×
You seem to have had an issue loading this page or you have javascript disabled, which may cause problems while using Change.org. To avoid any further inconvenience, please enable javascript in your browser and refresh this page.
Tolak Kurikulum 2013
  • Petitioning Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

This petition will be delivered to:

Jalan Jenderal Sudirman, Senayan - Jakarta 10270
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
Jl. Jenderal Gatot Subroto Jakarta 10270. Gedung Nusantara III
Dewan Perwakilan Rakyat
Presiden Republik Indonesia
DR. H. Susilo Bambang Yudhoyono

Tolak Kurikulum 2013

    1. Koalisi Tolak Perubahan Kurikulum Pendidikan
    2. Petition by

      Koalisi Tolak Perubahan Kurikulum Pendidikan

      Jakarta Selatan, Indonesia

 

Normal 0 false false false EN-US X-NONE X-NONE /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:"Table Normal"; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-priority:99; mso-style-parent:""; mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; mso-para-margin-top:0in; mso-para-margin-right:0in; mso-para-margin-bottom:10.0pt; mso-para-margin-left:0in; line-height:115%; mso-pagination:widow-orphan; font-size:11.0pt; font-family:"Calibri","sans-serif"; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-ascii-theme-font:minor-latin; mso-hansi-font-family:Calibri; mso-hansi-theme-font:minor-latin;}

Teman-teman,

 

Koalisi Pendidikan, Praktisi Pendidikan, Federasi Serikat Guru Indonesia, Orang Tua Murid, dan ICW menolak perubahan kurikulum pendidikan KTSP 2006 menjadi Kurikulum 2013. Perubahan kurikulum tidak memiliki latar belakang yang kuat dan terkesan terburu-buru. Alih-alih menyempurnakan kurikulum yang ada, perubahan ini seperti membongkar secara keseluruhan kurikulum yang ada dan tidak dapat menjamin pendidikan di Indonesia menjadi lebih baik.

 

Saat inii, DPR masih belum menyetujui anggaran Kurikulum 2013 selain 631 miliar., DPR punya peranan penting untuk menyetujui atau menolak anggaran ini. Semoga DPR berpikir jernih, Peran penting DPR sesuai dengan UU 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negarag mengamanatkan bahwa perubahan mata anggaran dalam APBN harus melalui persetujuan DPR.

 

Jikakita tengok, waktu pencairan anggaran dan masa reses DPR yang dimulai sekitar 12 April 2013, merupakan waktu yang sempit. Sedangkan kurikulum 2013 harus diterapkan pada tahun ajaran baru Bulan Juli 2013. Belum lagi masalah buku dan pelatihan guru. Waktu yang sempit ini menimbulkan potensi pengadaan buku dan pelatihan guru yang tidak sesuai aturan. Sirine tanda bahaya sudah mulai harus dinyalakan.

 

Kami menolak perubahan kurikulum dengan alasan:
1. Kemdikbud lakukan tidak mengacu pada standar nasional pendidikan dalam membuat Kurikulum 2013. Yang ada, Kemdikbud membuat Kurikulum 2013 terlebih dahulu duluan, baru kemudian meralat standar nasional pendidikan. Jadi, setelah kurikulum 2013 diganti, baru kemudian Kemdikbud ramai-ramai berusaha merevisi PP 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan. Dari dasar hukummya saja, Kurikulum 2013 sudah bermasalah. Bukannya memulai dari Undang-undang,Kemdikbud malahmenabraknya.

 

2. Kurikulum 2013 juga dibuat tanpa perencanaan matang. Dalam waktu singkat enam bulan, cling! Kurikulum langsung jadi. Masyarakat juga berhak mencatat, Kemdikbud tidak pernah mengevaluasi kurikulum sebelumnya (KTSP 2006). Tanpa evaluasi, Kemdikbud gagah berani tetap merancangKurikulum 2013. Padahal, KTSP 2006 saja masih belum bisa diterapkan secara menyeluruh. Sekarang, sudahmau ganti lagi.

3. Perubahan kurikulum tidak didahului dengan riset dan evaluasi terhadap pelaksanaan kurikulum KTSP 2006.

4. Proses penyusunan kurikulum 2013 rawan korupsi. Indikasinya terlihat dari proses penganggaran yang tidak terencana dengan baik. Kemdikbud awalnya mengajukan anggaran 684 miliar. Kemudian naik jadi 1,4 triliun. Lalu melesat lagi jadi 2,49 triliun.

 

DPR sebenarnya sudah menyetujui duit 631 miliar pada Desember 2012. Namun, ketika dana meroket jadi 2,49 triiun, bagaimana cara menutupi kekurangannya? Untuk menambal kekurangan, Kemdikbud akan mencomot Dana Alokasi Khusus (DAK) sebesar 748 miliar dan dari APBN 2013 yang relevan seperti pelatihan guru, sebesar 1,1 triliun.

 

5. Kemdikbud sampai saat ini juga belum memberikan dokumen resmi Kurikulum 2013. Masyarakat, bahkan Panitia Kerja (Panja) Kurikulum DPR RI juga belum pernah melihat dokumen kurikulum yang resmi dan final. Ibaratnya, kita seperti meributkan barang abstrak yang tak jelas rimbanya. Selama ini, yang beredar di masyarakat hanyalah sekumpulan lembaran (slide) power point berisi Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar Kurikulum 2013. Profesor bidang Sosiologi Universitas Indonesia Thamrin Tomagola mengatakan, “Kurikulum 2013 sarat dengan dua muatan dogmatis-ideologis: nasionalisme sempit dan religiusitas artifisial/ kulit.”

 

6. Empat Kompetensi Inti (KI) dalam Kurikulum 2013 adalah: semangat religius; sikap sosial sebagai anggota masyarakat dan sebagai bangsa; ketiga, pengetahuan baik yang faktual, konseptual, prosedural, meta kognitif; dan keempat, aplikasi KI 1 sampai dengan 3 merupakan satu kesatuan. KI 1 dan 2 tidak diajarkan langsung (indirect teaching).Kompetensi Inti mengikat semua Kompetensi Dasar semua mata pelajaran, dan Kompetensi Inti 1 mengutamakan semangat religius.

 

7. Kurikulum 2013 juga akan menghapus Bahasa Inggris dan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK). Ini tentu bertentangan dengan semangat yang sering diutarakan Kemdikbud, bahwa pendidikan nasional harus mampu berkompetisi di tingkat global. Bagaimana caranya, jika Bahasa Inggris dan TIK dihapus? Bagaimana dengan para guru yang mengajar Bahasa Inggris dan TIK? Mereka akan kehilangan pekerjaan. Apakah ini sudah dipikirkan matang-matang oleh Kemdikbud?

 

8. Para penyusun kurikulum tampaknya mengambil salah satu kalimat yang ada pada Kompetensi Inti, kemudian dikait-kaitkan dengan materi-materi yang akan diajarkan.

 

Dalam dokumen Kompetensi Inti dan Kompetensi yang berhasil kami dapatkan, beginilah contoh penyatuan tersebut dalam mata pelajaran Matematika Kelas X, yaitu: disiplin, konsisten dan jujur  dan aturan eksponen dan logaritma. Kedua, perbedaan di dalam masyarakat majemuk dan persamaan dan pertidaksamaan linier. Ketiga, mengembangkan perilaku (jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli, santun, ramah lingkungan, gotong royong, kerjasama, cinta damai, responsif dan proaktif) dan menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan bangsa dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia. Itulah kompetensi kurikulum yang disebut-sebut terhebat di dunia.

 

9. Bukan hanya segi isi buku, proses pengadaan buku juga rawan korupsi. Ini sudah rahasia umum. Tahun 2007, terjadi kasus korupsi di Kemdikbud dalam lelang pencetakan buku keterampilan fungsional. Pelaku korupsinya tak lain adalah pejabat Kemdikbud sebagai panitia lelang dengan modus mark up (penggelembungan). Pengadaan buku Kurikulum 2013 tidak menutup kemungkinan terjadi korupsi. Ingat, anggaran buku Kurikulum 2103 adalah 1,1 triliun rupiah.

 

Jangan lupa, 77% kasus korupsi yang ditangani KPK adalah soal pengadaan. Di kurikulum 2013, pengadaan buku dianggarkan 1,1 triliun. Bukan uang kecil. Namun, diskusi yang terjadi di masyarakat, turut menentukan arah keputusan anggaran di DPR. Bersuaralah menolak Kurikulum 2013, mumpung masih bisa.

 

Kurikulum 2013 yang tak matang dan masih dipaksa jalan, sungguh membuat heran. Kurikulum yang compang-camping baik dari segi isi, ketiadaan dokumen resmi yang bisa diakses baik masyarakat dan DPR, serta dana yang angkanya tak main-main, membuat banyak pihak khawatir: sebenarnya untuk siapa kurikulum ini dibuat? Kurikulum tak bisa hanya jadi ambisi segelintir pejabat. Yang akan terkena dampaknya, jutaan anak Indonesia, jutaan guru. Sebaiknya Kemdikbud merenungkan itu baik-baik.

 

Jangan jadikan masa depan anak Indonesia sebagai tumbal proyek. Kenyataannya tidak begitu. Andai kurikulum ini baik adanya: direncanakan dengan matang, substansinya mantap, anggaran tak bermasalah, tentu dukungan akan mengalir. Kenyataannya tidak begitu.Kemdikbud perlu berkaca: apakah kurikulum ini sesuai Undang-undang? Baik untuk murid dan guru? Untuk masyarakat?

 

Yang penting dan genting, Kemdikbud harusnya fokus membenahi kemampuan guru, memperbaiki fasilitas sekolah dan mekanisme penyaluran dana pendidikan yang rawan korupsi. Itu saja dulu.

 

Carut marut pendidikan nasional bukan hanya soal uang triliunan, tapi menyandera masa depan generasi pembaharu, yang nantinya harus memotong tradisi korup bangsa ini. Tapi bagaimana generasi ini mau memotong tradisi korup, kalau kurikulum yang akan diajarkan pada mereka saja kacau dari segi isi dan anggaran? Guru juga akan kembali menjadi korban bila kurikulum ini jadi diterapkan.

 

Jika kurikulum yang menjadi landasan belajar anak-anak bangsa begitu kacau dan keliru, bagaimana lagi kita mau mengharapkan perubahan kualitas pendidikan?

 

 

9. Kebijakan pendidikan juga seringkali tak pikirkan nasib guru. Sekarang, Kurikulum 2013 hanya kembali akan menjadikan guru sebagai korban.Penyediaan silabus untuk perlengkapan ajar bagi guru juga kerap disebut-sebut pemerintah untuk mencari dukungan

 Perubahan kurikulum tidak melibatkan para guru dan pakar pedagogik dalam proses penyusunan kurikulum.

 

10. Perubahan kurikulum terkesan dipaksakan dan asal-asalan yang akan berakibat pada guru dan murid menjadi korban.

 

11. Perubahan kurikulum hanya akan menguntungkan penerbit buku. Bahkan, Desember 2012 lalu, ketika dokumen kurikulum belum jadi dan uji publik baru akan dijalankan, Kemdikbud sudah pernah mengumpulkan penerbit-penerbit untuk membahas buku. Bagaimana bisa?

 

 

Terkait hal tersebut, maka kami memberikan rekomendasi, yaitu:

1. Menolak perubahan kurikulum, dan mengajak masyarakat untuk bergerak menolak karena perubahan kurikulum tidak di dasari oleh paradigma yang jelas, mengenai pendidikan itu sendiri.

 

2. Orientasi pendidkan harus mengacu pada konstitusi yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa, bukan pada selera kebutuhan pasar.

 

3. Menyadari hal ini, Kami berharap pemeritah lebih fokus pada:
peningkatan kualitas guru (62% guru SD tidak pernah mendapatkan pelatihan, rata-rata guru di kota besar hanya menikuti pelatihan hanya 1 kali dalam 5 tahun, bahkan ditemukan guru PNS yang terakhir mengikuti pelatihan pada tahun 1980)1. Program-program peningkatan kualitas guru tidak memiliki dampak yang signifikan, termasuk UKG tidak memiliki dampak peningkatan kualitas pendidikan.

 

4. Perubahan kurikulum harus didasarkan pada riset yang jelas dan seluruh pemangku kepentingan (stakeholder) terkait, serta bukan sekadar uji publik tetapi harus dilakukan melalui uji coba.

 

Melalui petisi ini, kami mengajak teman-teman untuk menyuarakan penolakan terhadap perubahan kurikulum pendidikan yang akan dilakukan oleh Kemendikbud, bersama-sama.

 

5 Desember 2012

 

Kurikulum 2013 dapat dilihat pada link ini:

http://www.kemdiknas.go.id/kemdikbud/uji-publik-kurikulum-2013-4

 

 

Cerita personal dari Pangeran Siahaan yang menulis sebuah artikel:

Dalam Indeks Kecakapan Berbahasa Inggris (English Proficiency) terbaru yang dirilis EF (English First), Indonesia menempati urutan 34 dari 44 dengan "kemampuan sangat rendah."

Dari 13 negara Asia yang bahasa ibunya bukan bahasa Inggris, Indonesia menempati urutan kesepuluh - di atas Vietnam, Thailand dan Kazakhstan.

Ini bukan rahasia. Selain golongan kelas menengah ke atas yang bisa melafalkan “Caramel Machiato” saat memesan kopi di Starbucks, Bahasa Inggris adalah sebuah kemewahan bagi banyak warga. Padahal, kebutuhan berbahasa Inggris hampir tidak bisa dihindari. 

Kebanyakan sumber informasi dan pengetahuan di internet berbahasa Inggris. Buku teks Universitas kebanyakan berbahasa Inggris. Bahasa Inggris diperlukan untuk jutaan TKI kita yang bekerja di luar negeri. Bahasa Inggris menjadi salah satu prasyarat penting untuk menghadapi globalisasi.  

Lalu solusi apa yang ditawarkan oleh Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan?Semester depan, hapus Bahasa Inggris dari sekolah dasar! Alasannya? Agar bahasa Indonesia mereka menjadi lebih baik. 

Saya sama sekali tidak anti berbahasa Indonesia. Bahkan terkadang saya setuju bahwa masih banyak penggunaan bahasa Indonesia yang belum benar. Tapi apakah alasannya karena diajarkannya Bahasa Inggris yang 3 jam pelajaran per minggu itu? Padahal 37 jam pelajaran sisanya diajarkan mengunakan Bahasa Indonesia. 

Lebih parah lagi, pelajaran seperti IPA dan IPS akan dimasukkan ke pelajaran Bahasa Indonesia? Rasa keingintahuan siswa SD akan manusia dan alam semakin dipertumpul. 

Masalah pendidikan di Indonesia, banyak. Tapi adanya pelajaran-pelajaran seperti Bahasa Inggris, IPA dan IPS bukanlah salah satunya

Ayo kita selamatkan Pendidikan Indonesia dari Kemendikbud!

 

Recent signatures

    News

    1. Reached 2,000 signatures
    2. Anggaran Kurikulum 2013 Naik Lagi Menjadi 2,49 T

      Jakarta - - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menganggarkan Rp 2,4 triliun untuk menjalankan Kurikulum 2013 yang baru. Anggaran ini digelontorkan di tengah Rp 73 triliun anggaran Kemendikbud yang masih diblokir Kementerian Keuangan (Kemenkeu).

      "Anggaran ini sudah dibahas dengan Komisi X DPR RI pada 21 Desember 2012 lalu. Sudah disetujui nilai sebesar Rp 73 triliun di dalamnya terkait dengan anggaran kurikulum ini. Total anggaran untuk anggaran kurikulum Kemendikbud tahun 2013 dialokasikan sebesar Rp 2,491 triliun. Anggaran tersebut terdiri dari anggaran melekat sebesar Rp 1,740 triliun dan anggaran tambahan sebesar Rp 751 miliar," jelas Mendikbud M Nuh.

      Hal itu disampaikan M Nuh dalam jumpa pers di gedung Kemendikbud, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Selatan, Kamis (31/1/2013).

      selengkapnya di: http://news.detik.com/read/2013/01/31/180216/2157956/10/kemendikbud-anggarkan-rp-24-t-jalankan-kurikulum-baru-2013

      detikNews : Kemendikbud Anggarkan Rp 2,4 T Jalankan Kurikulum Baru 2013

      Jakarta - - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menganggarkan Rp 2,4 triliun untuk menjalankan Kurikulum 2013 yang baru. Anggaran ini digelontorkan di tengah Rp 73 triliun anggaran Kemendikbud yang masih diblokir Kementerian Keuangan (Kemenkeu). "Anggaran ini sudah dibahas dengan Komisi X DPR RI pada 21 Desember 2012 lalu.

    3. Media Indonesia: Anggaran Perubahan Kurikulum Membengkak Hingga Rp. 1,457 T

      Media Indonesia Cetak, 16 Januari 2013,

      TIM Panitia Kerja (Panja) Kurikulum DPR mempertanyakan membengkaknya nggaran perubahan kurikulum 2013. Semula anggaran perubahan kurikulum Rp684 miliar dan kini membengkak menjadi Rp1,457 triliun.
      Demikian mengemuka dalam rapat dengar pendapat (RDP) antara DPR dan jajaran Kemendikbud, di Gedung Komisi X DPR, Jakarta, kemarin.

      Ketua Panja Kurikulum Utut Adianto menyampaikan kebijakan kurikulum memang merupakan kewenangan pemerintah. Namun, menyangkut anggaran, pihaknya berwenang mempertanyakan.

      Menurut anggota Fraksi PDIP tersebut, pada 21 Desember 2012, pengajuan anggaran perubahan kurikulum 2013 Rp684 miliar. Itu pun masih ditundacmayoritas fraksi di Komisi X DPR.

      “Namun, yang menimbulkan pertanyaan, jumlahnya kenapa bertambah jadi Rp1,457 triliun? Diambil dari mana anggaran ini? Kami minta pemerintah menjelaskan hal itu,” kata Utut.....

      baca di http://17-08-1945.blogspot.com/2013/01/koran-digital-anggaran-kurikulum.html

    4. Sistem Pendidikan di Indonesia Buruk

      Sistem Pendidikan di Indonesia Buruk
      Survei firma pendidikan Pearson menunjukkan sistem pendidikan Indonesia terendah di dunia bersama Brasil dan Meksiko (2012)

    5. Rendahnya Kualitas Guru

      Kualitas Guru yang Rendah
      • Hasil Penelitian World Bank (2012) menunjukkan bahwa Kualitas Guru Indonesia rendah
      • Hasil Uji Kompetensi Guru (UKG) juga menunjukkan kualitas guru rendah dengan skor rata-rata hanya 4,20
      • Survay FSGI menunjukkan bahwa 62% guru SD tidak pernah mendapatkan pelatihan, bahkan menjelang pensiun. Rata-rata Guru kota hanya mngikuti pelatihan 1 X dalam 5 Tahun

    6. Rendahnya Kualitas Pendidikan di Indonesia

      Hasil Penelitian Internasiona Terhadap Rendahnya Kualitas Pendidikan di Indonesia
       Political and Economic Risk Consultant (PERC) Menurut PERC, kualitas pendidikan di Indonesia berada pada urutan ke-12 dari 12 negara di Asia. Posisi Indonesia berada di bawah Vietnam.
       Data yang dilaporkan The World Economic Forum Swedia (2000), Indonesia memiliki daya saing yang rendah, yaitu urutan ke-37 dari 57 negara yang disurvei di dunia.
       Indonesia hanya berpredikat sebagai follower bukan sebagai pemimpin teknologi dari 53 negara di dunia.

    7. Reached 1,000 signatures

    Supporters

    Reasons for signing

    • Claudhia Maulani INDONESIA
      • 4 days ago

      orang-orang atas Indonesia tidak ada yang waras

      REPORT THIS COMMENT:
    • Nina Kumalawati YOGYAKARTA, INDONESIA
      • 5 days ago

      Kurikulum 2013 malah memperbodoh anak Indonesia

      REPORT THIS COMMENT:
    • Denadella Kartika TANGERANG SELATAN, INDONESIA
      • 8 days ago

      Bahasa Inggris itu penting.

      REPORT THIS COMMENT:
    • Hadi Santoso INDONESIA
      • 9 days ago

      Saya paling gak suka pramuka.

      REPORT THIS COMMENT:
    • Arif Sentana BANDA ACEH, INDONESIA
      • 14 days ago

      Kurikulum yang sifatnya merugikan, turunin aja trs tingkat pendidikan Indonesia di dunia

      REPORT THIS COMMENT:

    Develop your own tools to win.

    Use the Change.org API to develop your own organising tools. Find out how to get started.