Kecam dan Tolak Pemberian Izin Monas untuk Kampanye Terselubung Bertajuk Reuni Alumni 212

0 telah menandatangani. Mari kita ke 10.000.


Peringatan Reuni Alumni 212 adalah suatu bentuk banalitas budaya. Sedari awal gerakan 212 adalah gerakan politik yang berjubah agama. Sungguh kebijakan yang sangat dangkal jika Anies Baswedan pada saat masa kampanye Pemilu 2019 memberikan ijin Reuni Alumni 212 yang rawan disusupi sekaligus ditunggangi kepentingan elit politik.

Menguatnya politik identitas agama dan politisasi agama seolah tak pernah usai dikarenakan adanya pihak-pihak yang senantiasa terus menyemai dan mengobarkannya. Mereka tidak peduli anak bangsa bermusuhan, saling hujat bahkan berkelahi demi ambisi kekuasaannya.

Dimana nalar Gubernur Anies Baswedan yang katanya terdidik dan terpelajar namun tak memahami bacaan atas situasi lapangan saat ini. Atau mungkin dia sedang mencari dukungan dan mengambil hati kepada segerombol massa alumni 212 karena Anies Baswedan setahun ke belakang ini "no achievement, no progress"

Saya harap semua pihak mulai dari Gubernur, Kapolda Metro Jaya, Pangdam Jaya, Kajati DKI Jakarta, KPU DKI Jakarta dan Bawaslu DKI Jakarta bisa memahami situasi dan menindak tegas oknum-oknum penumpang gelap yang memanfaatkan dan menunggangi Reuni Alumni 212 mendatang sebagai konsolidasi politik penuh ujaran kebencian yang menyita ruang publik masyarakat Ibu Kota selama berjam-jam.

Dengan ini semoga semua pihak khususnya umat Islam sadar dan menyadari sehingga tidak mudah dijadikan komoditas politik dalam dibajak dan diperalat solidaritas dan ukhuwahnya demi kepentingan pihak-pihak yang belum tentu peduli dengan umat Islam.



Hari ini: Arkan Adib mengandalkanmu

Arkan Adib Wiratama membutuhkan bantuanmu untuk mengajukan petisi "Anies Baswedan: Kecam dan Tolak Pemberian Izin Monas untuk Kampanye Terselubung Bertajuk Reuni Alumni 212". Bergabunglah dengan Arkan Adib dan 8.538 pendukung lainnya hari ini.