Act For Farmed Animals

10,909 supporters

Act For Farmed Animals is a joint campaign run by the NGOs Animal Friends Jogja and Sinergia Animal to improve animal welfare in Indonesia. We believe a better world for animals is possible if we start educating the public about how animals are treated in food production systems.

Started 7 petitions

Petitioning Dale Mulder, Paul Martino

A&W: Tolong berhenti membeli telur dari sistem kandang baterai yang kuno dan kejam!

For English, please click HERE.A&W terkenal di Indonesia karena root beer, wafel, dan maskot beruang coklatnya yang khas. Waralaba makanan cepat saji multinasional dari Amerika Serikat ini telah melakukan yang terbaik dalam memenuhi selera dan lidah orang Indonesia. Dan kami tahu mereka bisa melakukan lebih! Kami berharap A&W menjadi lebih ramah dan membantu kami mengurangi penderitaan jutaan ayam di industri telur! A&W menggunakan telur dalam adonan untuk ayam goreng, saus celup, dan wafel. Dengan meningkatnya kesadaran terhadap kesejahteraan hewan di antara konsumen Indonesia, akan sangat bagus jika A&W dapat meyakinkan pelanggan mereka tentang standar kesejahteraan hewan dengan mengumumkan komitmen untuk menghentikan pengadaan telur dari peternakan yang memelihara ayam di kandang baterai. Kandang baterai adalah kerangkeng sempit yang biasa digunakan dalam industri telur di Indonesia. Riset yang sudah dilakukan di Uni Eropa mengungkapkan bahwa resiko kontaminasi salmonella di peternakan sistem baterai meningkat secara signifikan dibanding sistem tanpa kandang. Menurut WHO, salah satu jenis Salmonella “menjadi pemicu 93.8 juta kasus gastroenteritis akut dan 115.000 kematian setiap tahun di seluruh dunia. Dan 85% diantaranya diestimasi tersebar melalui makanan”.Seekor ayam betina yang menghabiskan hidupnya di kandang baterai harus berbagi kerangkeng dengan 4 - 5 ayam lainnya, menyisakan ruang yang lebih kecil dari kertas A4 untuk hidup. Dia akan menghabiskan seluruh hidupnya berdiri di lantai kandang kawat dengan kaki telanjang, hampir tidak bisa merentangkan sayapnya, apalagi berjalan-jalan untuk berolahraga. Tubuhnya mungkin tersangkut di kerangkeng logam, meninggalkan luka yang menyakitkan dan menyebabkan bulu rontok. Dia harus menanggung hidup ini, hanya karena dia dilahirkan sebagai ayam petelur betina, dan ini bukan sesuatu yang dia pilih. Apa kesalahannya sehingga dia pantas merasakan penderitaan ini? Perusahaan A&W sudah tahu bahwa kandang baterai sudah ketinggalan zaman dan kejam. Inilah sebabnya mengapa A&W telah mengumumkan komitmen untuk menghentikan pengadaan telur dari peternakan kandang baterai untuk seluruh rantai pasokan di Kanada. Kami mengundang A&W untuk memperluas komitmen untuk rantai pasokan di Indonesia juga. Bisakah Anda membantu kami untuk membantu para ayam? Mari kita meminta A&W untuk lebih ramah kepada hewan dengan mengumumkan komitmen untuk berhenti membeli telur dari peternakan yang memelihara ayam di kandang baterai. Tanda tangani petisi ini dan bagikan ke media sosial Anda!

Act For Farmed Animals
33,042 supporters
Victory
Petitioning David Gibbs, Tony Lowings, Mark King

KFC, Taco Bell, Pizza Hut: Stop Mendukung Kekejaman terhadap Hewan!

Yum! Brands, perusahaan induk  dari  KFC, Pizza Hut, dan Taco Bell, bertanggung jawab atas pengurungan yang kejam dan kuno dari jutaan ayam petelur di kandang baterai yang sempit dan kotor.  Kandang baterai ini sangat sempit dan penuh dengan ayam sehingga ayam tidak bisa bergerak atau bahkan merentangkan sayapnya.  Seringkali, bagian tubuh mereka terperangkap di kandang, mengakibatkan tulang retak dan patah, cacat, dan kerontokan bulu yang parah. Beberapa ayam, kelelahan atau tidak bisa bergerak, terinjak-injak sampai mati oleh kawanannya. Mereka yang selamat dari kekejaman ini, menghabiskan hidup mereka yang menyedihkan dengan terperangkap di lubang yang penuh kotoran dan bangkai ayam. Ribuan perusahaan di seluruh dunia telah meninggalkan kandang baterai. Komitmen Global untuk beralih ke sistem Bebas Kandang Baterai telah dibuat oleh beberapa perusahaan terbesar di dunia. Termasuk Burger King, Tim Hortons, Popeyes, Unilever, Nestle, Aldi, InterContinental Hotels, Sodexo, Marriott, Wyndham, Compass Group, Shake Shack, Famous Brands, Costa Coffee, and Barilla. Bahkan, perusahaan makanan cepat saji dan perusahaan makanan hewan peliharaan pun sudah menjauh dari praktik yang mengerikan ini.  Yum! Brands menyatakan bahwa mereka mendedikasikan diri untuk “membangun merek global ikonik  yang dipercaya dan didukung oleh masyarakat", namun pelanggan di seluruh dunia kehilangan kepercayaan ketika KFC, Pizza Hut, and Taco Bell mendapat keuntungan dari kekejaman tak terbayangkan terhadap jutaan hewan. Tolong tanda tangani petisi ini dan meminta Yum! Brands untuk berhenti menggunakan kandang baterai.

Act For Farmed Animals
169,265 supporters
Petitioning David Gibbs, Tony Lowings, Mark King

KFC, Taco Bell, Pizza Hut: Stop Mendukung Kekejaman terhadap Hewan!

Yum! Brands, perusahaan induk  dari  KFC, Pizza Hut, dan Taco Bell, bertanggung jawab atas pengurungan yang kejam dan kuno dari jutaan ayam petelur di kerangkeng kandang baterai yang sempit dan kotor.  Kandang baterai ini sangat sempit dan penuh dengan ayam sehingga ayam tidak bisa bergerak atau bahkan merentangkan sayapnya.  Seringkali, bagian tubuh mereka terperangkap di kandang, mengakibatkan tulang retak dan patah, kelainan bentuk, dan kerontokan bulu yang parah. Beberapa ayam, kelelahan atau tidak bisa bergerak, terinjak-injak sampai mati oleh kawanannya. Mereka yang selamat dari kekejaman ini, menghabiskan hidup mereka yang menyedihkan dengan terperangkap di lubang yang penuh kotoran dan bangkai ayam. Ribuan perusahaan di seluruh dunia telah meninggalkan kandang baterai. Komitmen Global untuk beralih ke sistem Bebas Kandang Baterai telah dibuat oleh beberapa perusahaan terbesar di dunia, termasuk Burger King, Tim Hortons, Popeyes, Unilever, Nestle, Aldi, InterContinental Hotels, Sodexo, Marriott, Wyndham, Compass Group, Shake Shack, Famous Brands, Costa Coffee, and Barilla. Bahkan, perusahaan makanan cepat saji dan perusahaan makanan hewan peliharaan pun sudah menjauh dari praktik yang mengerikan ini.  Yum! Brands menyatakan bahwa mereka mendedikasikan diri untuk “membangun merek global ikonik  yang dipercayakan dan didukung oleh masyarakat. Pelanggan di seluruh dunia kehilangan kepercayaan ketika KFC, Pizza Hut, and Taco Bell mendapat keuntungan dari kekejaman tak terbayangkan terhadap jutaan hewan. Tolong tanda tangani petisi ini dan meminta Yum! Brands untuk berhenti menggunakan kandang baterai.

Act For Farmed Animals
2 supporters
Petitioning Grant Reid, Claus Aagaard, Kevin Rabinovitch, Barry Parkin, Denise Young

Mars: Hapuskan Kandang Baterai

Mars Incorporated, perusahaan induk dari merek-merek seperti M&M's, Snickers, dan Whiskas, telah mengecewakan para hewan. Mars mengklaim berkomitmen untuk membantu menciptakan dunia yang aman, sehat, dan berkelanjutan bagi mitranya dan komunitas tempat Mars beroperasi, dan perusahaan tersebut sangat memperhatikan kesejahteraan hewan dalam rantai pasokannya. Namun demikian, Mars terus menjual produk dengan telur ayam dari kandang baterai di Amerika Latin, Afrika, dan Asia.  Produksi telur dalam kandang baterai secara luas dianggap sebagai salah satu bentuk kekejaman terhadap hewan yang paling mengerikan. Ayam dimasukkan ke dalam kandang kawat yang sangat kecil sehingga ayam tidak bisa berjalan, melebarkan sayap sepenuhnya, atau melakukan perilaku alami lainnya selama hampir seluruh hidup mereka. Banyak ayam terperangkap dan secara menyakitkan menjadi cacat dibawah kerangkeng kawat atau di bawah nampan tempat makan, mereka seringkali menderita kemudian mati. Mayat ayam dibiarkan membusuk bersama dengan ayam-ayam yang masih bertelur, dimana telur itu nantinya dikonsumsi manusia. Lebih dari 1.600 perusahaan di seluruh dunia telah berjanji untuk menghapuskan praktik kandang baterai dari rantai pasokan telur mereka. Faktanya, hampir 100 perusahaan telah berkomitmen untuk menghilangkan kandang baterai  dari rantai pasokan global mereka, termasuk perusahaan sejenis dan pesaing Mars seperti Hershey, Grup Ferrero, Nestlé, Unilever, PepsiCo, dan Grupo Bimbo. Mars telah gagal mengambil tindakan global untuk berhenti menggunakan  telur dari ayam yang dikurung di kandang baterai.  Tolong tanda tangani dan bagikan petisi ini yang meminta Mars membuat komitmen publik untuk menghapuskan kandang baterai kejam di seluruh dunia, dan membantu mengurangi penderitaan bagi ribuan ayam.

Act For Farmed Animals
104,070 supporters
Petitioning Joko Widodo, Retno Lestari Marsudi, Siti Nurbaya Bakar, Sofjan Djalil, Yasonna Laoly, Dokter Terawan, Agus Gumiwang Kartasasmita, Agus Suparmanto, Syahrul Yasin Limpo, I Ketut Diarmita, Edhy Prabow...

Pemerintah Indonesia : Tolong cegah wabah baru seperti Covid-19 #SebelumTerlambat!

Saat ini kita mengalami salah satu momen yang paling sulit dalam sejarah akibat wabah Covid-19. Wabah ini merupakan sebuah peringatan yang jelas, dan para ahli telah memperingatkan akan ada berbagai wabah serupa dapat bermunculan mulai sekarang. Mari kita bersama-sama memohon kepada pemerintah untuk segera mengambil tindakan mencegah wabah di masa yang akan datang, #sebelumterlambat! Berdasarkan Program Lingkungan PBB  (UNEP) 75% penyakit menular yang muncul adalah zoonosis, yang berarti berasal dari hewan sebelum menginfeksi manusia. Contohnya dalam kasus Covid-19, kemungkinan besar sumbernya adalah kelelawar. Peningkatan munculnya berbagai penyakit baru di seluruh dunia juga berkaitan langsung dengan kesehatan ekosistem dan bagaimana hewan diternakkan untuk untuk kebutuhan konsumsi. Karena alasan ini, kami meminta kepada pemerintah untuk menerapkan beberapa kebijakan di bawah ini untuk mencegah wabah di masa depan:  Hentikan perdagangan hewan liar dan penjagalan hewan hidup di pasar  Hentikan deforestasi  Hentikan perluasan lahan industri peternakan  Tegakkan larangan penggunaan antibiotik non-terapis dan sebagai suplemen makanan pada hewan  Terapkan pelarangan impor hewan ternak  Galakkan sistem pangan yang lebih berkelanjutan 1. Hentikan perdagangan hewan liar dan penjagalan hewan hidup di pasar  Pasar hewan dan perdagangan hewan liar dapat menjadi jembatan bagaimana penularan penyakit terjadi dari hewan ke manusia. Contohnya, kasus awal SARS terjadi karena adanya kontak dengan luwak yang dikurung di kerangkeng di pasar hewan; dan Ebola diyakini menular karena daging gorila yang terinfeksi dikonsumsi oleh manusia. Di Indonesia, masih ada pasar hewan liar  seperti Pasar Beriman Tomohon, Pasar Pinasungkulan di Manado, Pasar Pasty di Yogyakarta, Pasar Satria di Bali, Pasar Depok di Solo dan Pasar burung Jatinegara di Jakarta.  2. Hentikan deforestasi Deforestasi juga meningkatkan risiko munculnya wabah baru karena menyebabkan hewan-hewan liar berada lebih dekat dengan manusia dan hewan ternak. Contohnya, virus Nipah yang sangat mematikan, yang ditangani dengan cepat namun belum cukup cepat karena telah membunuh 100 orang di Malaysia. Itu semua dimulai saat sebuah peternakan babi merambah ke habitat kelelawar liar. Para kelelawar menjatuhkan buah-buahan yang terkontaminasi di peternakan yang kemudian dimakan oleh babi, dan menginfeksi manusia. Selain itu deforestasi juga terus terjadi dalam skala yang mengkhawatirkan. Hutan Amazon yang mewakili setengah dari hutan hujan dunia, dirusak demi produksi kedelai yang kemudian digunakan untuk memberikan makan hewan ternak di Indonesia. 3. Hentikan ekspansi  industri peternakan  Berdasarkan UNEP, industri peternakan merupakan jembatan penyakit antara hewan liar dan manusia. Penyakit mereka seperti flu burung, dapat menginfeksi dan membunuh manusia. Di Indonesia, ribuan ayam ditempatkan dalam kerangkeng yang penuh sesak. Dalam beberapa kasus, mereka bahkan tidak dapat bergerak atau merentangkan sayap. Sistem imun yang lemah, serta kurangnya diversitas genetik, mempercepat penularan penyakit di antara mereka. 4. Tegakkan larangan penggunaan antibiotik non-terapis dan sebagai suplemen makanan pada hewan Saat ini, 75% dari antibiotik di dunia digunakan pada hewan, paling banyak digunakan pada mereka yang dieksploitasi untuk kebutuhan pangan. Penggunaannya yang tidak bertanggung jawab menciptakan bakteri yang resisten terhadap obat dan dapat menyebar melalui daging, telur, dan susu yang terkontaminasi–atau bahkan tumbuhan dan air yang terkontaminasi oleh limbah industri peternakan.  Sampai saat ini, setiap tahun ada sekitar 700.000 orang meninggal karena resistensi bakteri secara global. Di tahun 2050, PBB memperkirakan resistensi bakteri dapat membunuh lebih dari 10 juta orang tiap tahunnya, angka yang lebih besar dari kanker. Indonesia telah melarang penggunaan antibiotik yang tidak bertanggung jawab untuk hewan, namun penelitian di lapangan menunjukkan masih banyak peternak yang tidak mematuhinya. 5. Larang impor hewan ternak  Selama dua dekade terakhir ini, Indonesia telah mengimpor 6.4 juta sapi dari Australia. Hewan-hewan tersebut menghabiskan berhari-hari, bahkan dalam beberapa kasus sampai dengan berminggu-minggu di ruang yang sempit, dalam kondisi panas atau dingin yang ekstrim, terkadang tanpa akses air bersih, dan tidak dapat beristirahat tanpa resiko terinjak-injak. Kotoran mereka terkumpul selama perjalanan , serta kondisi yang kotor dan sempit, menjadikannya lahan yang sempurna untuk penyakit yang dapat ditularkan dari satu negara ke negara lainya.  6. Galakkan sistem pangan yang lebih berkelanjutan  Sangat mungkin untuk mengubah kenyataan ini, dengan membuat sistem pangan yang berkelanjutan yang tidak bergantung pada peternakan hewan. Mari kita meminta pemerintah untuk membuat kebijakan yang mendukung kita untuk makan yang lebih sehat dan lebih berbasis nabati. Ketika kita mengonsumsi lebih banyak sayur dan menggantikan produk hewani dengan alternatif berbasis nabati, kita bisa meningkatkan sistem imun, melawan perubahan iklim dan deforestasi, dan menghindari kondisi dan dampak yang mengerikan dari industri peternakan serta menghindari wabah baru! Jangan pertaruhkan hidup kita di masa depan, padahal kita tahu cara untuk mencegahnya saat ini. Kita tidak butuh peringatan kedua dari alam. Mari kita desak pemerintah untuk mengambil tindakan sekarang juga. Ikuti gerakan #SebelumTerlambat. Tanda tangani petisi ini dan bagikan kepada teman-teman dan keluargamu untuk masa depan yang lebih aman untuk semua! 

Act For Farmed Animals
831 supporters
Petitioning Kennon Tam, Barry Sum, Michael Hartono, Caroline Djajadiningrat, Bintang Aritonang

McDonald's Indonesia: Hentikan Membeli Telur dari Ayam yang Dikerangkeng!

McDonald telah berkomitmen untuk tidak mendukung praktik kejam ini, serta memikirkan keamanan produk mereka untuk konsumen di Amerika Utara, Amerika Latin, dan Eropa. Tapi tidak di Indonesia! Lebih dari 150 juta ayam di Indonesia hidup dalam kerangkeng untuk menghasilkan telur. Penelitian terbesar yang pernah dilakukan juga menunjukkan bahwa sistem ini (disebut kandang-baterai) buruk untuk keamanan makanan. Karena berpeluang terkontaminasi oleh salmonella 25 kali lebih tinggi dibandingkan dengan peternakan bebas kandang-baterai. Di peternakan industri yang menggunakan kerangkeng, seringkali hewan diberikan antibiotik terus menerus, bahkan ketika mereka tidak sakit. Praktik ini secara langsung bertanggung jawab atas peningkatan bakteri super (superbugs) yang kebal terhadap antibiotik, yang juga dapat membunuh manusia. Tidak hanya mempengaruhi kesehatan kita, tetapi kandang-baterai ini merupakan salah satu bentuk pengurungan hewan paling kejam di dunia. Bayangkan, ayam-ayam ini hidup dalam kerangkeng sempit seluas kertas ukuran A4. Mereka bahkan tidak bisa berjalan atau merentangkan sayap sepenuhnya. Kerangkeng juga membuat ayam kehilangan bulunya dan menyebabkan penyakit tulang yang menyakitkan seperti osteoporosis. Lebih buruk lagi, Mcdonald's menerapkan 'standar ganda', karena telah berkomitmen untuk berhenti membeli telur dari peternakan kandang-baterai di Amerika Utara, Amerika Latin dan Eropa. Tetapi mengapa tidak di Indonesia? Orang Indonesia layak mendapatkan perlakuan yang sama seperti konsumen di negara lain! Bahkan Nestlé, Unilever, Kraft Heinz, dan Mondelez International sudah berkomitmen untuk hanya menggunakan telur dari ayam yang dibesarkan tanpa kerangkeng dalam produk mereka di Asia, termasuk di Indonesia. Mengapa McDonald tidak dapat melakukan hal yang sama? Tidak ada alasan bagi McDonald untuk tidak bergabung dengan gerakan ini, demi manusia dan hewan. Tanda tangani petisi ini dan bagikan dengan semua teman Anda! Petisi ini dibuat oleh Act For Farmed Animals, adalah kampanye bersama yang dijalankan oleh Animal Friends Jogja dan Sinergia Animal untuk meningkatkan kesejahteraan hewan di Indonesia. Klik tombol merah untuk menandatangani!

Act For Farmed Animals
21,683 supporters
Petitioning Kennon Tam, Barry Sum, Michael Hartono, Caroline Djajadiningrat, Bintang Aritonang

McDonald's: Stop using eggs from cage farming in Indonesia!

McDonald's has committed to not support this cruel practice of caging chickens for egg production and instead asks you to think about the food safety of their products which are produced for consumers in North America, Latin America, and Europe. But not in Indonesia, where McDonald's applies far poorer standards! More than 150 million chickens in Indonesia live in cages to produce eggs. The largest research ever conducted on poultry living conditions shows that this system (also called battery cages) is terrible for food safety, as the chance of humans becoming contaminated by bacteria such as salmonella is 25 times higher from chickens raised in a battery cage, than that of a cage-free chicken. On industrial-level farms that use battery cages, animals are often given antibiotics continuously, even when they are not sick. This practice is directly responsible for the increase in super-bacteria (superbugs) that are resistant to antibiotics, which can be deadly to humans.  Not only could this affect our health, but the battery-cage method of raising chickens is one of the cruelest forms of animal confinement known in the world. Imagine, these chickens live in narrow cages which are only as large as a piece of A4 paper. They can't walk, stand fully, or spread their wings completely. These cages can also make these chickens lose or shed their feathers due to stress, and have been known to cause painful bone diseases such as osteoporosis in the chickens contained within. Even worse now, Mcdonald's applies 'double standards', because while they have committed to stop buying eggs sourced from battery-cage farms in North America, Latin America, and Europe, they have not done so for Indonesia. Then why not in Indonesia? Indonesians deserve the same treatment as consumers in other countries! Even Nestlé, Unilever, Kraft Heinz, and Mondelez International have committed to only use eggs from chickens raised outside of cages in their products in Asia, including in Indonesia. So why can't McDonald's do the same thing? There is no reason for McDonald's to not join this movement, for the sake of both humans and animals. Please, sign this petition and share it with all your friends! This petition is done by Act For Farmed Animals, a joint campaign run by the NGOs Animal Friends Jogja and Sinergia Animal to improve animal welfare in Indonesia. Please click on the red box to sign!

Act For Farmed Animals
21,683 supporters