakung Cilincing (tanpa tol), sekarang pindah macet diatas/ jalan tol layang yang mencerminkan tidak ada nilai tambah akan adanya jalan tol. Kita sebagai pelanggan pengguna Tol Tanjung Priok berharap, semoga masukan ini dapat menjadi pertimbangan pengambil kebijakan agar dapat diambil keputusan yang paling terbaik, bagi konsumen, pengelola dan akhirnya berimbas pada negara kita. Atau sekali-kali para pengambil keputusan disini ikutlah antri bersama kita. Tanpa Voorijder tentunya..



Today: Fragadian Rizky is counting on you

Fragadian Rizky Widiawan needs your help with “Badan Pengatur jalan Tol: Bongkar Gerbang Tol Tanjung Priok, Jadikan Tol Benar-benar Jalan Bebas Hambatan”. Join Fragadian Rizky and 879 supporters today.