Yosef Rabindanata Nugraha, Max Vollmer, Dortmund Kills

37,226 Supporters

Yosef Rabindanata Nugraha und Max Vollmer werden bei ihrer Petition von der Kampagne Dortmund Kills unterstützt. Dortmund Kills ist eine Kampagne von Forum Rauchfrei, Deutscher Jugendschutzverband, Indonesia Bebas Rokok, Stiftung rauchfrei leben und Unfairtobacco.org.

Started 4 petitions

Victory
Petitioning Parteien im Dortmunder Stadtrat

Rettet Dortmunds guten Namen! Keine Inter-tabac ASIA!

Wie würde die Stadt Dortmund handeln, wenn eine Firma eine Veranstaltung einfach trotzdem durchführte, obwohl die Stadt sie untersagt hat? Genau das passiert gerade auf Bali. Die Westfalenhallen GmbH, die zu 100% der Stadt Dortmund gehört, will dort am 27./28. Februar die Tabakmesse Inter-tabac ASIA durchführen. Der Gouverneur von Bali und andere Regierungsstellen in Indonesien fordern den Stopp der Veranstaltung. Und trotzdem besteht die Westfalenhallen Dortmund GmbH darauf, die Messe durchzuführen. In den letzten zwei Monaten haben mehr als 12.000 Menschen vom Dortmunder Oberbürgermeister Ullrich Sierau den Stopp der Messe gefordert: www.change.org/dortmundkills. Denn mit dieser Tabakmesse fördert die Stadt Dortmund den Tabakhandel in einem Land, in dem Zigaretten ganz legal an Kinder verkauft werden – was ich, Yosef, am eigenen Leib zu spüren bekam (mehr dazu hier). Als wir die Petition übergeben wollten, hat Oberbürgermeister Sierau die Annahme verweigert, obwohl ich dafür extra aus Indonesien angereist war. (Auch das WDR-Fernsehen hat berichtet: http://tinyurl.com/mu7wbrb) Die Grüne Ratsfraktion hat letzte Woche einen Dringlichkeitsantrag im Stadtrat gestellt – der komplett abgeschmettert wurde. Aus dem Stadtrat haben wir gehört, dass die Stadtverwaltung die Informationen über die Aussagen des Gouverneurs von Bali als „glatte Lüge“ bezeichnet hat. Damit hat die Verwaltung den Stadtrat belogen. Denn es gibt Dokumente und Pressemeldungen, die das belegen (Brief der Provinzregierung von Bali; Indonesischer Koordinierungsminister fordert Stopp der Messe; Gouverneur von Bali fordert wiederholt den Stopp der Messe). Wir appellieren dringend an alle Mitglieder des Stadtrates, die Geschäftsführung der Westfalenhallen dazu zu bewegen, die Messe abzusagen. Im Leitbild der Westfalenhallen GmbH heißt es: „Der Auftrag der Westfalenhallen wird von der Gesellschafterin Stadt Dortmund vorgegeben und ist deshalb in Verantwortung gegenüber den Bürgern zu erfüllen.“ Ich, Max, bin Dortmunder Bürger. Und wie viele andere Dortmunder fordere ich die Stadtratsmitglieder auf:Machen Sie von Ihrem Recht als Gesellschafterin der Westfalenhallen Gebrauch! Übernehmen Sie Verantwortung: Bitte stoppen Sie die Inter-tabac ASIA und retten Sie damit den guten Namen der Stadt Dortmund im In- und Ausland. ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~ Gerne können Sie auch eigene Emails an die Fraktionen des Dortmunder Stadtrats schreiben, oder dort anrufen. Sie können sich dann einfach die Partei aussuchen, die Ihnen am nächsten ist und darauf Bezug nehmen („Ich bin Wählerin der SPD, dieses Anliegen liegt mir am Herzen, bitte tun Sie etwas dagegen!“). Kontaktdaten:SPD: fraktion@spd-fraktion-dortmund.de / Tel.: 0231 5745-13/14CDU: fraktion@cdu-dortmund.de / 0231 57 94 11 / 12Linke: fraktion@dielinke-dortmund.de / 0231 50-27240FDP: info@fdp-bl.de / 0231 50 27294Grüne (hier bitte nur Danke sagen, dass sie die Sache schon in die Hand genommen haben!): fraktion@gruene-do.de / 0231 - 502 20 78 -- Siehe dazu: http://www.gruene-do.de/meldung_ansicht+M51bb0bffdf1.html ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~ Weitere Infos:- Immer auf dem Laufenden: www.facebook.com/dortmundkills und www.dortmundkills.de- Brief der Provinzregierung von Bali: www.dortmundkills.de/de/brief-der-regierung-von-bali- Artikel in der Jakarta Post (Tourismusindustrie befürwortet Verbot der Inter-tabac ASIA): www.thejakartapost.com/bali-daily/2014-02-12/tourist-industry-lauds-tobacco-fair-ban.html- Artikel in der Pos-Kota (Koordinierungsminister fordert Stopp der Messe): www.dortmundkills.de/de/minister-fuer-volkswohlfahrt-fordert-stopp-der-messe- Rauchende Kinder in Indonesien: www.youtube.com/watch?v=tkIKFN00N4Y- Mehr als 12.000 Menschen fordern den Stopp der Messe: www.change.org/dortmundkills- Oberbürgermeister Ullrich Sierau verweigert die Annahme der Unterschriften, obwohl einer der Petitionsinitiatoren den weiten Weg von Indonesien angereist ist (WDR-Bericht): http://www1.wdr.de/mediathek/video/sendungen/lokalzeit/lokalzeit-aus-dortmund/videoprotestegegenrauchermesse100_size-L.html?autostart=true#banner ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~ Max und Yosef werden bei ihrer Petition von der Kampagne Dortmund Kills unterstützt. Dortmund Kills wird organisiert von Forum Rauchfrei, Deutscher Jugendschutzverband, Indonesia Bebas Rokok, Unfairtobacco.org und Stiftung rauchfrei leben.

Yosef Rabindanata Nugraha, Max Vollmer, Dortmund Kills
35 supporters
Victory
Petitioning Ullrich Sierau

Hentikan Kota Dortmund mempromosikan tembakau di Indonesia!

*** English translation *** Deutsche Übersetzung*** Kota Dortmund mempromosikan pameran perdagangan rokok di Indonesia, di mana rokok dapat secara sah dijual kepada anak-anak. Kota ini memiliki Westfalenhallen Dortmund GmbH. Perusahaan ini mengatur pemeran perdagangan rokok Inter-tabac ASIA, yang untuk pertama kalinya diadakan di Indonesia pada tanggal 27-28 Februari 2014. Kota Dortmund secara langsung mempromosikan rokok di negara di mana anak-anak tidak terlindungi dari bahaya merokok. Oleh karena itu kami, Yosef Rabindanata Nugraha (22) dari Jakarta (Indonesia) dan Max Vollmer (27) dari Dortmund (Jerman), ingin kota Dortmund untuk membatalkan pameran perdagangan rokok Inter-tabac ASIA. Mereka berhasil menjebak saya, Yosef (Indonesia) saat saya berusia 12 tahun. Saya sangat beruntung, saya berhasil berhenti merokok ketika saya berusia 19 tahun, tapi tidak untuk anak-anak seumuran saya. Saya tidak ingin Negara saya menjadi tujuan industri rokok dalam menjual produk mereka. Saya, Max dari Kota Dortmund, sangat terkejut dengan keterlibatan yang tidak bertanggung jawab dari kampung halaman saya dalam bisnis rokok. Sampai sekarang walikota dan dewan kota tidak bersedia untuk mengubah situasi. Mereka lari dari tanggung jawab mereka untuk menginstruksikan Westhallenhallen untuk menghentikan pameran perdagangan rokok di Indonesia segera. Sangat sulit untuk melawan industri rokok global. Sekarang ini adalah pilihan yang efektif. Jika banyak orang menandatangani petisi ini, kota tidak dapat melakukan investasi terhadap kehendak warga negara mereka. Kami menyerukan Ullrich Sierau, Walikota Dortmund untuk: 1. Menghentikan penyelenggaraan Inter-tabac ASIA 2. Memastikan bahwa Westfalenhallen Dortmund GmbH tidak lagi menyelenggarakan pertemuan terkait perdagangan rokok di Indonesia maupun negara-negara lainnya di dunia di masa yang akan datang. 3. Menjauhkan diri dari industri rokok, mengedepankan kesehatan di atas keuntungan perusahaan, baik di Indonesia maupun di Dortmund. Tolong dukung kami untuk membuat kota Dortmund merubah keputusannya.Tanda tangani petisi kami sekarang. Petisi ini ditujukan kepada walikota Dortmund Ullrich Sierau dan ketua dewan pengawas dari Westfalenhallen Dortmund GmbH, Friedhelm Sohn. Tolong sampaikan link ke teman-teman dan kenalan:. www.change.org/dortmundkills  Tidak ada banyak waktu yang tersisa. Terima kasih, Yosef dan Max. Website: www.dortmundkills.de Facebook: www.facebook.de/dortmundkills Max dan Yosef mendapatkan dukungan terhadap petisinya dari Campaign Dortmund Kills. Dortmund Kills diselenggarakan oleh Forum Rauchfrei (“Forum Bebas Asap Rokok”), Deutscher Jugendschutzverband (“Asosiasi Jerman untuk perlindungan remaja”), Indonesia Bebas Rokok, Unfairtobacco.org and Stiftung rauchfrei leben ("Foundation smokefree living").  --------------------------- Latar Belakang Industri rokok menjadikan Negara-negara yang memiliki mayoritas penduduk berpenghasilan rendah dan menengah sebagai target pasar mereka. Jika industri rokok ini berhasil, konsekuensinya adalah populasi di Negara tersebut akan hancur dan angka kematikan akan meningkat secara dramatis.   Indonesia dianggap sebagai Negara yang “Ramah Rokok” dan sebagai pasar yang berkembang pesat untuk industri rokok. Indonesia adalah salah satu dari sedikit Negara di dunia dimana Industri rokok dapat melakukan apapun yang mereka inginkan. Hampir tidak ada perlindungan hukum untuk melindungi penduduk dari jeratan industri rokok. Peraturan yang lemah menyebabkan penjualan rokok terhadap anak-anak masih dilakukan industri rokok. Iklan rokok yang semakin massif menyebabkan meningkatnya prevalensi perokok anak berumur 13-15 tahun menjadi lebih dari 40%. Konsumsi rokok juga merupakan masalah kemiskinan. Mengacu kepada WHO, perokok di Indonesia menghabiskan rata-rata 450 ribu rupiah per bulan untuk membeli rokok.  Konsumsi rokok berdampak langsung terhadap keadaan pangan. Mempromosikan penjualan rokok mengakibatkan kemiskinan!  

Yosef Rabindanata Nugraha, Max Vollmer, Dortmund Kills
12,397 supporters
Victory
Petitioning Ullrich Sierau

No cigarettes for children! Stop the German city of Dortmund's tobacco promotion in Indonesia!

 *** Terjemahan Bahasa Indonesia *** Deutsche Übersetzung *** The city of Dortmund promotes tobacco trade in Indonesia, where cigarettes can be legitimately sold to children. The city owns the Westfalenhallen Dortmund GmbH. This company organizes the tobacco trade fair Inter-tabac ASIA, which for the first time is held in Indonesia on February 27th/28th. The city of Dortmund directly promotes the marketing of tobacco in a country where children are not protected from the dangers of smoking. Therefore we, Yosef Rabindanata Nugraha (22) from Bogor (Indonesia) and Max Vollmer (27) from Dortmund (Germany), want the city of Dortmund to cancel the tobacco trade fair Inter-tabac ASIA. They got me, Yosef from Indonesia, when I was 12 years old. I was lucky, I finally managed to quit smoking when I was 19. But some of my friends didn't. I don't want my country to be a destination for tobacco industry. I, Max from Dortmund, am appalled by the irresponsible involvement of my hometown in tobacco business. Up to now the mayor and the city council are not willing to change the situation. They abdicate from their responsibility to instruct the Westhallenhallen to stop the tobacco trade fair in Indonesia immediately. It is so hard to fight global tobacco industry. Now here is an effective option. If many people sign the petition, the city cannot make investments against the will of their citizens, We appeal to Ullrich Sierau, Mayor of the city of Dortmund and Friedhelm Sohn, chairman of the Westfalenhallen Dortmund GmbH's supervisory board: 1) Stop the Inter-tabac ASIA in 2014. 2) Make sure that Westfalenhallen Dortmund GmbH does not organize tobacco trade fairs in any country of the Global South in the future. 3) Dissociate from the tobacco industry in a public statement.   Please support us in making the city of Dortmund revise its actions. Sign our petition to the mayor of Dortmund Ullrich Sierau and the chairman of the supervisory board of the Westfalenhallen Dortmund GmbH, Friedhelm Sohn, now. Please pass the link on to your friends and acquaintances: www.change.org/dortmundkills.There is not much time left. Thank you, Yosef and Max. Website: www.dortmundkills.de Facebook: www.facebook.de/dortmundkillsDonate to cover Yosef's travelling costs to Dortmund, so that he himself can submit the petition ! www.dortmundkills.de/en/spenden   Max and Yosef get support for their petition from the campaign Dortmund Kills. Dortmund Kills is organized by Forum Rauchfrei ("Forum smokefree"), Deutscher Jugendschutzverband (“German association for youth protection”), Indonesia Bebas Rokok ("Smokefree Indonesia"), Unfairtobacco.org and Stiftung rauchfrei leben ("Foundation smokefree living").  -------------------------------- Background information Tobacco industry targets growing markets in low- and middle-income countries, because the number of smokers in high-income countries is decreasing. If the industry succeeds in its efforts, the consequences for the population of these countries will be devastating and the number of deaths is going to rise dramatically. Indonesia is considered as "tobacco friendly" and as a fast growing market for the tobacco industry. It is one of the few countries in the world where tobacco industry can do almost everything they want. There are virtually no enforceable regulations to protect the population from cigarette companies' efforts to hook them on tobacco. It is not forbidden to sell cigarettes to children. Massive advertising campaigns have led to an increase in smoking prevalence amongst boys aged 13 to 15 to more than 40 percent. Tobacco consumption is also a poverty issue. In Indonesia more than 40% of the 247 million inhabitants live on less than 1.50 euro a day (45 euro per month). According to WHO, smokers in Indonesia spend on average 28 euro per month on cigarettes. Tobacco consumption has a direct impact on the food situation. Promoting tobacco trade fuels poverty!  

Yosef Rabindanata Nugraha, Max Vollmer, Dortmund Kills
12,397 supporters
Victory
Petitioning Ullrich Sierau

Bürgermeister der Stadt Dortmund: Keine Zigaretten an Indonesiens Kinder!

Die Stadt Dortmund fördert den Tabakhandel in Indonesien, wo Zigaretten legal an Kinder verkauft werden dürfen. Der Stadt gehört die Westfalenhallen Dortmund GmbH. Dieses Messeunternehmen organisiert am 27./28. Februar 2014 zum ersten Mal die Tabakmesse Inter-tabac ASIA in Indonesien. Die Stadt Dortmund fördert also direkt die Tabakvermarktung in einem Land, in dem Kinder nicht vor den Gefahren des Rauchens geschützt werden.  Deshalb fordern wir, Yosef Rabindanata Nugraha (22) aus Bogor (Indonesien) und Max Vollmer (27) aus Dortmund (Deutschland), die Stadt dazu auf, die Tabakmesse Inter-tabac ASIA abzusagen. Mich, Yosef aus Indonesien, haben sie gekriegt, als ich 12 Jahre alt war. Ich habe es zum Glück geschafft, mit 19 Jahren wieder mit dem Rauchen aufzuhören, aber viele meiner Freunde nicht. Ich möchte nicht, dass mein Land eine Zielscheibe für die Zigarettenindustrie ist. Ich, Max aus Dortmund, bin entsetzt, dass sich meine Heimatstadt so unverantwortlich am Tabakgeschäft beteiligt. Der Oberbürgermeister und die Stadtratsfraktionen sind bisher nicht bereit, etwas an der Situation zu ändern. Sie entziehen sich einfach ihrer Verantwortung. Als ich erfahren habe, dass Dortmund diese Tabakmesse in Indonesien organisiert, wollte ich sofort etwas dagegen tun. Ich habe im Internet nach Verbündeten in Indonesien gesucht und dabei Yosef und seine Organisation Indonesia Bebas Rokok gefunden. Wir haben uns sofort verstanden. Es ist so schwierig, etwas gegen die globale Tabakindustrie zu tun. Jetzt gibt es eine konkrete Möglichkeit, die eine große Wirkung hat. Wenn viele Menschen unterschreiben, kann die Stadt keine Investitionen gegen den Willen ihrer Bürger tätigen. Wir fordern Ullrich Sierau, Oberbürgermeister Dortmund, und Friedhelm Sohn, den Aufsichtsratsvorsitzenden der Westfalenhallen GmbH, auf: 1.) Stoppen Sie die Inter-tabac ASIA 2014. 2.) Weisen Sie die Westfalenhallen Dortmund GmbH an, keine Tabakmessen mehr in Entwicklungs- und Schwellenländern zu organisieren. 3.) Distanzieren Sie sich in einem öffentlichen Statement von der Tabakindustrie. Bitte helft uns, die Stadt Dortmund zum Umdenken zu bewegen. Unterschreibt jetzt unsere Petition an Oberbürgermeister von Dortmund, Ullrich Sierau, und den Aufsichtsratsvorsitzenden der Westfalenhallen GmbH, Friedhelm Sohn. Sobald Ihr unterschrieben habt, leitet den Link www.change.org/dortmundkills an Eure Freunde und Bekannten weiter. Uns bleibt nicht mehr viel Zeit. Vielen Dank, Yosef und Max. Unsere Webseite: www.dortmundkills.de Facebook: www.facebook.de/dortmundkills Spendet, um Yosefs Reisekosten nach Dortmund zu finanzieren. Dann kann er die Petition persönlich übergeben! www.dortmundkills.de/spenden Max und Yosef werden bei ihrer Petition unterstützt von der Kampagne Dortmund Kills. Dortmund Kills wird organisiert von Forum Rauchfrei, Deutscher Jugendschutzverband, Indonesia Bebas Rokok, Unfairtobacco.org und Stiftung rauchfrei leben. ------------------------------------ Hintergrundinformationen: Angesichts der sinkenden Zahlen von Raucherinnen und Rauchern in den westlichen Industrieländern ist die Tabakindustrie dabei, sich neue, wachsende Märkte in Entwicklungs- und Schwellenländern zu erschließen. Sollte sie damit Erfolg haben, werden die Folgen für die Bevölkerung dieser Länder verheerend sein und die Zahl der Tabaktoten wird weiter ansteigen. Indonesien gilt unter Zigarettenfirmen als tabakfreundlich und rasch wachsender Absatzmarkt. Das Land gehört zu den weltweit ganz wenigen Staaten, in denen die Tabakindustrie noch zügellos agieren kann. Es gibt nahezu keine durchsetzbaren Gesetze, um die Bevölkerung vor dem Einfluss der Tabakindustrie zu schützen. Der Verkauf von Zigaretten an Kinder ist nicht verboten. Massive Werbekampagnen haben dazu geführt, dass der Prozentsatz rauchender Jungen im Alter von 13 bis 15 Jahren auf über 40 Prozent angestiegen ist. Tabakkonsum ist auch ein Armutsproblem. In Indonesien leben über 40% der 247 Mio. Einwohnerinnen und Einwohner von weniger als 1,50 Euro am Tag (45 Euro/Monat). Laut Daten der WHO geben Raucherinnen und Raucher in Indonesien im Durchschnitt monatlich 28 Euro für Zigaretten aus. Tabakkonsum hat so einen direkten Einfluss auf die Ernährungslage. Eine Förderung des Tabakverkaufs verstärkt die Armut! *** English translation *** Terjemahan Bahasa Indonesia ***

Yosef Rabindanata Nugraha, Max Vollmer, Dortmund Kills
12,397 supporters