Hentikan iklan game Hago karena melecehkan profesi guru dan dunia pendidikan.

0 telah menandatangani. Mari kita ke 1.000.


Ada sebuah iklan yang bikin kening saya berkerut dan pengen marah rasanya. Sebuah iklan yang tidak pantas ditonton berkenaan dengan game online.

Begini deskripsi iklannya:

Di sebuah kelas, terdapatlah seorang bapak guru yang digambarkan sebagai guru killer sedang menulis materi pelajaran di papan tulis. Semua siswa dengan terkantuk-kantuk terpaksa mengikutinya, sambil takut jika si guru marah kalau tidak diikuti mencatat materi tersebut. Tiba-tiba datanglah seorang siswa yang datang terlambat. Si guru killer tersebut langsung berubah ekspresinya, yang tadinya pasang tampang galak, tiba-tiba melunak. Lalu, segera menghampiri siswanya yang terlambat tersebut dengan sikap seperti seorang pembantu. Badannya dibungkukkan, tanda sangat menghormati murid tersebut, lalu tasnya ia bawakan. Dan siswa tsb dipersilakan duduk di kursinya sambil dengan posisi membungkuk-bungkukkan badan seperti seorang jongos pada tuan mudanya.

Siswa tsb dengan santainya duduk dengan "songong"nya, dengan dagu diangkat tanpa berkata apa-apa. Semua teman-temannya langsung melihat ke arahnya dengan mulut ternganga-nganga karena takjub, kok si guru killer bisa tunduk padanya? Pengen tahu kenapa? Karena ternyata siswa tsb jago memainkan game online 'HAGO' dan si bapak guru itu lawan mainnya yang selalu kalah, terlihat dari ending iklan tsb di mana siswa dan guru sangar tersebut bermain game 'HAGO' di taman sekolah.

Buat saya ini pelecehan untuk kami yang berprofesi sebagai pendidik. Apakah itu yang diinginkan oleh pemerintah kita dalam pembentukan karakter anak-anak kita di sekolah? Sudah di rumah sulit dikontrol oleh orangtuanya, ehh... di sekolah sekarang malah didukung bermain games online dan akan masuk kurikulum. Terlebih iklan tersebut sangat tidak pantas ditayangkan karena sangat merendahkan profesi seorang guru dan bisa membuat anak-anak berpikir bahwa hal yang mereka lihat di iklan tersebut adalah suatu hal yang bisa juga mereka lakukan terhadap guru mereka. 

Inilah alasan saya membuat petisi ini. Mohon diperhatikan dan ditindak lanjutkan.