Going Green in Jakarta

3,828 supporters

    Started 2 petitions

    Petitioning APRINDO

    Hentikan epidemik plastik di supermarket!

    [English version] [Seorang pria mengumpulkan plastik di antara sampah yang mengambang di sungai Citarum yang tercemar, Jakarta, Indonesia. Foto: Bagus Indahono / EPA] Kami meminta Asosiasi Perusahaan Ritel Indonesia (APRINDO) untuk meningkatkan upayanya dalam memastikan Jakarta yang lebih sehat, dan lebih bebas dari plastik dan limbah, termasuk (1) Mengurangi penggunaan kemasan plastik di semua supermarket (2) Stocking baru 'jalur produk hijau, dan (3) Membuang sampah supermarket secara bertanggung jawab. Saat ini kita mengalami krisis sampah di Indonesia! Terutama di ibukota Jakarta dan kota-kota besar lainnya, di mana berton-ton sampah dibuang setiap hari di tempat pembuangan sampah (seperti Bantar Gebang di daerah Bekasi). Tempat pembuangan sampah ini berusaha menampung limbah yang terus meningkat, seiring pertumbuhan populasi dan orang-orang yang mengkonsumsi lebih banyak lagi. Sampah kita sering berakhir di saluran air, laut dan tempat pembuangan sampah atau dibakar sembarangan, mencemari udara dengan asap beracun dan menyebabkan penduduk perkotaan memiliki risiko kesehatan seperti polusi air tanah dan penyakit pernafasan. Walaupun ada upaya pemerintah (seperti Bank Sampah), usaha pengumpul sampah individual (pemulung) dan gerakan seperti BebasSampah2020, masih belum ada skema daur ulang yang efektif dan kurangnya kesadaran penduduk akan ramah lingkungan. Sebagai konsekuensi dari semua ini, Indonesia telah menjadi penyumbang plastik di laut terbesar kedua di dunia! Jutaan burung, ikan, mamalia laut dan karang diketahui telah menderita karena terbelit atau mengkonsumsi sampah plastik. Pada akhirnya akan membawa pengaruh pada manusia juga melalui makanan laut yang terkontaminasi. Tumpukan sampah yang menggunung juga terbukti dapat berakibat fatal pada saat hujan lebat; seperti bencana di Bandung (2005), tempat pembuangan sampah yang longsor di Leuwigajah menewaskan 143 orang dan mengubur 71 rumah. Salah satu kontributor terbesar dari epidemik ini adalah kebiasaan membungkus setiap belanjaan kebutuhan sehari-hari di Supermarket dalam plastik dan produk-produk plastik seperti tas, botol, sedotan dan alat makan. Phthalate salah satu kandungan bahan kimia dalam plastik meracuni makanan kita melalui kemasan, yang akhirnya membawa dampak pada hormon kita dan menyebabkan banyak masalah kesehatan serius seperti asma, alergi dan kanker. Kita, sebagai pelaku bisnis dan konsumen, terus memproduksi dan menggunakan plastik dengan cara yang tidak bertanggung jawab. Kita memiliki tanggung jawab yang sama untuk merubah proses ini di Jakarta. Ayo kita cari solusinya! Kita bisa mulai dengan Menolak, Mengurangi, Menggunakan Kembali, Mengganti dan Daur ulang produk berbasis plastik dalam kehidupan kita harian. Dengan semangat ini, kami meminta Asosiasi Perusahaan Ritel Indonesia (APRINDO) untuk mengambil beberapa langkah sederhana untuk membantu mewujudkan Jakarta yang lebih sehat dan bebas dari sampah dan plastik. Langkah-langkah ini meliputi: 1. Mengurangi penggunaan kemasan plastik di semua supermarket dengan cara: 1.1. Menghindari pembungkus buah dan sayuran dalam plastik dan styrofoam. Mulai gunakan pembungkus hasil produksi lokal yang terbuat dari singkong atau rumput laut sebagai pengganti. 1.2. Mulai mengurangi penggunaan kantong plastik di bagian produk segar dan daging / ikan, menawarkan pembungkus alternatif dari kertas dan melatih staf karyawan untuk menanyakan pelanggan kalau tidak keberatan memasukkan produk yang berbeda ke dalam tas yang sama. 1.3.  Mengajak konsumen untuk membawa tas mereka sendiri atau menjual tas kain bisa digunakan kembali 2. Menjual produk baru “Green Product” seperti barang sekali pakai yang terbuat dari 100% bahan yang mudah terurai bioplastik / non plastik 100% / barang bekas pakai. Alternatif ramah lingkungan (terbuat dari bahan mudah terurai bioplastik, singkong, bambu, ganggang, gandum) untuk kantong sampah, sedotan, cangkir sekali pakai, piring dan alat makan. Dengan melakukan itu, APRINDO juga akan mendukung produksi lokal, UKM, dan ekonomi! 3. Memastikan bahwa limbah makanan dan kemasan yang dibuang di supermarket benar-benar didaur ulang (Recycled) atau diolah (Upcycled), membedakan antara sampah organik, plastik, logam. Menyediakan tempat sampah daur ulang untuk staf dan pelanggan, termasuk opsi untuk produk seperti baterai. Dengan demikian APRINDO akan selaras dengan praktik terbaik pengecer di berbagai negara di dunia. Sebagai pelanggan dan penduduk Jakarta, saya meminta Asosiasi Perusahaan Ritel Indonesia (APRINDO) untuk meningkatkan usaha Anda mempertimbangkan kepentingan lingkungan dalam operasi Anda. WAKTU UNTUK MEMBUAT PERUBAHAN, MEMULAI DARI ANDA! Terima kasih telah menandatangani dan membagikan petisi ini.

    Going Green in Jakarta
    1,914 supporters
    Petitioning APRINDO

    USE YOUR POWER TO END THE PLASTIC EPIDEMIC IN SUPERMARKETS!

    [Bahasa Indonesia version] USE YOUR POWER TO END THE PLASTIC EPIDEMIC IN SUPERMARKETS!sign the petition! [A man collects plastic among rubbish floating on polluted Citarum river, Jakarta, Indonesia. Photograph: Bagus Indahono/EPA] We are asking the Association of Retail Enterprises of Indonesia (APRINDO) to upgrade its efforts towards ensuring a healthier, and more plastic- and waste-free Jakarta including (1) Reducing the use of plastic packaging in all supermarkets (2) Stocking new ‘green product’ lines, and (3) Disposing supermarket waste responsibly. We have a trash crisis in Indonesia! Especially in the capital Jakarta and other major cities, where tonnes and tonnes of rubbish are daily dumped in landfills (eg. Bantar Gebang, Bekasi). These landfills are struggling to cope with the ever-increasing waste, as the population grows and people consume more and more. Our trash can often end up in waterways, oceans and uncontrolled landfills, or is openly burned, polluting the air with toxic smoke and exposing urban dwellers to health risks such as groundwater pollution and respiratory diseases. Despite government efforts (such as Bank Sampah), the work of individual trash collectors (pemulung) and movements like BebasSampah2020, there is still no effective citywide recycling scheme operating at scale, and limited public awareness of ‘going green’. As a consequence of all this, Indonesia has become the second-largest contributor to marine plastic in the world! Millions of birds, fishes, marine mammals and corals are known to have suffered due to entanglement or ingestion of plastic debris. And eventually affecting the human too via contaminated seafood. Gigantic mountains of waste have also proven fatal during heavy rains; such as the catastrophe in Bandung (2005) where a waste avalanche at Leuwigajah dumpsite killed 143 people and buried 71 houses. One of the biggest culprits to this epidemic is the unnecessary act of wrapping every single piece of produce in our grocery stores in plastic, as well as the cheap and readily available plastic products such as bags, bottles, straws and cutlery. The phthalate chemicals in plastics leach into our food through packagings, affecting our hormones and causing many serious health issues like asthma, allergies and even cancer. We, as businesses and as consumers, continue to produce and use plastic in an irresponsible and destructive way. We share the responsibility to reverse this process in Jakarta. Let’s start working on solutions!We can start by Refusing, Reducing, Reusing, Repurposing and Recycling plastic-based products in our daily lives. In this spirit, we ask you, the Association of Retail Enterprises of Indonesia (APRINDO) to take some simple steps to help work towards a healthier, and more plastic- and waste-free Jakarta. These steps include: 1. Reducing the use of plastic packaging in all the supermarkets by:1.1. Avoiding wrapping fruits and vegetables in plastic and styrofoam. Consider locally-made, biodegradable cassava- or seaweed-based packaging, instead. 1.2. Phase out the use of plastic bags in the fresh produce and meat/fish sections as well as at the counter and, in the short term, offering paper alternatives and training staff to ask customers if different products can be put in the same bag. 1.3 Encouraging consumers to bring their own bags or selling reusable cloth bags, and biodegradable or upcycled bags (made from non recyclable plastic). 2. Stocking new ‘green product’ lines such as 100% biodegradable bioplastic/ non-plastic disposable items/ reusable items. Eco-friendly alternatives (made of biodegradable bioplastic, cassava, bamboo, algae, wheat) for trash bags, straws, disposable cups, plates and cutlery are already available on the market in Indonesia. By doing that, you would also support local production, SMEs and the economy! 3. Ensuring that food waste and discarded packaging in supermarkets are properly recycled or upcycled, by differentiating between organic waste, plastic, metals, etc. Provide recycling bins in store for staff and customers, including options for recycling products such as batteries. By doing so you would align with retailers’ best practice in various countries in the world. As a customer and a resident of Jakarta, I request that you, the Association of Retail Enterprises of Indonesia (APRINDO) upgrade your efforts to make environmental considerations central to your operations. It's TIME TO MAKE A CHANGE,LET'S START FROM YOU! Thank you for signing and sharing this petition.      

    Going Green in Jakarta
    1,914 supporters