HAK BERJILBAB BAGI PEKERJA WANITA

0 telah menandatangani. Mari kita ke 100.


السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

Pelarangan berjilbab marak terjadi di perusahaan Indonesia termasuk Jakarta khususnya perusahaan swasta dan dunia kesehatan, laboratorium. Padahal perlakuan tersebut dikategorikan sebagai perlakuan diskriminasi terhadap pekerja berdasarkan agama

Terkait hal ini, Pasal 5 dan Pasal 6 Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan (“UU Ketenagakerjaan”) berbunyi:

 
Pasal 5
Setiap tenaga kerja memiliki kesempatan yang sama tanpa diskriminasi untuk memperoleh pekerjaan.

Penjelasan:
Setiap tenaga kerja mempunyai hak dan kesempatan yang sama untuk memperoleh pekerjaandan penghidupan yang layak tanpa membedakan jenis kelamin, suku, ras, agama, dan aliran politik sesuai dengan minat dan kemampuan tenaga kerja yang bersangkutan, termasuk perlakuan yang sama terhadap para penyandang cacat.

 
Pasal 6
Setiap pekerja/buruh berhak memperoleh perlakuan yang sama tanpa diskriminasi dari pengusaha.

Penjelasan:
Pengusaha harus memberikan hak dan kewajiban pekerja/buruh tanpa membedakan jenis kelamin, suku, ras, agama, warna kulit, dan aliran politik.

 
Ketentuan dalam Pasal 5 dan Pasal 6 UU Ketenagakerjaan di atas menegaskan bahwa pengusaha dilarang melakukan diskriminasi terhadap pekerjanya maupun calon pekerja yang ingin bekerja di perusahaannya karena pada dasarnya tenaga kerja memiliki kesempatan yang sama tanpa diskriminasi untuk memperoleh pekerjaan, baik itu berdasarkan agama, kelamin, suku, ras maupun aliran politik.

Saya ingin memperjuangkan hak karyawan wanita muslimah yang dilarang berjilbab oleh perusahaan. Semoga Allah SWT memberi kemudahan. 



Hari ini: Nur mengandalkanmu

Nur Indah membutuhkan bantuanmu untuk mengajukan petisi "Anies Baswedan: HAK BERJILBAB BAGI PEKERJA WANITA". Bergabunglah dengan Nur dan 7 pendukung lainnya hari ini.