Petisi ditutup

#SAVEPERSIPURA - AFC tidak memberikan sanksi kepada Persipura dan Kemenpora bertanggungjawab atas insiden yang merugikan Persipura ini

Petisi ini mencapai 261 pendukung


#SAVEPERSIPURA - Klub Pahang FC akhirnya kembali ke negaranya, Malaysia, karena tidak mendapatkan visa bagi para pemain asingnya. Laga Asia Football Confederation (AFC) antara Persipura vs Pahang FA yang sedianya dilakukan di Stadion Mandala, Selasa (26/5/2015) terancam batal.

Lewat akun Twitter-nya, @FahrizalHasan, CEO Pahang, Fahrizal Hasan, Minggu (24/5/15) pagi WIB mengeluarkan uneg-unegnya.
“Tiga pemain ditahan imigresen dan diarahkan pulang manakala yang lain terpaksa bermalam di airport malam tadi. Amat kecewa dengan layanan PSSI!” tulis Hasan.

Sedangkan Fuzeimi Ibrahim, Sekretaris Pahang FA mengatakan mereka telah dijanjikan Visa on Arrival oleh Kedutaan Besar Indonesia di Malaysia.
“Semua aplikasi dokumen untuk mengurus visa empat pemain asing kami, yaitu Dickson Nwakaema (Nigeria), Damian Stewart (Jamaika), Zesh Rahman (Pakistan) dan Matias Conti (Argentina), sudah diserahkan ke Kedutaan Besar Republik Indonesia di Kuala Lumpur pada 18 Mei 2015. Dari situ kedutaan menjanjikan semua akan beres dan imigrasi akan mengeluarkan visa on arrival,” kata Fuzeimi Ibrahim, Sekretaris Pahang FA kepada wartawan di Jakarta.

Kubu Persipura, melalui Sekretaris Umumnya, Rocky Bebena mengaku telah berkirim surat ke BOPI untuk permohonan visa.
“Sudah ada balasan dari BOPI tapi tidak ada nomor surat, cap dan tandatangan ketua BOPI. Akhirnya kami kirim kembali surat itu melalui email. Surat balasan yang kedua baru lengkap,” kata Bebena.

Bebena merasa heran, karena surat rekomendasi untuk Persipura dikirim oleh BOPI pada hari yang sama dengan surat rekomendasi untuk Persib Bandung. Tapi kenyataannya, tamu Persib Bandung bisa lancar urusan visanya sedangkan tamu Persipura terhambat.

Terpisah, Staff Bidang Organisasi BOPI, Rubby Saputra, mengakui Persipura mengirim email ke BOPI untuk penerbitan visa klub tamu pada Jumat (22/05), pukul 16.00 WIB, dua jam lebih lambat dari Persib Bandung.
“Pada prinsipnya, permohonan kedua klub ini disetujui,” katanya seperti dikutip goal.com

Rubby juga mengakui pada hari Sabtu (23/05) pukul 15.00 WIB ia mengirimkan lagi surat rekomendasi untuk Persipura karena pada surat rekomendasi yang pertama terjadi kekeliruan teknis. File yang disisipkan tidak ditandatangani ketua BOPI.

Persipura, selama ini dikenal sebagai klub dengan segudang prestasi di level Nasional dan Asia. Musim lalu, Persipura bisa menembus semifinal piala AFC. Ini prestasi luar biasa yang menyelamatkan wajah sepakbola Indonesia ditengah nirprestasi Tim Nasional.
Persipura pun, bukan klub yang memiliki masalah seperti klub-klub lainnya yang membuat Pemerintah membekukan PSSI.
"Persipura selama ini dianggap sebagai klub bersih. Persipura tidak berkaitan dengan empat masalah yang membuat pemerintah membekukan PSSI," kata Apung Widadi, aktivis Save Our Soccer.

Benhur Tommy Mano, Ketua Umum Persipura menegaskan bahwa Persipura bukan saja sebagai klub profesional tetapi merupakan kebanggaan tersendiri bagi orang Papua untuk mendapatkan hiburan di tengah sejumlah persoalan yang ada.

"Bicara Persipura, bicara orang Papua. Bicara orang Papua pasti bicara Persipura. Inilah kebanggaan, harga diri dan martabat orang Papua. Masalah ini cukup menyakiti hati orang Papua," katanya.

"Saya sedih, saya menangis apa lagi rakyat Papua, komitmen saya, kami bagian integral dari NKRI, kami diperlakukan demikian," katanya dengan mimik sedih dan hampir menangis.

Menyimak keterangan di atas, muncullah pertanyaan, apakah memang Persipura sengaja dijegal dalam keikutsertaannya di Piala AFC? Kalau ya, mengapa? Kalau tidak, mengapa hasil yang berbeda didapat oleh Persib Bandung?

Tak sampai disitu. Persipura pun terancam sanksi dari AFC atas insiden ini. Menyedihkan lagi, Kemenpora mengatakan dengan sudah dikirimkannya rekomendasi BOPI, maka prosedur selanjutnya sudah menjadi tugas dan tanggung jawab manajemen Persipura. Padahal yang berhak memberikan izin (masuk) bukanlah Persipura tapi Dirjen Imigrasi.

Persipura tak layak menerima sanksi dari AFC. Kegagalan Pahang FA mendapatkan visa bukanlah kesalahan Persipura.

Lewat Petisi ini, mari kita minta AFC agar tak memberikan sanksi kepada Persipura sehingga bisa terus melaju di laga AFC hingga menjadi Juara. Kemenpora harus bertanggungjawab atas segala kerugian yang dialami Persipura karena insiden ini. Dan PSSI harus membantu Persipura menyelesaikan masalah ini. #SAVEPERSIPURA



Hari ini: Victor mengandalkanmu

Victor Mambor membutuhkan bantuanmu untuk mengajukan petisi "Asia Football Confederation (AFC), Kemenpora Indonesia: #SAVEPERSIPURA - AFC tidak memberikan sanksi kepada Persipura dan Kemenpora bertanggungjawab atas insiden yang merugikan Persipura ini". Bergabunglah dengan Victor dan 260 pendukung lainnya hari ini.