Youth of Human Right Defenders

21,160 supporters

    Started 3 petitions

    Petitioning Komisi Nasional Hak Asasi Manusia, Joko Widodo, Kepolisian Daerah Jambi

    #KAMIBERSAMAERA

    Indonesia Legal Aid Foundation (Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia a.k.a YLBHI), Padang Legal Aid Institute (Lembaga Bantuan Hukum Padang) and Pekanbaru Legal Aid Institute (Lembaga Bantuan Hukum Pekanbaru) are currently advocating the case of farmers of Serikat Mandiri Batanghari at Jambi against a big company, PT. Wirakarya Sakti (PT. WKS, a subsidiary company of Sinar Mas).  Ever since the advocacy started, intimidations have started to occur, one of which was creating a hoax of Era being involved in an affair with state official even though it never happened. Several days later, the false news was erased from the publisher. Recently, there was an effort of libel and online persecution through an article on Kompasiana (one of national media platform in Indonesia) which was written by someone named BEN:  https://www.kompasiana.com/thelinuxchoice5260/5ddcbe0bd541df28c46361d2/kurang-mengerti-tentang-hukum-ini-yang-disampaikan-ylbhi-terkait-masalah-smb-di-jambi  Allegedly, the libel caused mass mob to create a siege at District Court of Jambi and persecuted Era (Vice Head of Advocacy Division in YLBHI). During the confrontation between the mobs and Era, she clarified the false information that was spread, stating she had never stated such claim. On the ground of the article, Era was reported to the police under the allegation of insulting/humiliating citizen of Jambi through one of her statements. The report was made by someone named M. Amin. The threat is dangerously escalating for Era and other legal representatives of SMB. The spreading hoax continuously causes mobilization of masses.  Therefore, President of Indonesia, Head of National Police and Indonesian National Human Rights Commission have to take their stances on this case and provide protection for human rights defenders to be free from intimidation and persecution while conducting human rights work.

    Youth of Human Right Defenders
    21,157 supporters
    Petitioning Komisi Nasional Hak Asasi Manusia, Joko Widodo, Kepolisian Daerah Jambi

    #KAMIBERSAMAERA

    Baru-baru ini terjadi kasus pelanggaran HAM di Jambi.  Kelompok petani Serikat Mandiri Batanghari sedang berhadapan dengan perusahaan besar yakninya PT. WKS yang merupakan anak perusaahaan dari Sinar Mas. Informasi Kasus SMB : Petisi SMB Penangkapan SMB dinilai langgar HAM , Ibu Hamil diseret dan anggota SMB disiksa depan anak kecil Dalam kasus ini ada sekitar 59 petani yang ditangkap. Bukan hanya itu, rumah, sekolah, dan rumah ibadah mereka habis dibakar oknum aparat kepolisian. Ada ibu hamil yang diseret keluar dari rumahnya, aparat melakukan penyiksaan di hadapan anak-anak, dokumen seperti kartu keluarga dan surat nikah juga habis dibakar. Komnas Perempuan sudah bicara kalau penangkapan dan perlakuan terhadap kelompok petani ini dinilai melanggar HAM. Inilah yang menggerakan Era bersama Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI), Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Padang, Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Pekanbaru bekerjasama melakukan pendampingan hukum terhadap kelompok petani Serikat Mandiri Batanghari di Jambi. Semenjak awal pendampingan, Era dan rekan-rekannya kerap mendapat perlakuan intimidasi. Salah satunya, muncul berita yang menuduh Era melakukan perselingkuhan. Padahal itu sama sekali tidak pernah terjadi. Beberapa hari setelah itu, berita yang dimuat di salah satu media langsung dihapus. Lalu ada upaya fitnah melalui tulisan di Kompasiana yang mengatakan kalau Erra mengatakan masyarakat Jambi kurang paham hukum. (Tulisan ini sudah ditakedown). Diduga melalui fitnah ini, kemudian terjadi pengerahan massa, pengepungan di Pengadilan dan Persekusi terhadap Era. M. Amin lalu melaporkan Era ke polisi karena dianggap menghina warga Jambi. Padahal Era sudah klarifikasi pada saat pengerahan massa, bahwa berita tersebut bohong. Era tidak pernah mengucapkan kalimat yang tertulis di berita itu. Ancaman juga sekarang bertambah dan berbahaya di lapangan untuk Era dan Kawan-kawan tim kuasa hukum dari Petani SMB. Penyebaran berita fitnah itu terus berdampak dengan adanya pengerahan masa. Bukan hanya 59 orang yang menjadi korban pelanggaran HAM. Kini tim pembela HAM di Jambi juga ikut terancam bahaya. Padahal Komnas HAM sudah punya mekanisme untuk kasus-kasus pelanggaran HAM. Itulah sebabnya saya bersama teman-teman menulis petisi ini untuk meminta Komnas HAM turun tangan dan ikut mendampingi Era dan tim kuasa hukum petani SMB. Mereka sudah mengerahkan tenaganya untuk membela HAM, namun mereka sendiri belum punya perlindungan legal atas perlakuan intimidasi, persekusi dan ancaman. Bantu kami untuk suarakan petisi ini dan sebarkan ke teman-teman mu agar Era dan rekan-rekan pembela HAM tidak lagi menjadi korban pelanggaran HAM. Diki Rafiqi Youth of Human Right Defenders

    Youth of Human Right Defenders
    21,157 supporters
    Petitioning Joko Widodo, Yasonna Laoly, Komnas HAM, Komnas Perempuan, KPAI, LPSK, ombudsman, United Nations Commission on Human Rights

    #Justice For Seriktat Mandiri Batanghari

    18 Juli 2019 hari dimana ketika ibu-ibu dan anak-anak dipaksa melihat dan menyaksikan sendiri suami-suami mereka, ayah-ayah mereka, anak-anak mereka dipukuli dan disiksa dalam keadaan tangan terikat, tertelungkup, penuh lebam dan berdarah diruangan yang berlantai dingin dan kotor tampa makanan dan minuman. Salah seorang ibu yang saat ini bekerja sebagai pemecah kelapa, terluka bagian pipi karena terkena moncong senjata. Dimana Pada saat itu ia mencoba meronta karena tidak tega melihat menantunya dianiaya. Disana juga ada bayi berumur 1,5 tahun kedinginan hingga muntah-muntah karena tidak diperbolehkan untuk pulang mengambil baju, dan seorang perempuan hamil tiga bulan bajunya sobek, tangan, dan bagian tubuhnya memar karena ditarik oleh 2 orang pria yang wajahnya ditutupi topeng ketika dipaksa keluar dari rumahnya sediri. Mereka semua adalah kelompok Serikat Mandiri Batanghari (SMB) di Kabupaten Batanghari, Jambi yang telah diperlakukan sewenang-wenang oleh anggota TNI dan Polri. SMB dibentuk untuk tujuan memerdekakan kaum tani dari kemiskinan, ke awaman dan kurangnya informasi dan pengetahuan yang diketuai oleh Muslim yang juga sempat tergabung dalam Organisasi Persatuan Petani Jambi (PPJ) dalam memperjuangkan lahan bertani yang telah di klaim oleh PT. Wira Karya Sakti (WKS). Hingga saat ini 59 orang ditahan di Polda Jambi dan sebagian lainnya ditetapkan sebagai DPO, rumah-rumah mereka sudah dibakar dan puing-puingnya dikubur tidak luput juga Sekolah, Masjid dan Gereja, dan berbagai pelanggaran lainnya yang terjadi terhadap anggota SMB, berbagai tuduhanpun dilemparkan terhadap mereka yang tidak jelas kebenarannya. Tuduhan : KKB, Penipu, Narkoba Diatas hukum ada kemanusiaan, hukum untuk memanusiakan manusia, bukan manusia untuk hukum, oleh karena itu, ayo sama-sama kita minta kepada Presiden Republik Indonesia, Kemenkumham, Komnas HAM, KPAI, Komnas Perempuan untuk dapat mendorong proses hukum dan membentuk Tim Pencari Fakta agar dapat menegakkan keadilan yang seadil-adilnya terhadap anggota SMB yang sudah menerima perlakuan yang tidak selayaknya sebagai manusia dan memulihkan kembali hak-haknya. Jika kamu setuju Hukum harus ditegakkan atas nama kemanusiaan. Tandatangani petisi ini dan beritahu teman-temanmu untuk selamatkan kemanusiaan.

    Youth of Human Right Defenders
    2 supporters