Bukankah seharusnya dia membela mereka? #SupportImasTati
  • Adressée à Bapak Maftuh Basyumi ketua Satgas TKI

Cette pétition a été remise à:

Bapak Maftuh Basyumi ketua Satgas TKI
Juru Bicara Satgas TKI
Humphrey Djemat
Presiden Republik Indonesia
Susilo Bambang Yudhoyono

Bukankah seharusnya dia membela mereka? #SupportImasTati

    1. melanie subono
    2. Pétition de

      melanie subono

      Jakarta, Indonésie

  1.  
  2.   
juin 2012

Victoire

Sahabat, 

Apa yang saya mulai setelah ketemu Mbak Imas Tati dengan ketidakpercayaan diri, ternyata berujung sangat cantik, dan tepat di hari peringatan satu tahunnya Ruyati, TKI yang dihukum mati.

Setelah dihajar ribuan email, (setiap tandatangan artinya satu email terkirim ke  ke Presiden SBY dan Jubir Satgas TKI), diliput belasan media (Kompas, Media Indonesia, Detikcom, dan lainnya), dan tersebarnya petisi pada Facebook dan Twitter, mereka pun mengakui kesalahan mereka. Ini katanya:

Atas nama Satgas TKI, kami minta maaf bila ada tenaga kerja Indonesia yang merasa tidak bisa menerima ucapan tersebut. Tidak ada maksud dari Ketua Satgas untuk merendahkan tenaga kerja wanita Indonesia dan menggeneralisir kalau TKW Indonesia berkelakuan tidak baik”

Terima kasih banget untuk kamu yang sudah tandatangan petisi ini sampai 5200 tanda tangan. Ada yang berpikir, apalah arti 1 tandatangan? Yang jelas 5200 tidak akan bisa terkumpul tanpa satu per satu tandatangan tersebut.

Karena pernyataan beliau telah menyakiti banyak TKI yang bekerja dengan tulus.

Seorang TKW ditemukan tewas. Seorang TKI disiksa majikannya dengan setrika. Seorang TKW Indonesia di luar negeri diperkosa dan kemudian dibunuh oleh majikannya sendiri. Seorang pekerja Indonesia di luar negeri tidak bisa dikenali lagi jenazahnya saat dikirimkan kembali kepada keluarga.

Itulah yang bertahun tahun ini sering saya lihat di televisi mengenai ibu, anak, wanita, pria yang mencoba bekerja halal dan telah menjadi pahlawan devisa untuk kita. 

Dan siang hari kemarin, inilah yang saya dengar LANGSUNG dari mulut Imas Tati, TKW 23 tahun yang jatuh dari lantai 2 suatu pagi buta saat mencoba melarikan diri keluar jendela rumah majikannya : 

“Pejabat di Indonesia tidak bisa merasakan betapa beratnya menjadi TKI. Bekerja tanpa mengenal waktu, tidak bisa istirahat, ingat anak di rumah, dan harus berjuang sendiri melawan majikan yang sering kali hendak memperkosa. Tetes keringat saya, saksinya bahwa TKI sangat menderita...saat orang lain pulang kampung membawa kebanggaan, saya dikucilkan, berjalanpun saya sudah tidak bisa normal sekarang ... “ 

Dan betapa patahnya hati Imas Tati begitu mendengar pendapat dari KETUA SATGAS TKI (dan mantan menteri agama) Bapak Maftuh Basyumi mengenai kejadian yang kerap menimpa para TKI kita sbb :

“kekerasan yang dialami pekerja migran banyak terjadi karena bersumber dari sikap dan perilaku pekerja migran itu sendiri, khususnya perempuan pekerja migran. Mereka, antara lain, bersikap genit, nakal, dan melakukan pergaulan bebas selama di luar negeri “

Sahabat, sebagai penyambung lidah Imas Tati, mohon tandatanganilah petisi yang bisa di klik disini : www.change.org/id agar Beliau yang seharusnya menjadi seorang penjaga dan membela apapun yang terjadi dengan pekerja kita di luar meminta maaf kepada keluarga TKI atas pernyataannya yang jelas menyakiti, dan tidak memiliki dasar kebenaran apa pun. Keluarga yang mungkin anak, ibu, kakak, mereka sudah pulang dalam kantung jenazah atau sedang menanti nasib hidup mereka di negara jauh... 

Dengan permintaan maaf ini, bukan hanya Pak Maftuh, namun wakil rakyat lainnya dapat memahami bahwa mereka tidak bisa berbicara seenaknya, tanpa dasar, tanpa empati. 

Signatures récentes

    Informations

    1. 5 000 signatures récoltées

    signataires

    • pedro zamoranno TANGERANG, INDONéSIE
      • il y a environ 2 ans

      hoooorrrreeee

      Signaler ce commentaire
    • Anik Wusari JAKARTA, INDONéSIE
      • il y a environ 2 ans

      Karena saya adalah ibu rumah tangga yang sangat menghargai bantuan mereka para perempuan yang harus rela berpisah dari keluarga untuk bekerja menjadi TKI atau PRT dan karena saya tidak bisa tinggal diam melihat seorang pejabat yang tidak merasa bahwa dialah yang harusnya melayani rakyatnya dan bukan merendahkan bangsa dan warganya...!

      Signaler ce commentaire
    • ade udjudeda MATARAM, INDONéSIE
      • il y a environ 2 ans

      Kalau pemerintah sudah tidak becus lagi mengurus masalah tki ato cara pandang mereka yg tidak beres tentang TKI.. hey penguasa2 ini menyangkut manusia, menyangkut sebuah nyawa dan banyak keluarga2 di belakang mereka... ambil ong tindakan tegas kpd majikan2 yg nakal gunakan hati nurani kalian seperti kalian membela orang yg kalian sayangi.... kalo nggak bisa... mundur aja jadi pejabat ganti kerjaan jadi preman karena otak dan hati kalian sama dengan preman2 jalanan!

      Signaler ce commentaire
    • Nihka Djinargo YOGYAKARTA, INDONéSIE
      • il y a environ 2 ans

      KARENA TKI ADALAH SAUDARA KITA SEMUA !

      Signaler ce commentaire
    • Ronni Andria mardani SRAGEN, INDONéSIE
      • il y a environ 2 ans

      karena ibu saya dulu TKI, tp sekarang udah tenang di alam Nya,,,, :-)

      karena jg TKI pahlawan kita, tanpa mereka kita jg ga tau bagaimana nasib devisa negara ini,,,

      Signaler ce commentaire

    Développez vos propres outils pour gagner.

    Utilisez l'API de Change.org pour développer vos propres outils de mobilisation. Découvrez comment commencer.