Perjalanan ke sekolah seharusnya bukan perjalanan hidup dan mati. Bangun Jembatan di desa Jorong! #JembatanAnakBangsa
  • Adressée à Biro Humas

Cette pétition a été remise à:

Pemprov Sumatera Barat
Biro Humas
Pemprov Sumatera Barat
Kabupaten Pesisir Selatan, Sumbar
Humas
Kepala Bapeda Sumbar
Dr. Bambang istijono
Bupati Pesisir Selatan
Nasrul Abit
Gubernur Sumbar
Irwan Prayitno

Perjalanan ke sekolah seharusnya bukan perjalanan hidup dan mati. Bangun Jembatan di desa Jorong! #JembatanAnakBangsa

    1. Rene Suhardono
    2. Pétition de

      Rene Suhardono

      Tangerang Selatan, Indonésie

Judulnya pendek tapi menyesakkan: PELAJAR MENYABUNG NYAWA. Judul lanjutannya: Tak ada jembatan, arus deras terpaksa dilalui setiap hari.

Ini ritual pagi saya: kucek2 mata, minum segelas air putih, duduk di halaman bekalang sambil mulai baca koran. Ritual pagi yang relaks & hening kali ini langsung berubah setelah membaca halaman pertama @hariankompas (Edisi Selasa, 13/10/12).  

Berikut sebagian dari yang saya baca: 

“...Mereka kebanyakan siswa SD.” 

“Sebelum memasuki kolom air sungai, mereka mengganti celana merah seragam sekolah dengan celana pendek yang sudah disiapkan. Demikian juga pelajar putri. Mereka terpaksa menaikkan rok seragamya agar tidak basah.” 

“Sudah sejak kelas 1 SD saya ke sekolah dengan menyebrang sungai ini. Kalau air sungainya besar, ya, saya tidak ke sekolah.” Wandi (15)

Saya gemas karena masih saja ada anak-anak Indonesia yang harus meresikokan nyawa sekedar untuk ke sekolah. Saya geram - terlebih saat membaca satu paragraph dalam artikel tersebut yang menyebutkan kalau sang Bupati bilang bahwa dia tidak tahu lokasi peristiwa memilukan ini yang terjadi setiap hari.

Membangun jembatan tidak murah - tapi juga bukan sesuatu yang luar biasa. Apalagi kalau alternatifnya adalah hilangnya hidup anak-anak bangsa. Sudah ada 3 pelajar yang hanyut di sungai itu. Untungnya terselamatkan. Beda dengan 35 siswa SD & SMP di Garut yang tewas terjerumus sungai karena jembatan yang lapuk, 25 Agustus lalu. 

Pekerjaan infrastruktur macam ini lazimnya dilakukan oleh pemerintah. Mungkin mereka sedang sibuk. Mari kita ingatkan lewat petisi ini dan media sosial lain. #JembatanAnakBangsa

Dulu, Pemda Banten bisa mendengar celotehan kita dan membangun Jembatan Cicaringin setelah perkara yang sama diangkat di twitter. Saya yakin Pemda Sumatra Barat juga bisa.

Kami peduli karena mereka sesama anak bangsa dan sesama anak manusia.

Kami peduli karena kami yakin kita bersama bisa melakukan sesuatu untuk mereka.

Kalau bukan kita, siapa lagi?

 

Rene Suhardono

@ReneCC

 

Artikel Kompas: http://bit.ly/SRPdm2

Pétition adressée à :
Biro Humas, Pemprov Sumatera Barat
Pemprov Sumatera Barat
Humas, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumbar
Dr. Bambang istijono, Kepala Bapeda Sumbar
Nasrul Abit, Bupati Pesisir Selatan
Irwan Prayitno, Gubernur Sumbar
Bangun Jembatan di Desa Jorong

Cordialement,
[Votre nom]

Signatures récentes

    Informations

    1. 3 000 signatures récoltées
    2. Liputan6: Rakit untuk Menyeberang Tidak Berfungsi

      Rene Suhardono
      Organisateur de la pétition
      Rakit Tak Berfungsi, ke Sekolah Tetap Menyeberang Sungai

      Liputan6.com, Padang: Perjuangan anak-anak Kampung Lambung Bukit di Pesisir Selatan, Sumatra Barat, agaknya belum usai. Mereka masih tetap menyeberangi Sungai Batang Surantih untuk berangkat sekolah. Arus deras dan dinginnya air bukan halangan. Semua tetap mereka jalani untuk menuju tempat menuntut ilmu. Sebenarnya dua hari lalu pemerintah setempat telah membuatkan mereka rakit.

    3. 2 000 signatures récoltées
    4. Pemda Pesisir Selatan Membangun Rakit untuk Menyeberang Sungai

      Rene Suhardono
      Organisateur de la pétition
      Warga Lambung Bukik Gunakan Rakit untuk Menyeberang

      Warga Lambung Bukik Gunakan Rakit untuk Menyeberang Penulis : Ingki Rinaldi | Kamis, 15 November 2012 | 21:07 WIB PADANG, KOMPAS.com - Rakit yang terbuat dari drum plastik akan dipergunakan sebagai solusi sementara penyeberangan bagi warga di Lambung Bukik, Nagari Koto Nan Tigo Utara Surantih, Kecamatan Sutera, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat.

    5. 1 500 signatures récoltées
    6. Metronews: Anak2 SD Ini Menyebrang Sungai Demi Menuntut Ilmu

      Rene Suhardono
      Organisateur de la pétition
      Anak-anak SD Ini Menyebrang Sungai Demi Menuntut Ilmu

      Metrotvnews.com, Padang: Demi menuntut ilmu anak-anak di Desa Jorong Lambung Bukik, Sumatra Barat, menyebrangi derasnya arus sungai dilakukan selama bertahun-tahun. Ironisnya wajah buruk infrastruktur daerah ini telah memakan nyawa lima orang siswa. Kata 'Miris' tidak cukup menggambarkan nasib para siswa SD 10 Kayu Gadang di Jorong Lambung Bukik, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumbar.

    7. 1 000 signatures récoltées

    signataires

    • Aloisius Kevin Purnama SALATIGA, INDONéSIE
      • il y a 6 mois

      Perjalanan ke sekolah seharusnya bukan perjalanan hidup dan mati. Bangun Jembatan di desa Jorong!

      Signaler ce commentaire
    • muhamad daffa wardana TANGERANG, INDONéSIE
      • il y a 6 mois

      Every Indonesian child deserves education for better future!

      Signaler ce commentaire
    • Kadek Dwi Budi Utama BREBES, INDONéSIE
      • il y a 6 mois

      Bukankah salah satu tujuan negara Indonesia dibentuk ialah untuk mencerdaskan kehidupan bangsa? Lalu mengapa pemerintah seakan menutup mata pada siswa-siswi yang benar-benar ingin menimba ilmu?

      Signaler ce commentaire
    • Khairun Nisak INDONéSIE
      • il y a 6 mois

      gak perlu mewah, tp pembangunan itu hrs setidaknya mencukupi kebutuhan dasar spt pendidikan!

      Signaler ce commentaire
    • Red Shiny INDONéSIE
      • il y a 7 mois

      I don't have to say it

      Signaler ce commentaire

    Développez vos propres outils pour gagner.

    Utilisez l'API de Change.org pour développer vos propres outils de mobilisation. Découvrez comment commencer.