Jakarta Animal Aid Network

688,438 supporters

Jakarta Animal Aid Network otherwise known as JAAN is a non-governmental, non-profit organization dedicated to improving the lives of Indonesia's animals.

Started 2 petitions

Petitioning Joko Widodo

STOP Travelling Dolphin Shows!

-- Indonesian version: www.change.org/stopsirkuslumba -- They’re intentionally starved. Transported in cramped and dark trucks in almost dry conditions for hours. The chlorine in the pool can make them blind. The loud truck/plane engine sound, and music from the show damage their sonar. Its not a surprise that they are sometimes found dead. And all this in the name of education and conservation? This is what is was found at the Travelling Dolphin Circus being run by Wersut Seguni Indonesia (WSI) across Indonesia. The circus claim to have rescued these dolphins but in fact the dolphins are captured from the wild at around $200-300 each. Indonesia is the only country where this cruel "entertainment" continues. We can stop this, if we pressure companies to stop their support for the circus. That means supermarkets like Ramayana and regional governments in Java to stop providing space. In the past, through public pressure, companies like Carrefour have stopped providing them a venue, and just weeks ago, Garuda agreed to stop transporting these dolphins by air. Now, let’s ask the Indonesian minister of environment and forestry: to these terrible dolphin travelling shows! Sign this petition NOW, and save the dolphins! ------------------------------------------- Watch the video of the world’s last remaining travelling dolphin circuses in Indonesia: http://vimeo.com/29454682 Facebook page: https://www.facebook.com/pages/Close-Down-Indonesian-Dolphin-Traveling-Circus/126111427469027 Twitter: @savedolphin_ina -------------------------------------------

Jakarta Animal Aid Network
344,219 supporters
Petitioning Joko Widodo

Hentikan sirkus keliling Lumba-Lumba!

--English version: www.change.org/travellingdolphins -- Mereka sengaja dibuat lapar. Mereka diangkut truk yang sempit, gelap, dan pengap. Klorin dalam kolam sering membuat mereka buta. Bunyi yang mereka dengar dalam truk, pesawat, atau musik keras pertunjukkan membuat kerusakan sonar. Tidak heran bila mereka sering ditemukan mati. Dan semua ini dengan dalih pendidikan dan pelestarian? Inilah yang ditemukan pada sirkus lumba-lumba keliling PT. Wersut Seguni Indonesia (WSI) dan beberapa lainnya. Mereka mendapatkan lumba-lumba dari hasil tangkapan di sekitar pulau Karimun Jawa, 2-3 juta per ekor. Saking buruknya industri ini, praktek ini telah dihentikan di seluruh dunia, kecuali Indonesia. Hal ini dapat kita hentikan apabila kita bisa menekan perusahaan-perusahaan lain untuk mendukungnya. Dengan tekanan-tekanan serupa, Carrefour, hero, Giant, Lottemart telah setuju untuk berhenti menyediakan tempat parkirnya untuk area sirkus ini. Begitu pula dengan Garuda, yang telah berkomitmen untuk berhenti mengangkut lumba-lumba dengan pesawatnya dan Teh Botol Sosro, Coca-Cola yang telah berhenti mensponsori.  Namun, praktik sirkus lumba keliling masih ada sampai sekarang, diadakan diberbagai mal daerah, dan bahkan difasilitasi oleh Pemkab, Pemkot, dan Pemda, bahkan di ruang publik! Mari kita berikan mereka kesempatan untuk melakukan hal yang benar. Paraf petisi ini, sekarang! Dan selamatkan Lumba-Lumba Indonesia. World’s last remaining travelling dolphin circusses in Indonesia:  http://vimeo.com/29454682  Facebook: https://www.facebook.com/pages/Close-Down-Indonesian-Dolphin-Traveling-Circus/126111427469027 Twitter: @savedolphin_ina --------------------------------------------  

Jakarta Animal Aid Network
344,219 supporters