Pemprov DKI Jakarta: Bangun Trotoar, Bukan 6 Jalan TOL
  • Petitioned Pak Jokowi

This petition was delivered to:

Gubernur DKI Jakarta
Pak Jokowi
Wakil Gubernur Jakarta
Pak Basuki T Purnama
Wakil Gubernur Jakarta2
Pak Ahok
Bappeda Jakarta
Kepala Bappeda DKI Jakarta

Pemprov DKI Jakarta: Bangun Trotoar, Bukan 6 Jalan TOL

    1. Petition by

      daus cak

      jakarta, Indonesia

Warga Jakarta yang berjalan kaki juga bayar pajak. Berjalan kaki itu menyehatkan dan ramah lingkungan. Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta harus memfasilitasi pejalan kaki dengan membangun trotoar, bukan justru membangun 6 tol yang akan menambah macet, polusi udara dan pemborosan Bahan Bakar Minyak (BBM). Pemprov DKI Jakarta harus penuhi hak pejalan kaki, bukan justru memfasilitasi polusi dengan membangun 6 jalan tol dalam kota.

Recent signatures

    News

    1. Reached 25 signatures

    Supporters

    Reasons for signing

    • Tri Yunita INDONESIA
      • 6 months ago

      Suatu hari saya iseng berjalan kaki ke Kuningan City dan sangat paham kenapa orang Jakarta malas jalan kaki. Trotoar nya sungguh tidak layak! Masa di tengah-tengah trotoar ada tiang? Terus yang jalan kaki lewat mana? Belum lagi sepeda motor dan pedagang kaki lima yang mengambil jatah pejalan kaki. Padahal sebenarnya jalan kaki jauuuhhh lebih hemat dan cepat dibandingkan dengan naik kendaraan. Apalagi untuk area perkantoran lebih efisien untuk berjalan kaki.

      REPORT THIS COMMENT:
    • Agnes Winarti JAKARTA, INDONESIA
      • 8 months ago

      Because... cities must be "user friendly". And the ultimate users of a city are the pedestrians.

      REPORT THIS COMMENT:
    • Agnes Winarti JAKARTA, INDONESIA
      • 8 months ago

      Because... city is supposed to be user-friendly. And the ultimate users of a city are the pedestrians.

      REPORT THIS COMMENT:
    • Andi Anugrah Pawi INDONESIA
      • about 1 year ago

      sudah tidak layak berkompromi terus menerus soal trotoar digunakan bukan oleh pejalan kaki. saatnya berubah!

      REPORT THIS COMMENT:
    • Hamdan Fathur INDONESIA
      • over 1 year ago

      Wuih Muantab, Ada yang peduli juga to! Pendapat saya begini: Paradigma pembangunan kota dewasa ini berkonsep pada karakter urban dimanapun di dunia namun, entah di Indonesia?? Maka dari itu kita sering mendengar istilah streetscape dan cityscape urban area. Trotoar/Pedestrian adalah salah satu unsur streetscape itu. Dalam sebuah jurnal dari U.Tokyo dikatakan “the urban streetscape, in particular representative of the image of a city”. Yang intinya streetscape (dalam hal ini termasuk trotoar) secara khusus merepresentasikan gambaran tentang kota. Begitu juga menurut Jacobs, A.B. (1993) stated that "When I think of a city, the first thing that comes to mind is the street. If the street is interesting, the rest of the city is interesting. If the street is mundane, the city is also mundane." Yang artinya "Ketika saya berpikir tentang sebuah kota maka yang terpikir adalah tentang jalan. Jika jalannya menarik maka kotanya juga menarik jika jalannya biasa kotanya juga biasa saja". Jalan disini dalam arti luas termasuk trotoar/pedestrian dan jalur hijau. Jadi, melihat dua hal diatas sebanyak dan semegah apapun gedung yang dibangun di Jakarta kalau tidak diperhatikan masalah trotoar (streetscape) maka mustahil akan mengubah wajah kota.

      Pendapat kedua: Jangan berharap masyrakat menghemat BBM ketika Pedestrian tidak dibangun secara baik. Iya kan, sebetulnya masalah sepele tapi mungkin tidak disadari. Sifat manusia itu pasti mencari rasa aman dan rasa nyaman. Daripada berjalan kaki, sudah panas, sempit, banyak lubang, disrobot sepeda motor ,polusi dan segala kesemrawutan yang ada maka tidak bisa disalahkan masyarakat menggunakan mobil/kendaran pribadi. Sehingga, ketika trotoar/pedestrian dan jalur hijau belum diperhatikn secara serius jangan berharap masyarakat akan mengubah kebiasaannya. Jika pemerintah ingin mengurangi subsidi BBM, trotoar yng manusiawi adalah salah satu kuncinya!

      REPORT THIS COMMENT:

    Develop your own tools to win.

    Use the Change.org API to develop your own organising tools. Find out how to get started.