M. Nuh, hapuskan UN sebagai syarat kelulusan!
  • Petitioning Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

This petition will be delivered to:

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
Badan Standar Nasional Pendidikan
Stafsus Mendikbud Bidang Komunikasi Media

M. Nuh, hapuskan UN sebagai syarat kelulusan!

    1. Petition by

      Kreshna Aditya

      Indonesia

Sudah 10 tahun lebih Ujian Nasional berjalan. Pemerintah menyatakan bahwa Ujian Nasional sebagai syarat kelulusan diperlukan untuk memetakan, menjamin dan meningkatkan kualitas pendidikan Indonesia. Kenyataannya berbagai tes pemetaan global seperti PISA, TIMSS, PIRLS dan Learning Curve menunjukkan Indonesia tetap tak bergerak dari posisi terbawah sejak tahun 2000. Anak-anak kita menjadi sangat kuat dalam kemampuan hapalan, namun jeblok di kemampuan pemahaman, aplikasi, analisa, evaluasi dan sintesa.

Ujian Nasional dari tahun ke tahun juga semakin mendatangkan banyak permasalahan pendidikan mulai dari budaya kecurangan para pelaku pendidikan, kastanisasi mata pelajaran, mistisisme pendidikan, serta reduksi sekolah menjadi sekadar bimbingan tes. Ini adalah permasalahan kebijakan dan sistem, bukan sekadar teknis pelaksanaan. Ujian Nasional menciptakan insentif bagi budaya instan dan dangkal, serta menciptakan disinsentif untuk budaya bernalar dan hasrat belajar. Dengan Ujian Nasional sebagai syarat kelulusan, anak-anak kita semakin keras studying namun tak mendapatkan learning.

Sudah saatnya kita menggugat bersama-sama tentang posisi Ujian Nasional sebagai syarat kelulusan yang tak membawa manfaat apapun pada pembelajaran. Dengan rencana perubahan kurikulum, pemerintah harusnya mendapat momentum untuk melakukan perubahan secara mendasar. Sudah saatnya kita menuntut, M. Nuh, hapuskan UN sebagai syarat kelulusan! Jadikan UN sebagai pemetaan kualitas pendidikan yang mencandra spektrum kemampuan anak yang lebih luas, kembalikan kewenangan menuntukan kelulusan kepada guru dan sekolah sesuai amanat UU Sisdiknas 20/2003, serta berfokuslah pada peningkatan standar layanan pendidikan! Karena itulah tugas pemerintah yang sesungguhnya.

 

Petisi ini dimulai dan didorong oleh:

Prof. H.A.R. Tilaar, Prof. Satryo Soemantri Brodjonegoro, Prof. Adnan Buyung Nasution, Prof. Winarno Surakhmad, Prof. Iwan Pranoto, Prof. Daniel M. Rosyid, Prof. Soegiono, Prof. Mayling Oey-Gardiner, Prof. Zainuddin Maliki, Prof. Muhammad Ansjar, Prof. Sarlito Wirawan Sarwono, Prof. Bambang Sutjiatmo, Prof. Ahmad Erani Yustika, Prof. Mudjisutrisno, Prof. B.S. Mardiatmadja, Prof. J. Sudarminto, Prof. Muhammad Bisri, Prof. Bambang Pranowo, Prof. Evrizal A.M. Zuhud, Prof. Gempur Santoso, Prof. Sentot M. Soeatmadji, Prof. Soedigdo Adi, Prof. Saut Sahat Pohan, Prof. Sam Abede Pareno, Prof. B.S. Kusbiantoro, Prof. Luthfiyah Nurlaela, Prof. Tommy F. Awuy, Prof. Hendra Gunawan, Prof. Saparinah Sadli, Prof. Sulistyowati Irianto, Prof. Mely Tan Giok Lan, Prof. Frieda Mangunsong, Prof. Imam Mustofa

KH Zawawi Imron, Anies Baswedan, Todung Mulya Lubis, Goenawan Mohammad, Imam B. Prasodjo, Teten Masduki, Daniel Rembeth, Alissa Wahid, Yasraf A. Piliang, Utomo Dananjaya, Darmaningtyas, Najelaa Shihab, Peter J. Manoppo, Romo Baskoro, Rohmani, Satria Dharma, Moh. Abduhzen, Retno Listyarti, Johannes Sumardianta, Dharmayati Utoyo Lubis, Rocky Gerung, Ahmad Rizali, Sulistyanto Soejoso, Ahmad Baedowi, Munif Chatib, Henny Supolo, Biyanto, Suparman, Eko Purwono, Achmad Muchlis, Elin Driana, Itje Chodidjah, Aulia Wijiasih, Semino Hadisaputra, Dhitta P. Sarasvati, Habe Arifin, Edi Gurning, Jasmin Sophianti, Saiful Mahdi, Ahmad Baharuddin, Syamsir Latif, A. Muzi Marpaung, Acep Iwan Saidi, Ifa H. Misbach, Setiawan A. Wibowo, Gigay Citta Acicgenc, Rene Suhardono, Pandji Pragiwaksono, Bukik Setiawan, Ainun Chomsun, Anto Motulz, Helga Worotitjan, Didi Nugrahadi, Nirwan Dewanto, Riza Arshad, Kreshna Aditya

Recent signatures

    News

    1. Reached 10,000 signatures
    2. Laporan TIMSS & PIRLS 2011

      Kreshna Aditya
      Petition Organiser

      Laporan pemetaan TIMSS & PIRLS 2011 baru saja dirilis. Untuk Reading, nilai anak-anak Indonesia naik sedikit, namun kita masih berada di peringkat bawah, yaitu peringkat ke-42 dari 45 negara. Sedangkan untuk Math & Science nilai anak-anak Indonesia turun dari pemetaan sebelumnya di tahun 2007. Peringkat Math kita adalah 38 dari 42 negara, sedangkan Science ada di posisi 40 dari 42 negara. Sungguh ironis di saat pemerintah melalui Kemdikbud membanggakan tingkat kelulusan dan nilai rata-rata Ujian Nasional yang meningkat dari tahun ke tahun, justru di pemetaan internasional kita semakin terpuruk.

      Laporan lengkap TIMSS & PIRLS 2011 dapat dilihat dan diunduh di tautan berikut >> http://timssandpirls.bc.edu/

    3. Diskusi #petisiUN di SBO TV Surabaya

      Kreshna Aditya
      Petition Organiser
    4. Reached 1,500 signatures
    5. Kutipan dari Acara Peluncuran Petisi Reposisi Ujian Nasional

      Kreshna Aditya
      Petition Organiser

      Catatan dan kumpulan kutipan para guru besar dan praktisi pendidikan dari acara peluncuran petisi menuntut Reposisi Ujian Nasional hari Minggu, 25 November, lalu.

      https://www.facebook.com/notes/karina-adistiana/petisi-reposisi-ujian-nasional-demi-pendidikan-indonesia-yang-lebih-baik-ayo-tan/10151423797670817

    6. The Learning Curve Report 2012 - Pearson

      Kreshna Aditya
      Petition Organiser

      Situs The Learning Curve yang mempublikasikan pemetaan kualitas pendidikan Internasional versi Pearson. Dalam pemetaan ini, Indonesia menempati posisi terakhir dari 40 negara yang dipetakan >> http://thelearningcurve.pearson.com/

    7. Pearson: Sistem pendidikan Indonesia terendah dr 40 negara

      Kreshna Aditya
      Petition Organiser

      Satu lagi berita di media hari ini yang memperkuat butir keberatan nomor empat, tentang posisi Indonesia di pemetaan kualitas pendidikan Internasional:

      Sistem Pendidikan Indonesia Terendah di Dunia, Kompas >> http://edukasi.kompas.com/read/2012/11/27/15112050/Sistem.Pendidikan.Indonesia.Terendah.di.Dunia

      Sistem Pendidikan Indonesia Terendah di Dunia

      Sistem Pendidikan Indonesia Terendah di Dunia Selasa, 27 November 2012 | 15:11 WIB Bangka Pos/Fennie Y Ilustrasi KOMPAS.com - Sistem pendidikan Indonesia menempati peringkat terendah di dunia. Berdasarkan tabel liga global yang diterbitkan oleh firma pendidikan Pearson, sistem pendidikan Indonesia berada di posisi terbawah bersama Meksiko dan Brasil.

    8. [Update] Liputan di Media tentang UN / Petisi UN

      Kreshna Aditya
      Petition Organiser
    9. Reached 1,000 signatures
    10. Liputan di Media tentang Peluncuran Petisi Reposisi UN

      Kreshna Aditya
      Petition Organiser
    11. Ujian Nasional Dianggap Membohongi Siswa [via Tempo.co]

      Kreshna Aditya
      Petition Organiser

      Liputan pertama tentang acara konferensi pers Petisi Reposisi Ujian Nasional siang tadi di situs Temp.co.

      http://www.tempo.co/read/news/2012/11/25/173443956

    12. Konferensi Pers Petisi Reposisi Ujian Nasional

      Kreshna Aditya
      Petition Organiser

      Siang tadi, Minggu 25 November pk 13.30, bertempat di Warung Daun, Kebayoran Baru, Jaksel, telah diadakan konferensi pers untuk meluncurkan Petisi Reposisi Ujian Nasional. Acara dihadiri oleh para guru besar pendukung petisi, antara lain: Prof. H.A.R. Tilaar, Prof. Mayling Oey-Gardiner, Prof. Iwan Pranoto dan Prof. Mudjisutrisno. Acara juga dihadiri pakar dan praktisi pendidikan, antara lain: Rohmani [Komisi X DPR], Romo Baskoro, Sulistyanto Soejoso, Suparman, Itje Chodijah, Aulia Wijiasih, Elin Driana, Winda Lubis, Monika Irayati, dll. Beberapa wartawan media elektronik, cetak dan online ikut hadir dan meliput acara.

      Acara konferensi pers tadi adalah awalan. Kita harus terus mendorong penyebaran petisi ini agar semakin banyak masyarakat luas yang sadar tentang permasalahan Ujian Nasional ini dan ikut menyuarakan keberatan.

      Karena pendidikan adalah urusan kita semua.***

    13. Reached 500 signatures

    Supporters

    Reasons for signing

    • mega sr INDONESIA
      • about 2 hours ago

      Untuk pendidikan anak-anak saya di masa mendatang.

      REPORT THIS COMMENT:
    • Arbi Rizky Ramadhan TANGERANG, INDONESIA
      • about 3 hours ago

      BIKIN STRESS. NAMBAH-NAMBAH CAPEK. THIS WHOLE IDEA IS A SHITHOLE

      REPORT THIS COMMENT:
    • smkn kalumpang INDONESIA
      • about 5 hours ago

      sangat penting buat anak2 kami

      REPORT THIS COMMENT:
      • about 6 hours ago

      UN dibanding menguji malah menyiksa mental peserta didik

      REPORT THIS COMMENT:
      • about 6 hours ago

      Karena UN adalah pembodohan secara struktural..

      REPORT THIS COMMENT:

    Develop your own tools to win.

    Use the Change.org API to develop your own organising tools. Find out how to get started.