Lawan Terorisme, Cabut Kewarganegaraan Teroris dan Keluarganya

0 telah menandatangani. Mari kita ke 100.


Petisi dirancang oleh sekelompok anak muda yang peduli

Apakah Anda sudah muak dengan kejadian bom bunuh diri di tanah air? Apakah Anda sudah merasakan rasa takut, ketidaknyamanan hingga seolah-olah kehidupan dan lingkungan Anda terancam akibat penyebaran paham radikalisme yang terjadi belakangan ini? Apakah Anda juga pernah merasa turut bersalah karena tidak dapat berkontribusi besar dalam mendidik ataupun setidaknya mempedulikan anak muda yang terpapar oleh paham radikalisme sejak dini dalam bentuk bantuan apapun? Apakah Anda sangat peduli namun tidak tahu bagaimana cara membantunya?

Untungnya Anda bisa sadar, malah sebaiknya Anda sadar sejak dini dan secepatnya, karena salah satu harapan untuk meruntuhkan rasa takut dan membangun ‘perdamaian’ antar manusia adalah dengan bersatu dan memerangi paham radikalisme.

Paham radikalisme kini sedang merajalela bangsa ini. Belakangan ini, tanah air telah diserang oleh aksi terorisme, yaitu bom bunuh diri yang terjadi di Surabaya, Sidoarjo hingga meninggalnya seorang polisi dan 4 orang pelaku tewas di Polda Riau. Berita ini tentu berita buruk bagi negara yang penuh sejarah ini, tapi untungnya masih banyak dari kita yang sadar akan kejadian ini.

Sebelum terjun lebih dalam, mari kita simak beberapa istilah radikalisme. Dari akar kata radikal, menurut KBBI, radikal adalah perubahan yang amat keras menuntut perubahan undang-undang, sedangkan radikalisme adalah suatu paham atau aliran yang radikal, menginginkan perubahan atau pembaharuan sosial dan politik dengan cara kekerasan atau drastik dengan sikap ekstrem dalam aliran politik.

Radikalisme adalah gaya hidup, pemikiran atau sikap keagamaan yang tidak bersikap toleran, tidak menghargai pendapat dan keyakinan dan cenderung menggunakan kekerasan untuk mencapai suatu tujuan. Namun sangat sayang, paham radikalisme di Indonesia sedang marak-maraknya dan sampai-sampai menjadi dasar kehidupan banyak orang. Jangkauan dan penyebaran pemahaman radikalisme semakin luas dan mencakup beragam usia, ras tanpa batasan tertentu. Sehingga ajaran yang penuh kesalahan tersebut dengan sangat mudah merusak perdamaian dan kedaulatan negara kita bersama.

Paham radikalisme sangat mudah menyesatkan orang karena menggunakan agama sebagai latar belakang dan janji-janji yang kemudian dimanipulasi oleh sekelompok radikalisme yang membuat orang tertipu oleh ajakannya.  

Generasi mudalah yang dijadikan target penyebaran pemahaman radikalisme, dimana kebanyakan anak muda masih mudah terpengaruh oleh segala hal yang membuat penyebaran tersebut menjadi lebih mudah.

Nyatanya, berdasarkan riset, terdapat 39% mahasiswa terpapar oleh paham radikalisme, sedangkan 24% diantaranya mengaku setuju dengan melakukan jihad demi menegakkan negara yang Islam.(Metro TV) Fakta-fakta diatas sangat mengejutkan, ternyata penyebaran paham yang salah sudah memanipulasi ribuan pikiran anak muda hingga menjadi bagian dari hidup mereka. Contohnya seperti persitiwa bom bunuh diri yang melibatkan keluarga beserta anak-anaknya yang tak bersalah di Surabaya terhadap 3 gereja yang berbeda. Hal tersebut sangat memprihatinkan karena ternyata banyak sekali anak muda, siswa/i terpapar oleh pemahaman yang salah. Dengan solusi-solusi yang akan dipaparkan berikut, semoga dapat menangkal masalah penyebaran paham radikalisme.

Dari sudut pandang pemerintah, Indonesia seharusnya menjadi lebih tegas dalam upaya menangkal sebar paham radikalisme. Maka dengan itu ancaman perlu ditekankan agar para teroris dengan paham radikalisme tidak mengkontaminasi pemuda Indonesia. Solusi yang bisa penulis anjurkan adalah pencabutan kewarganegaraan bagi kelompok teroris dan pelakunya yang ada di Indonesia. Upaya ini bisa meredakan penyebaran paham yang salah karena Indonesia bisa membasmi pelaku kejahatan agar keluar dari tanah air dan bersih dari radikalisme, solusi ini juga bisa memperlihat kepada masyarakat Indonesia bahwa bait-bait Pancasila bukan hanya bait biasa, tetapi menjadi pedoman negara ini.

Namun upaya masyarakat juga berkontribusi besar terhadap kedaulatan negara. Dengan menjadi satu, kita bisa melawan radikalisme.

Radikalisme di kalangan pemuda disebabkan oleh minimnya pemahaman agama. Pemuda justru perlu dipaparkan oleh pembelajaran agama yang tepat dan benar agar: pemuda tidak melakukan aksi terror bom bunuh diri, yang justru dilarang keras tindakan bunuh diri dalam Islam, dan ‘Jihad’ (mengatasnamakan Islam) yang mereka lakukan adalah jihad yang sebenenarnya, tidak mengaitkan tindakan terorisme dengan jihad atas nama agama Islam. Dengan itu, anak muda harus belajar agama dengan guru yang ‘benar’ dan mengamalkan nilai-nilai agama dalam kehidupan sehari-harinya.

Lingkungan juga merupakan faktor penyebab sebarnya paham yang salah. Dengan mengisi aktivitas dan membentuk komunitas cinta damai dapat mengasah diri dan mensosialisasikan ke masyarakat tentang bahayanya paham radikalisme dan mulai memberantas penyebaran paham radikalisme

Menggunakan media elektronik sebagai sarana tanggung jawab sosial terhadap penyebaran pemahaman yang salah. Pengguna internet dan sarana online di Indonesia yang berasal dari kalangan anak-anak dan remaja diprediksi mencapai 30 juta jiwa. Dengan menggunakan media sosial dan dunia pers, anak muda dengan secara mudah menyebarkan ‘virus’ positif kepada pengguna elektronik lainnya.

Dengan solusi-solusi yang tertera di atas, dapat kita lihat bahwa sebenarnya tidak sulit untuk mulai gerakan deradikalisasi dan menangkal permasalahan radikalisme di kalangan masyarkat Indonesia.

Mari kita mulai memperdulikan permasalahan ini. Jika anda berkomitmen dengan gerakan ini, mohon bantuannya dengan menandatangani petisi ini untuk menjaga pemuda Indonesia dari radikalisme. Mari kita mulai bersatu dalam mendampingi anak-anak muda yang tersesat oleh paham radikalisme dan mulai melahirkan penerus bangsa yang bersinergi.

 

Terorisme adalah kejahatan, bukan perintah tuhan

#ANTIRADIKALISME

ANAK INDONESIA CINTA PANCASILA



Hari ini: Rayhan mengandalkanmu

Rayhan Jufahri membutuhkan bantuanmu untuk mengajukan petisi "Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT): Lawan Terorisme, Cabut Kewarganegaraan Teroris dan Keluarganya". Bergabunglah dengan Rayhan dan 36 pendukung lainnya hari ini.