Memohon Hakim Pengadilan Tipikor Agar Membebaskan Hotasi Nababan dari Semua Tuntutan
  • Petitioned Majelis Hakim Pengadilan Tipikor

This petition was delivered to:

Lembaga Kehakiman Indonesia
Majelis Hakim Pengadilan Tipikor
Indonesia
Masyarakat Hukum Indonesia

Memohon Hakim Pengadilan Tipikor Agar Membebaskan Hotasi Nababan dari Semua Tuntutan

    1. Basar Daniel Jevri Tampubolon
    2. Petition by

      Basar Daniel Jevri Tampubolon

      Bandung, Indonesia

  1.  
  2.   
February 2013

Victory

Kepada seluruh sahabat yang telah memberi suaranya dalam Petisi ini, saya sampaikan kembali rasa Terima Kasih terdalam atas kebaikan dan kepercayaannya. Di saat sekarang sukar memperoleh kepercayaan penuh bagi seorang yang dituduh ‘korupsi’. Fitnah dan fakta tidak bisa dibedakan lagi. Puji Syukur bagi Tuhan, Majelis Hakim melihat semua fakta yang disampaikan hingga sampai pada kesimpulan “bebas”.

Tahun 2002, Hotasi Nababan memutuskan mengabdi di PT. Merpati Nusantara Airlines. Ia memilih meninggalkan jabatan eksekutif di GE demi menyehatkan Merpati.

Dalam kondisi bangkrut, Ia bersama pimpinan Merpati lainnya melakukan berbagai terobosan supaya perusahaan tidak tutup dan bahkan bisa berkembang serta bersaing kembali dalam dunia penerbangan Indonesia dan Internasional.

Ia merasionalisasi perusahaan (pensiun dini karyawan) supaya terjadi efisiensi, penyewaan pesawat ke berbagai pihak penyedia, dan membuka berbagai rute penerbangan baru yang menambah pemasukan demi menghidupi ratusan karyawan Merpati.

Lewat terobosan itu, ia berhasil menghidupkan kembali perusahaan. Dari berbagai kontrak penyewaan pesawat, semuanya berjalan mulus, kecuali kerjasama dengan Thirdstone Aircraft Leasing Group (TALG).

Dalam perjanjian dengan TALG tahun 2006, Merpati menyewa dua pesawat, dan TALG akan mengirimkan pesawat secara bertahap, dengan perjanjian; Merpati menempatkan security deposit sebesar US$ 1 juta di rekening Hume and Associates PC sesuai kesepakatan dengan pihak penyewa yakni (TALG).

Lima Direksi Merpati menyetujui pembayaran security deposit karena pihak pengadaan pesawat telah melakukan penyelidikan atau uji tuntas untuk menilai perusahaan penyewa guna menghindari kerugian akibat perjanjian.

Setelah uang deposit ditempatkan, pesawat tak kunjung datang, TALG mengingkari perjanjian. Itu artinya Merpati ditipu TALG. Dua pimpinan TALG tersebut adalah Jon Cooper, profesor di George Masson University di Washington, D.C., menjadi konsultan di mana-mana serta Alan Messner, bankir muda yang bersama temannya di BCI Aircraft Leasing mendirikan Leveraged Aircraft Lease. Keduanya warga negara Amerika Serikat (AS).

Pihak Merpati mengejar kedua orang tersebut ke AS. Di pengadilan AS, Merpati memenangkan kasus tersebut, dan TALG diputuskan wajib membayar/mengembalikan deposito milik Merpati.

Liciknya, kedua pimpinan TALG tersebut membuat perusahaannya pailit. Sehingga dianggap tidak bisa mengembalikan. Tetapi Merpati terus berupaya mengejar. Deposito tersebut akan kadaluarsa Desember 2013 nanti.

Hotasi Nababan bersama beberapa petinggi Merpati dianggap korupsi. Bermula dari laporan yang dilayangkan dua pelapor (mantan karyawan Merpati yang terkena rasionalisasi) kepada KPK, POLRI, dan Kejaksaan.

Secara resmi, setelah menerima laporan tersebut, KPK dan POLRI melakukan penyelidikan kasus, dan memutuskan tidak ada indikasi korupsi dalam kasus tersebut. Sementara, Kejaksaan menganggap itu korupsi dan telah merugikan keuangan negara. Dokumen keputusan KPK dan BARESKRIM dapat dilihat di:

1. KPK

2. BARESKRIM

Hotasi Nababan bersama rekan-rekannya yang dilaporkan memenuhi panggilan dan proses hukum..

Dari proses persidangan, para ahli hukum, saksi ahli, dan yang terkait menyatakan Hotasi Nababan tidak memenuhi unsur korupsi juga memberikan kesaksian yang meringankan.

Seperti Mantan Menteri BUMN Sofyan Djalil, Mantan Sekretaris Kementerian BUMN Said Didu, Pakar Hukum Korporasi Profesor Dr. Erman Rajagukguk, Pakar Hukum Administrasi Negara Profesor Dr. Laica Marzuki, Mantan Ketua KPK Erry Riyana Hardjapamekas, dan yang lainnya. Berikut beberapa kutipan pernyataan mereka:

"Saya yakin Hotasi tidak bersalah. Kenapa, karena dia sudah mengejar uangnya. Ini sudah dibawa ke pengadilan dan dimenangkan oleh Pengadilan Amerika. Mitigasi risiko sudah dilakukan. Itu baru potensi kerugian negara karena uang masih bisa diupayakan. Kalau saya Menteri BUMN-nya, saya suruh kejar walau itu mahal sekali." (Sofyan Djalil, 5 November 2012)

“Jika Hotasi bersalah dalam kasus ini, maka semua Direksi BUMN dapat dijerat pidana. Merpati ini persoalan sulit sampai Presiden dan Wapres pun turun. Kalau tidak ada pesawat, ya tambah rugi. Hal ini sebagai risiko bisnis. Bodoh sekali kalau Hotasi bermain dalam kasus ini, tidak mungkin Direksi Merpati mau ke AS menuntut uang kembali dan mengundang Kejagung.” (Said Didu, 19 November 2012)

"Kasus Merpati ini tidak ada tindak pidana korupsi karena unsur korupsi pasal 2 ayat 1 UU 31/1999 disebutkan setiap orang melawan hukum untuk memperkaya diri sendiri. Kalau kita analisa kasus Merpati, ini tidak ada perbuatan melawan hukum." (Erman Radjagukguk, 16 Juli 2012)

"Kalau KPK menyebut ini sudah memenuhi unsur kehati-hatian dan tidak ada indikasi pidana, ditambah Mabes Polri mengatakan tidak (bukan korupsi), dan ada satu unsur kejaksaan (Jaksa Agung Muda Perdata dan Tata Usaha Negara) menyatakan tidak ada (unsur korupsi), maka tidak perlu lagi kasus ini dilanjutkan." (Prof. Eddy OS Hiariej, 12 November 2012)

“Direksi diberi kewenangan untuk bertindak secara fleksibel dalam pengadaan pesawat terutama dalam menghadapi krisis.” (Gunawan Koswara, 27 September 2012)

Saat ini, Hotasi dituntut 4 tahun penjara oleh Jaksa Penuntut. Sementara, dari fakta persidangan, Hotasi tidak bersalah. Ia sudah membacakan pleidoi (pembelaannya) di Pengadilan Tipikor Jakarta pada tanggal 22 Januari 2013 lalu dan sedang menunggu proses persidangan berikutnya.

Sementara, di peradilan AS, Jon Cooper sedang menjalani proses pemidanaan. Ia dikenai sanksi ancaman pidana berat. Ia menikmati uang deposit tersebut sebesar US$ 800 ribu. Alan Messner yang mengambil US$ 200 ribu menunggu giliran selanjutnya.

Hotasi sempat mengungkapkan, pada saat awal kasusnya akan diangkat ke pengadilan, ada pihak-pihak yang datang menawarkan damai. Lalu Hotasi menempuh jalur hukum.

Ada satu cerita dari sahabat Hotasi, Alm. Kornel M. Sihombing, Mantan Vice President Marketing PT. DI, yang menjadi salah satu korban Tragedi Sukhoi Superjet 100. Pada masa awal Hotasi menjabat Presiden Direktur Merpati, ia mengajak semua rekan-rekannya angkatan 83 ITB makan bersama. Pada waktu makan, ia berkata:

"Aku undang temen-temen semua makan bersama, dan mulai besok jangan ganggu aku, dengan mengajak bisnis ini dan itu. Karena aku akan melayani Merpati..."

Bersama dengan ini kita memohon dengan hormat kepada Majelis Hakim Pengadilan Tipikor agar membebaskan Hotasi dari semua tuntutan.

Atas doa dan dukungan dari teman-teman semua, saya ucapkan terima kasih atas simpatinya.

Untuk membaca pleidoi Hotasi Nababan di sini: Kami Korban Kejahatan Orang Lain

Recent signatures

    News

    1. Reached 1,000 signatures
    2. Ucapan Terima Kasih Hotasi Nababan

      Basar Daniel Jevri Tampubolon
      Petition Organiser

      Terima kasih banyak para sahabat, atas 1000 suara yang terkumpul. Kiranya Tuhan membalas kebaikan teman-teman sekalian. Atas saran banyak orang, petisi akan diteruskan untuk memperoleh 2000 dukungan. Sekali lagi, terima kasih.

      Salam,
      Hotasi Nababan

    3. Sidang Duplik Hotasi Nababan

      Basar Daniel Jevri Tampubolon
      Petition Organiser

      Apa kabar rekan-rekan?
      Hotasi Nababan akan menjalani Sidang Duplik (tanggapan terdakwa atas jawaban penuntut hukum) pada tanggal 5 Februari 2013 di Pengadilan Tipikor Jakarta.

      Mari bersama-sama kita mendukung. Terima kasih atas simpati rekan-rekan sekalian.

    4. Update Isi Petisi

      Basar Daniel Jevri Tampubolon
      Petition Organiser

      Selamat malam rekan-rekan,
      Petisi ini sedikit kita edit, mengacu pada tahapan peradilan yang sudah dilewati dan yang akan dijalani, juga bahasa yang lebih santun. Prinsipnya, tidak berubah secara pesan dan kronologi. Terima kasih.

    5. Reached 750 signatures
    6. Nasib Jon Cooper dan Alan Messner (Penipu Merpati)

      Basar Daniel Jevri Tampubolon
      Petition Organiser

      Apa kabar teman-teman?
      Saya hendak memberitahukan, saat ini Jon Cooper dan Alan Messner sedang menjalani proses persidangan pidana di AS.

      Jon Cooper mendapat giliran pertama. Ia terancam sanksi pidana berat. Sedang Allan Messner akan menyusul setelah proses persidangan dan putusan terhadap Jon Cooper.

      Sekali lagi, terima kasih atas kebaikan teman-teman, yang terus mendukung Hotasi Nababan untuk menjalani kasus ini.

    7. Reached 250 signatures
    8. PLEIDOI HOTASI NABABAN

      Basar Daniel Jevri Tampubolon
      Petition Organiser

      Teman-teman, kemarin 22 Januari 2013, Hotasi Nababan membacakan pleidoi di Pengadilan TIPIKOR Jakarta. Pleidoi dapat diunduh di www.berharapkeadilan.com.

      Mari terus kampayekan perjuangan keadilan demi ditegakkanya keadilan. Terima kasih.

      Berharap Keadilan | Menyuarakan dan Memperjuangkan Keadilan

      Wakil Ketua DPR Pramono Anung (kanan) menemui terdakwa kasus dugaan korupsi di PT Merpati Nusantara Airlines Hotasi Nababan sebelum dimulainya pembacaan pledoi terhadap Hotasi di Gedung Pengadilan Tipikor, Rasuna Said, Jakarta Selatan, Selasa (22/1). Kehadiran Pram dalam persidangan tersebut merupakan bentuk dukungan moril terhadap Hotasi yang merupakan koleganya sewaktu mengenyam pendidikan di Institut Teknologi Bandung (ITB).

    9. Reached 50 signatures

    Supporters

    Reasons for signing

    • Irfani Priananda INDONESIA
      • over 1 year ago

      Risiko bisnis itu tidak sama dengan korupsi bapaaak

      REPORT THIS COMMENT:
    • Jhohannes Marbun YOGYAKARTA, INDONESIA
      • over 1 year ago

      Orang-orang baik, harus saling solid dan saling memperkuat ditengah-tengah dunia yang akhir2 ini SEMAKIN menunjukkan watak asli JAHATNYA. Hal ini terjadi dalam kasus Hotasi Nababan. Saya masih yakin ada hukum dan keadilan di negeri ini yang berpihak pada kebenaran itu sendiri. -Salam Budaya-

      REPORT THIS COMMENT:
    • Jhohannes Marbun YOGYAKARTA, INDONESIA
      • over 1 year ago

      Taatilah Hukum dan Tegakkan Keadilan, kata-kata ini seharusnya menjadi pegangan bagi penegak hukum kita. Namun kenyataannya, Hukum-pun mendiskriminasi orang-orang yang tidak selayaknya mempidanakan kasus Hotasi Nababan. -Salam Budaya-

      REPORT THIS COMMENT:
    • Robert Kuncoro INDONESIA
      • over 1 year ago

      Jangan ciderai keadilan negeri ini dengan selalu mencari kambing hitam atas segala permasalahan yang ada..

      semangat terus Pak Hotasi Nababan, GBU...

      REPORT THIS COMMENT:
    • Aji Purwanto CITY OF BRUSSELS, BELGIUM
      • over 1 year ago

      Tidak ada bukti memperkaya diri sendiri, kok masih juga dituntut. Keadilan harus ditegakkan.

      REPORT THIS COMMENT:

    Develop your own tools to win.

    Use the Change.org API to develop your own organising tools. Find out how to get started.