FK - KOBAR ONLINE

2,245 supporters

    Started 2 petitions

    Petitioning Joko Widodo, Ketua dan Para Wakil Ketua DPR RI, Komisi IX DPR, Rudiantara

    Tutup Fintech Pinjaman Online

    Lagi dan lagi Pinjaman Online membuat kehebohan dengan tertangkapnya 4 orang karyawan penagihan salah satu perusahaan pinjaman online bernama Vloan. mereka yg tertangkap ini akibat melakukan cara penagihan yg tidak lazim yaitu melakukan pelecehan seksual kepada nasabah yg ditagihnya. belum lagi kasus bunuh diri yg menimpa seseorang karena terjerat pinjaman online. 2 kasus diatas akibat dari cara penagihan perusahaan aplikasi pinjaman online yg tidak lazim yaitu melakukan intimidasi, penyebaran data pribadi hingga pelecehan terhadap nasabah yg mengalami telat melakukan pembayaran utang. Mau sampai kapan hal ini akan terjadi? berbagai elemen masyarakat sudah melakukan laporan ke berbagai pihak mengenai permasalahan ini akan tetapi tidak ada tindakan tegas dari pemerintah terhadap Perusahaan Aplikasi, salah satunya perusahaan aplikasi bernama Rupiah Plus yg telah banyak melakukan pelanggaran, belakangan Rupiah Plus menghilang dan berganti nama menjadi Perdana. dengan nama baru Perdana "puasa" melakukan penagihan dengan cara tak lazim, tetapi bbrp hari belakangan Perdana mulai "kumat" dengan melakukan cara penagihan yg sama dengan Rupiah Plus. otoritas jasa keuangan serta Asosiasi fintech hanya menyerukan untuk lapor dan lapor tanpa ada tindakan tegas. alih2 membantu masyarakat di sektor keuangan malah membuat masyarakat resah dengan tindakan penagihan para oknum karyawan penagihan pinjaman online. sudah banyak "korban" dari tindakan penagihan pinjaman online ini. jika pemerintah tidak mampu melindungi konsumen dari jerat pinjaman online, lebih baik larang semua pinjaman online beroperasi di Indonesia serta Bubarkan Asosiasi Fintech

    FK - KOBAR ONLINE
    139 supporters
    Petitioning Otoritas Jasa Keuangan, Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia, Presiden Joko Widodo

    TUTUP FINTECH LIAR DAN MERESAHKAN

    Merebaknya Pinjaman berbasis aplikasi yg lebih dikenal dengan fintech dirasa angin segar utk permasalahan ekonomi sebagian masyarakat indonesia. dengan iming-iming bunga rendah dan proses yang mudah serta cepat membuat fintech di gandrungi oleh masyarakat yang sedang membutuhkan uang disaat darurat.   tetapi belakangan permasalahan mulai terjadi disaat terjadi gagal bayar pada saat jatuh tempo, para penagih fintech ini akan melakukan berbagai macam cara untuk melakukan penagihan kepada nasabah yang tidak membayar pada saat jatuh tempo, mulai dari mengirim pesan kepada kerabat, teman, orang tua, rekan kerja, kantor perusahaan tempat nasabah bekerja yang ada dalam kontak ponsel nasabah yang sebelumnya sudah diakses oleh aplikasi tersebut dengan persetujuan nasabah di awal pengajuan, walaupun dengan persetujuan nasabah untuk mengakses kontak bukan berarti memberi izin menyebarkan data nasabah kepada pihak lain, apalagi dengan menyebarkan foto identitas nasabah yang merupakan ranah privacy seseorang. cara selanjutnya yg dilakukan oleh para fintech untuk melakukan penagihan yaitu mengintimidasi dan ancaman kepada nasabah dituduh maling, pencuri, gembel, penipu dan membawa kabur uang perusahaan dimana ini merupakan sebuah fitnah dan pencemaran nama baik yang sudah sangat keterlaluan. masih banyak cara-cara tak lazim lainnya yang dilakukan oleh para penagih perusahaan fintech ini terhadap nasabah yang gagal bayar... akibat yang ditanggung para nasabah atas cara penagihan seperti diatas beragam ada yg  menjadi minder di lingkungan rumah, kantor, ada yang frustasi, rumah tangga berantakan, melakukan percobaan bunuh diri, orang tua meninggal karena serangan jantung saat di telpon karyawan penagihan, bahkan yg lebih parah dikeluarkan dari perusahaan tempatnya bekerja akibat perusahaan fintech menghubungi pimpinan perusahaan dan memfitnah nasabah yang bersangkutan.   alih - alih sebagai solusi darurat keuangan malah menjadi hal yang meresahkan di masyarakat...padahal dalam kasus gagal bayar sudah ada sanksi yang ditanggung oleh nasabah yaitu berupa denda dan bunga harian yang berjalan... dan dari 100 orang nasabah gagal bayar sesuai jatuh tempo sekitar 90 orang akan tetap membayarkan hutangnya pada saat telah memiliki dana untuk membayar. tetapi jika nama baik di cemarkan melalui fitnah, intimidasi dan ancaman, bahkan sampai dipecat dari perusahaan bagaimana nasabah akan melakukan kewajiban untuk bayar??? jadi kami dari FORUM KOMUNIKASI KORBAN RENTENIR ONLINE (FK - KOBAR ONLINE) memohon kepada pihak terkait agar dapat mengatasi permasalahan ini secepatnya....

    FK - KOBAR ONLINE
    2,106 supporters