Aliansi Masyarakat Peduli Kampus Darussalam

3,862 supporters

    Started 1 petition

    Petitioning gubernur aceh, Wali Kota Banda Aceh, Rektor Universitas Syiah Kuala, Rektor UIN Ar-Raniry, Kapolda Aceh, Keuchik Gampong Kopelma Darussalam

    Bongkar Pagar dan Buka Jalan Umum Yang Ditutup oleh Rektor UNSYIAH!

    Komplek Pelajar dan Mahasiswa atau populer disingkat “Kopelma” Darussalam adalah komplek kampus unik, berdiri sejak 1959, terdiri dari tiga perguruan tinggi yakni Universitas Syiah Kuala, Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry dan Sekolah Tinggi Agama Islam (STIA) Tgk Chik Pante Kulu. Tanah tempat didirikan kampus ini juga berasal dari sumbangan ikhlas wakaf warga sekitar. Kopelma Darussalam dikelilingi oleh empat kampung, yakni Gampong Tungkop, Gampong Limpok, Gampong Tanjung Selamat dan Gampong Rukoh sehingga kawasan “baru” Gampong Kopelma Darussalam ini menjadi wilayah yang dapat diakses bersama oleh warga gampong bahkan warga setiap hari melewati jalan utama Kota Banda Aceh, Jl. Teuku Nyak Arief untuk menuju ke kota atau bandara melalui Gampong Tungkop. Beberapa waktu lalu pihak Universitas Syiah Kuala kembali membuat pagar yang menutupi akses jalan umum di kawasan Gampong Kopelma Darussalam tepatnya di simpang tiga Jalan Tgk. Chik Pante Kulu, Sektor Utara tepat di depan Mushalla Fathun Mubin yang dulunya diantara masjid pertama di kawasan kampus Darussalam, masih digunakan sampai sekarang oleh warga. Penutupan akses jalan umum yang menjadi akses utama warga dan civitas kampus ini dilakukan secara sepihak oleh Universitas Syiah Kuala tanpa persetujuan Gubernur Aceh dan Wali Kota Banda Aceh sebagai pemegang otoritas wilayah, juga tanpa melibatkan musyawarah dengan stakeholder terkait seperti pihak UIN Ar-Raniry, STIA Tgk Chik Pante Kulu dan perangkat Gampong Kopelma Darussalam. Penutupan dan pemagaran jalan umum ini sangat merugikan warga karena menghubungkan tempat-tempat penting seperti TK, SMP dan SMA Darussalam, Kampus UIN Ar-Raniry dan Pascasarjana Universitas Syiah Kuala.  Apalagi jumlah mahasiswa dan warga yang tinggal di sekitar wilayah ini sangat padat, lebih dari 50 ribu (akan terus bertambah) warga kampus dan kampung sekitar aktif menggunakan jalan yang juga sangat berguna untuk mengurai kemacetan. Pada tahun 2004, jalan ini juga sangat membantu warga sebagai jalur evakuasi bencana Tsunami. Warga dari Gampong Rukoh, Sektor Sederhana, Sektor Utara Darussalam menggunakan jalan ini sebagai jalur evakuasi. Bisa dibayangkan, ke depan dengan ditutupnya jalan ini, jalur evakuasi akan semakin sempit, ribuan warga bisa tewas terjepit, akan mempersulit jalur evakuasi bencana. Sungguh sangat besar mudharat yang ditimbulkan akibat kebijakan ini. Di samping itu, tindakan sepihak ini melanggar regulasi yang ada, seperti Undang – Undang Nomor 38 Tahun 2004 tentang Jalan. Dimana disebutkan: 1.            Pasal 12: “Setiap orang dilarang melakukan perbuatan yang mengakibatkan terganggunya fungsi jalan di dalam ruang manfaat jalan, milik jalan dan pengawasan jalan”. 2.            Pasal 63 ayat (1): “Setiap orang yang dengan sengaja melakukan kegiatan yang mengakibatkan terganggunya fungsi jalan di dalam ruang manfaat jalan dipidana dengan pidana paling lama 18 bulan atau denda paling banyak 1.500.000.000”. 3.            Pasal 63 Ayat (2): “Setiap orang yang dengan sengaja melakukan kegiatan yang mengakibatkan terganggunya fungsi jalan di dalam ruang milik jalan dipidana dengan pidana paling lama 9 bulan atau denda paling banyak 500.000.000″. 4.            Pasal 63 Ayat (3): “Setiap orang yang dengan sengaja melakukan kegiatan yang mengakibatkan terganggunya fungsi jalan di dalam ruang pengawasan jalan dipidana dengan pidana paling lama 3 bulan atau denda paling banyak 200.000.000”. Kami mengecam sikap arogansi elit Universitas Syiah Kuala yang semena-mena membuat kebijakan yang merugikan banyak pihak serta tidak memiliki kepekaan sosial dengan menutup dan membangun pagar diatas jalan umum dari tanah wakaf warga yang diperuntukkan untuk memudahkan akses para penuntut ilmu bukan malah mempersulit mereka. Berdasarkan kondisi di atas, kami menyatakan sikap: 1.            Menolak penutupan dan pemagaran jalan-jalan di kawasan kopelma Darussalam. Bongkar pagar tembok yang dibangun ilegal di Jalan Tgk Chik Pante Kulu, Sektor Utara, Gampong Kopelma Darussalam. 2.            Meminta aparat penegak hukum untuk mengambil tindakan hukum terhadap aksi sepihak Rektor Universitas Syiah Kuala yang menghalangi akses jalan umum. 3.            Meminta kepada Plt. Gubernur Aceh dan Wali Kota Banda Aceh sebagai pemegang otoritas wilayah untuk menyelesaikan atas persoalan klaim tanah wakaf yang dilakukan secara sepihak oleh Universitas Syiah Kuala di kawasan Kopelma Darussalam dengan musyawarah mufakat, adil dan bijaksana, berpedoman kepada Kekhususan Aceh, ADAT dan SYARIAT  dengan melibatkan pihak UIN Ar-Raniry, Universitas Syiah Kuala dan STIA Tgk Chik Pante Kulu, Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh, Majelis Adat Aceh (MAA), Camat Syiah Kuala, Perangkat dan Tokoh-Tokoh Gampong Kopelma Darussalam. Kami ucapkan ribuan terimakasih kepada pengajar dan pelajar kampus Darussalam, teman-teman, dan masyarakat atas dukungannya dengan menandatangani dan menyebarluaskan petisi ini. Persoalan ini bukan tentang UIN-Unsyiah, Darussalam adalah milik bersama sebagai Jantung Hatinya rakyat Aceh. Ini tentang cita-cita luhur pendiri Darussalam dan wakaf ikhlas warga sekitarnya.   Tekad bulat melahirkan perbuatan yang nyata.“Darussalam” menuju kepada pelaksanaan cita-cita.(Ir. Soekarno, 2 September 1959) Salam Persatuan, Aliansi Masyarakat Peduli Kampus Darussalam -------------------------------------------------------------------------- Tembusan : 1. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia 2. Plt. Gubernur Aceh 3. Wali Kota Banda Aceh 4. Rektor Universitas Syiah Kuala 5. Rektor UIN Ar-Raniry 6. Rektor STIA Tgk Chik Pantekulu 7. Ketua Majelis Permusyawarakan Ulama (MPU) Aceh 8. Plt. Ketua Majelis Adat Aceh (MAA) 9. Kapolda Aceh 10. Camat Syiah Kuala 11. Perangkat Gampong Kopelma Darussalam -------------------------------------------------------------------------- Rilis Media : 1.  VIDEO - Kisruh Tapal Batas, Unsyiah Bangun Pagar Pembatas dengan UIN Ar-Raniry  2.  VIDEO - UIN Ar Raniry Minta Plt Gubernur Aceh Selesaikan Kisruh Tapal Batas dengan Unsyiah 3.  Penutupan dan Pemagaran Jalan Kopelma Darussalam Bisa Dipidana  4. Jalan Kampus Ditutup, Pimpinan UIN Ar-Raniry Kecam Arogansi Unsyiah  5. Pohon Tumbang Tutupi Jalan, Sindiran Alam Untuk Elite Unsyiah 6. Protes Unsyiah, Dosen UIN Ar-Raniry baca Puisi “Jangan Kalian Koyak Jantung Hati”

    Aliansi Masyarakat Peduli Kampus Darussalam
    3,862 supporters