Yayasan Dharma Bakti Lestari

2,558 supporters

    Started 1 petition

    Petitioning jokowi

    Menghidupkan kembali gagasan menjadikan Ratu Kalinyamat sebagai Pahlawan Nasional.

    Jepara, sebuah kabupaten di Jawa Tengah, tidak hanya memiliki seorang Raden Ayu Kartini, pejuang dan pelopor kebangkitan kaum perempuan Indonesia, namun jauh sebelumnya kota ini telah melahirkan perempuan hebat lainnya, yaitu Ratu Kalinyamat. Terlahir dengan nama Retna Kencana, Ratu Kalinyamat adalah salah satu putri dari Raja Demak, Sultan Trenggana, sekaligus cucu dari Raden Patah, pendiri kerajaan Islam pertama di Jawa. Setelah suaminya, Pangeran Hadirin wafat, Ratu Kalinyamat dinobatkan menjadi penguasa Jepara pada 10 April 1549. Meski menjadi penguasa, Ratu Kalinyamat tak melupakan kodratnya sebagai seorang perempuan. Tidak hanya cantik, Ratu Kalinyamat juga cerdas, berpengetahuan luas, memiliki jiwa kepemimpinan yang andal dan piawai berdiplomasi. Di masa pemerintahannya, Jepara merupakan pusat perdagangan, kekuatan militer, pelabuhan utama bagi ekspor impor. Ratu membangun pelabuhan penyokong di sekitar Jepara, sekaligus menginisiasi industri ukiran di Jepara, sehingga bisa berkembang dengan luar biasa. Ratu juga berhasil membangun kekuatan angkatan laut yang besar sekaligus membangun pakta pertahanan dengan Cirebon, Banten, Palembang, Aceh, Malaka di bagian barat, Makassar, Tidore, dan Maluku di bagian timur. Pemahaman dan visinya mengenai poros maritim membuat industri perkapalan di Jepara - baik kapal perang maupun kapal dagang- tumbuh dan berkembang dengan pesat. Di bawah kepemimpinan Ratu Kalinyamat, Jepara kerap dimintai bantuan untuk mengusir kolonial Portugis yang mulai mencengkram sejumlah wilayah di Nusantara. Setidaknya tercatat tiga kali Ratu Kalinyamat mengirim pasukan angkatan lautnya ke Malaka pada 1551, Maluku pada 1565, dan ke Kesultanan Aceh pada 1573.  Apa yang dilakukan Ratu Kalinyamat sesungguhnya mencerminkan seorang yang memiliki wawasan Nusantara sebagai negeri maritim. Ratu sangat memahami bahwa Nusantara merupakan negeri kepulauan, dan lautan adalah jantung kehidupan bagi semua wilayah di dalamnya. Tak ayal, di bawah kepemimpinannya selama 30 tahun, Ratu Kalinyamat telah membawa Jepara sebagai kerajaan maritim paling berpengaruh di Nusantara pada abad ke-16, setara dengan kerajaan maritim zaman Sriwijaya pada abad ke-7 dan Majapahit pada abad ke-15. Tak heran jika sejarawan Portugis menjulukinya sebagai "Rainha de Jepara, Senhora Poderosa e Rica, de Kranige Dame" yang artinya "Ratu Jepara, seorang wanita yang kaya dan berkuasa, seorang perempuan pemberani." Sebagai sosok perempuan hebat yang dimiliki Jepara, figur Ratu Kalinyamat kerap menjadi tema sentral kajian mahasiswa di sejumlah universitas di Indonesia. Pemikiran, gagasan, dan sepak terjang Ratu Kalinyamat harus kita akui sudah melampaui zamannya. Ratu memiliki visi dan misi yang jauh ke depan. Konsep pentingnya Indonesia sebagai poros maritim dunia sebagaimana yang dicanangkan oleh Presiden Joko Widodo, bila dicermati lebih dalam, sesungguhnya dasar-dasar konsepnya telah dibangun oleh Ratu Kalinyamat. Memperhatikan dan menimbang itu semua, sudah sepantasnya gelar Pahlawan Nasional diberikan kepada Ratu Kalinyamat. Usaha pengusulan yang pernah dilakukan sebelumnya hendaknya diteruskan kembali. Pada kesempatan ini, Yayasan Dharma Bakti Lestari, mengajak Pemerintah Kabupaten Jepara dan segenap warga Jepara, serta semua pihak terkait untuk bersama-sama menggelorakan kembali usulan pemberian gelar Pahlawan Nasional kepada Ratu Kalinyamat. Gelar itu sejatinya bukan penghargaan kepada sang ratu saja, tetapi juga untuk seluruh perempuan Indonesia, dan sebuah bukti bahwa visi poros maritim yang dijalankan oleh Presiden Joko Widodo adalah sebuah keniscayaan. Jepara, 1 Maret 2019Lestari MoerdijatYayasan Dharma Bhakti Lestari

    Yayasan Dharma Bakti Lestari
    2,558 supporters