Abnormal dan Cacat Prosedural, Kembalikan Hak Kami !

0 telah menandatangani. Mari kita ke 200.


Abnormal dan Cacat Prosedural, kembalikan hak kami !

Hari wisuda seharusnya merupakan hari berbahagia bagi para wisudawan dan wisudawati. Bertolak belakang dengan itu, mahasiswa lulusan angkatan 2019 yang berasal dari 4 Fakultas merasakan hal yang berbeda.

Kegundahan itu berawal dari pengumuman tentang pembayaran toga dan foto wisuda di atas panggung sejumlah Rp. 350.000 dengan rincian biaya pembelian toga Rp. 280.000 dan sebesar Rp. 70.000 untuk biaya foto (kurang diketahui rincian penggunaannya). Sungguh berat bagi mahasiswa semester akhir, yang harus pontang-panting mencari biaya tambahan disamping harus memenuhi biaya pribadi sehari-hari.

Kekecewaan itu berlanjut pada saat pembagian baju wisuda yang tidak sesuai dengan ekspektasi. Ukuran yang tersedia ialah mayoritas XL-XXL. Minim ukuran S, M dan L. Alhasil ketika jam menunjukkan pukul 12.00 ukuran lazim seperti S, M dan L telah ludes diboyong pemiliknya.

Hingga tiba di hari Gladi Bersih acara, rentetan acara telah digladikan dengan seoptimal mungkin. Setelah berakhirnya gladi, kami pun diarahkan untuk ke laboratorium untuk mengambil undangan dengan sistem satu pintu. Cukup terbayang, mahasiswa sejumlah 461 orang harus berdesak-desakan hanya untuk mengambil 1 lembar undangan. Pembagian pun berujung pecah akan keringat dan teriakan mahasiswa yang memberikan solusi atas kesemrawutan itu. Alhasil, pembagian undangan itu pun berlarut sampai kisaran pukul 17.00-18.00 dari yang awalnya dijadwalkan sejak pukul 14.00.

Puncak dari itu semua ialah saat kami mengambil dan mengetahui bahwa foto kami di atas podium yang hanya bisa dilaksanakan 4 tahun seumur hidup hasilnya cacat prosedural dan abnormal. Cacat prosedural karena masih banyak hasil foto yang blur/tidak fokus, gelap, tidak tepat sasaran objek yang dihasilkan, dll. Begitu juga abnormal, karena momen foto yang diambil adalah bukan seperti biasanya, yaitu ketika pemindahan toga. Bertolak belakang dengan itu, momen foto yang dihasilkan adalah moment berjabat tangan antara rektor dan wisudawan dan wisudawati. Ketika telah dibuka pembahasan mengenai permasalahan ini, media yang menangani "Mega Project" ini mengatakan, bahwa tujuan berjabat tangan adalah untuk mengantisipasi hasil foto yang tidak baik. Walaupun pada faktanya, masih banyak hasil foto yang cacat prosedural.

Mengapa dikatakan "Mega Project" ? Calon wisudawan dan wisudawati sejumlah 461 orang harus membayar Rp. 70.000 (untuk foto) dan ketika dikalkulasikan jumlahnya ialah Rp. 32.270.000. Berkaca dari hal tersebut sangat disayangkan dengan dana yang mumpuni, pihak terkait masih belum bisa menyajikan hasil foto seperti yang diharapkan.

Berdasarkan dari hal tersebut, maka saya mewakil perasaan dan kekecewaan teman-temah seperjuangan menyampaikan ada beberapa tuntutan yang akan kami sampaikan:

1. Hapuskan biaya pembelian toga dan biaya foto wisuda. Biaya bisa diambil dari anggaran pembayaran uang semester kuliah (UKT/BKT.)

2. Perbaiki sistem wisuda yang akan datang, mulai dari persiapan hingga acara benar-benar berakhir.

3. Kembalikan biaya pembayaran foto sebesar Rp. 70.000 bagi pihak yang merasa dirugikan dan tidak sesuai dengan yang diharapkan.