SAFEnet/Southeast Asia Freedom of Expression Network

30,904 supporters

SAFENET is a voluntary-based network of freedom of expression defenders (bloggers, activists, journalists, technologists, lawyers and Internet policy experts who dedicated to promote freedom of expression online) in Southeast Asia.

Started 2 petitions

Petitioning Pengadilan Negeri Mataram, Menkominfo

Bebaskan Ibu Nuril dari Jerat UU ITE #SaveIbuNuril

Di pulau Lombok, seorang perempuan bernama ibu Baiq Nuril Maknun yang dilecehkan secara seksual oleh atasannya H Muslim malah  dituntut ke pengadilan oleh pelaku pelecehan seksual tersebut dengan pasal karet UU ITE. Ancaman pidananya tidak main-main karena ia bisa dipidana 6 tahun penjara dan denda maksimal 1 milyar rupiah sebagai penyebar materi asusila. Akibatnya, Ibu Nuril ini pun sudah ditahan sejak 27 Maret 2017 sampai sekarang.Berita ini saya dapat dari jaringan aktivis kebebasan ekspresi yang berada di pulau Lombok pada Kamis, 4 Mei 2017 dan sontak saya tergerak untuk membuat petisi ini. Tuntutan petisi ini sederhana: Bebaskan Ibu Nuril dan hukum pelaku pelecehan seksual tersebut seberat-beratnya. Karena ibu Nuril sesungguhnya adalah korban dari atasannya yang berperilaku seperti predator dan sistem hukum yang tidak berpihak kepada yang lemah.Dalam catatan SAFEnet sejak 2008 sampai Mei 2017 tercatat paling tidak ada 37 pengaduan (19,37% dari total 190 pengaduan) yang menyeret perempuan ke ranah hukum dengan pasal-pasal represif di dalam UU ITE. Kasus-kasus yang menerpa perempuan ini kebanyakan tidak layak secara hukum dan melukai asas keadilan, sekaligus menunjukkan perempuan tidak terlindungi oleh hukum yang mengatur internet di negeri ini. Jika merujuk pada kronologi yang disampaikan ibu Nuril, materi yang melanggar hukum tersebut sebetulnya adalah rekaman perkataan H Muslim yang menceritakan kepada Ibu Nuril perbuatan asusilanya sendiri dengan perempuan selain istrinya. Selanjutnya rekaman tersebut beredar bukan karena disebarkan oleh Ibu Nuril melainkan disalin oleh orang lain yang meminjam HP milik Ibu Nuril. Kemudian rekaman tersebut beredar luas dan H Muslim memecat Ibu Nuril. Tapi kemudian H Muslim dimutasi dari jabatannya sebagai kepala sekolah SMAN 7 Mataram. Karena dendam dimutasi itulah, H Muslim berupaya mengkriminalisasi Ibu Nuril dengan memakai pasal 27 ayat 1 di dalam UU ITE yang bunyinya: Pasal 27 (1) UU ITE "Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hakmendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan yang melanggar kesusilaan." Sejak ditahan 27 Maret 2017 lalu, ibu Nuril mengalami tekanan psikologis dan keluarganya: suami dan 3 anaknya kini dilanda kesulitan keuangan akibat suaminya yang tadinya bisa bekerja di Pulau Gili Air, terpaksa harus meninggalkan pekerjaannya untuk mengurus ketiga anaknya yang masih kecil-kecil di Mataram dan sampai sekarang masih kesulitan menemukan pekerjaan baru. Maka saya mengajak kamu untuk tandatangan petisi ini dan menyebarkannya agar Ibu Nuril segera diberi penangguhan penahanan dan nantinya dibebaskan dari segala tuntutan hukum yang didakwakan padanya.Damar JuniartoRegional Coordinator SAFEnet/Southeast Asia Freedom of Expression Network  

SAFEnet/Southeast Asia Freedom of Expression Network
30,093 supporters
Petitioning Akil Mochtar

Bebaskan Benhan! #FreeBenhan

Kriminalisasi dan hukuman penjara bagi seseorang yang menggunakan akun social media Twitter/Facebook/Blog/dll, adalah hal yang membatasi hak seseorang untuk berpendapat. Penggunaan pasal pencemaran nama baik dengan hukum kriminal masuk penjara sebagaimana yang diatur oleh UU Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) pasal 27-29 dengan ancaman penjara 6 tahun untuk menjerat mereka yang menyatakan pendapatnya di akun social media adalah hal yang sudah seharusnya direvisi dan harus dihapuskan dari Indonesia. Kasus Benny Handoko atau @benhan merupakan salah satu dari banyak kasus pemakaian pasal pencemaran nama baik dengan hukum kriminal berdasar UU ITE. Fakta bahwa ia telah dipenjarakan merupakan "pertanda" dimulainya gerakan untuk membebaskan semua kita dari bahaya pemakaian pasal pencemaran nama baik untuk memenjarakan pengguna akun sosial media dan menjamin kebebasan berpendapat semua kita tetap dilindungi oleh undang-undang. Tiga hal yang menjadi alasan mengapa kamu perlu mendukung kampanye "BebaskanBenhan!" ini: 1. Pasal pencemaran nama baik UU ITE lebih berat hukumannya dari aturan dalam KUHP. 2. Chilling Effect yang membuat orang menjadi jera untuk menyampaikan pendapat. 3. Benhan atau siapapun tidak boleh dipenjara hanya karena menggunakan haknya untuk berpendapat di akun social media. Mari kita suarakan "Bebaskan Benhan" mulai detik ini!

SAFEnet/Southeast Asia Freedom of Expression Network
811 supporters