Mahasiswa Multimedia Jurusan Ilmu Komunikasi 2016 Universitas Teknologi Sumbawa

559 supporters

    Started 1 petition

    Petitioning Kementrian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia

    Wujudkan Gagasan E-skripsi, Selamatkan Masa Depan Bumi

    Dalam kehidupan sehari-hari kegiatan kita tidak terlepas dari keberadaan kertas. Beberapa contoh seperti bungkus nasi, menulis atau mencatat materi pelajaran, struk belanja di minimarket, laporan-laporan tugas kuliah, dan masih banyak lagi. Demikian juga aktivitas di dalam instansi, lembaga, maupun perguruan tinggi sangat banyak menggunakan kertas baik itu untuk tugas, laporan, administrasi, skripsi, jurnal, tesis, disertasi, dll. Pada tahun 2018 UI mewisudakan 8.177 mahasiswa sarjana, diploma sampai doktor. Sementara itu UGM yang saat ini memiliki 18 fakultas, pada tahun 2018 UGM mewisudakan mahasiswanya sebanyak 1.850 lulusan sarjana sampai diploma. Demikian juga ITB, pahun 2018 ITB mewisudakan 1.954 orang sarjana sampai diploma. Dari angka tersebut, dapat kita perkirakan bahwa dalam setahun universitas-universitas besar di Indonesia mewisudakan kurang lebih 10.000 orang. Angka tersebut belum dijumlahkan dengan banyaknya wisudawan dari perguruan tinggi kecil lainnya di Indonesia. Hal ini sama artinya dengan banyaknya penggunaan kertas untuk print out dari skripsi-skripsi tersebut. Sedangkan jumlah perguruan tinggi di Indonesia yang terdaftar di Ristek Dikti mencapai 4.504 unit baik itu PTS, PTN, maupun PTA. Sekarang, coba kita kalkulasi. Satu rim kertas pada umumnya membutuhkan satu pohon berusia 5 tahun. Sementara itu, untuk mencetak skripsi beserta revisi katakanlah misal paling sedikit membutuhkan kurang lebih 1 rim kertas. Maka, setiap wisudawan membutuhkan 1 batang pohon untuk pengerjaan skripsinya. Jika setiap tahun dari universitas besar saja ada 10.000 wisudawan, berarti terdapat 10.000 pohon yang ditebang untuk skripsi dalam 1 tahun saja. Ini belum termasuk pohon-pohon untuk skripsi wisudawan dari perguruan tinggi lainnya. Berdasarkan hal tersebut, tentu banyaknya penggunaan kertas berdampak terhadap jumlah penebangan pohon. Jika hal ini tak segera diatasi, berapa pohon lagi yang harus dikorbankan untuk diolah menjadi kertas? Sedangkan kita semua tahu dampak dari penebangan pohon menimbulkan banyak kerugian seperti hutan gundul, tanah longsor, banjir, perubahan iklim dan cuaca, serta ketidakseimbangan lingkungan lainnya. Maka dari itu, untuk meminimalisir jumlah penggunaan kertas tersebut kami berharap agar skripsi bisa diterbitkan dalam bentuk e-skripsi. Kami mengajak rekan-rekan mahasiswa, pelajar, para dosen, dan akademisi lainnya untuk berpartisipasi menandatangani petisi ini dalam rangka mendukung gagasan ini. Apabila gagasan ini bisa diwujudkan, maka kita akan turut berpartisipasi dalam SDGs (Sustainable Development Goals), yaitu program rancangan yang terukur dan terikat tenggat waktu yang direncanakan oleh dewan PBB sebagai agenda pembangunan yang bertujuan untuk meningkatkan kemaslahatan dan kesejahteraan manusia dan bumi. Beberapa program SDGs yang dapat kita dukung dengan gagasan e-skripsi ini di antaranya ; dengan meningkatnya jumlah pohon yang dilestarikan akan berdampak pada jumlah volume air bersih yang akan semakin meningkat (relevansi poin 6 SDGs), menciptakan serta meringankan alur konsumsi-produksi yang bertanggung jawab (poin 12 SDGs) dengan berkurangnya penebangan pohon utuk penggunaan kertas akan meringankan beban setiap industri untuk penanaman dan menjaga keseimbangan produksi dan alam yang lebih seimbang dan alami, pengurangan penggunaaan kertas juga akan berdampak pada kelestarian ekosistem darat dan akan memberika danpak positif yang besar bagi keseimbangan kehidupan makhluk bumi baik flora fauna dan manusia (poin 15 SDGs), dengan terjaganya ekosistem darat tentu akan memberikan dampak pada penanganan perubahan iklim yang dewasa ini dirasakan sangan sulit sekali untuk menangani hal tersebut karena kerusakaan keseimbangan ekosistem darat ( poin 13 SDGs), dengan terjaganya jumlah eksistensi pohon yang banyak tentu akan memberikan dampak yang sangat besar bagi kesehatan dan kesejahteraan kehidupan manusia (poin 3 SDGs). Jika diberlakukan ketetapan skripsi print out bisa dialihkan menjadi e-skripsi, maka hal tersebut menjadi salah satu upaya kita untuk melestarikan bumi yang sudah tua ini. Sebab, setiap satu jurnal ilmiah terbit sama artinya mempercepat usia kematian bumi. Jika kita bisa melangkah untuk perubahan sejak hari ini, maka kita menjaga kehidupan anak cucu di masa depan. Ayo, tanda tangani petisi ini sekarang juga!

    Mahasiswa Multimedia Jurusan Ilmu Komunikasi 2016 Universitas Teknologi Sumbawa
    559 supporters