×
You seem to have had an issue loading this page or you have javascript disabled, which may cause problems while using Change.org. To avoid any further inconvenience, please enable javascript in your browser and refresh this page.
TOLAK Jadikan JOGJAKARTA sebagai serambi Madinah
  • Petitioned Gurbernur dan DPRD Daerah Istimewa Yogyakarta

This petition was delivered to:

Gurbernur dan DPRD Daerah Istimewa Yogyakarta

TOLAK Jadikan JOGJAKARTA sebagai serambi Madinah

    1. Petition by

      Agus Mulyono

      Indonesia

Yogyakarta adalah sebuah Oase Masyarakat Nusantara. Keragaman merupakan sebuah identitas kultural yang melekat sejak berdirinya Kraton Ngayogyakarta. Relasi Keberagaman dirawat sedemikian rupa dengan kebijaksanaan dan kearifannya. Sehingga Jogja adalah Jogja, dengan keunikannya dengan tradisinya. Jogja adalah sebuah ruang kultural keberagaman yang saling menghormati tanpa mempeributkan siapa yang mayoritas dan minoritas. Kesemuanya diayomi dan dilindungi. Sehingga Yogyakarta adalah Taman Sari Kebudayaan Nusantara. Sehingga Keistimewaan Yogyakarta tak hanya dari sisi sejarah semata tetapi juga sebagai benteng terakhir Taman Sari Keberagaman Nusantara.

Ide menjadikan Jogjakarta sebagai Serambi Madinah digemborkan oleh sebagian elite politik masyarakat yogyakarta dengan dukungan dari beberapa kelompok fundamentalis di Yogyakarta. Merujuk pada konsepsi harmonisnya masyarakat MADINAH semasa Nabi Muhammad S.A.W. Ide tersebut digemborkan sedemikian rupa seiring dengan proses perdebatan keistemewaan Yogyakarta yang bergulir kala tersebut. Namun di penghujung 2013, upaya tersebut kembali digemborkan kembali seiring dengan Rakderda MUI Yogyakarta dengan mendorong jargon Jogjakarta Serambi Madinah.

Konsepsi tersebut melukai model Jogjakarta dalam merawat keberagaman. Dominasi simbol salah satu entitias kultural dan agama akan berpotensi untuk menjadikan represi keberagaman lainnya. Menjadikan Jogjakarta serambi madinah tak lain akan membangun segregasi kultural baru di masyarakat yogyakarta. Dan berakibat pada hilangnya keberagaman dan nilai-nilai kultural harmonis yang selama ini di bangun.

Bersama ini, KAMI MENGAJAK SELURUH ELEMEN MASYARAKAT JOGJAKARTA DAN PENCINTA JOGJAKARTA UNTUK MENOLAK JOGJAKARTA SERAMBI MADINAH. Jelaskan mengapa seseorang harus mendukung petisi ini

To:
Gurbernur dan DPRD Daerah Istimewa Yogyakarta
TOLAK Jadikan JOGJAKARTA sebagai serambi Madinah

Sincerely,
[Your name]

Recent signatures

    News

    1. Reached 500 signatures

    Supporters

    Reasons for signing

    • Irwan Kristianto YOGYAKARTA, INDONESIA
      • 11 months ago

      Satu-satunya simbol yang dibutuhkan oleh Jogjakarta adalah kraton Jogjakarta. Kraton Jogjakarta adalah suatu identitas kuat yang tidak perlu dibandingkan atau disama-samakan dengan tempat manapun di dunia. Jogjakarta adalah Jogjakarta, bukan serambinya mana-mana, bukan dapurnya mana-mana, bukan ruang tamunya mana-mana. Jika kita melihat gelar yang dimiliki oleh Sulta HB X, kita akan lebih tahu mengapa Jogjakarta adalah suatu kepribadian sosial masyarakat yang memiliki karakter sendiri. "Sampeyan Dalem ingkang Sinuhun Kanjeng Sultan Hamengku Buwana Senapati-ing-Ngalaga Abdurrahman Sayidin Panatagama Khalifatullah ingkang Jumeneng Kaping Sadasa"

      REPORT THIS COMMENT:
    • Dani Kurniawan INDONESIA
      • 12 months ago

      Jogja adalah Jawa, bukan Arab.

      Budaya Jogja adalah budaya Jawa, bukan budaya Arab.

      Orang Jogja adalah orang Jawa, bukan orang Arab.

      "Serambi Mekah" di Aceh telah membuat suku Aceh jadi antek Arab.

      "Serambi Madina" di Jogja juga akan membuat Jawa jadi antek Arab.

      Ingat Jawa! Keruntuhan kebesaran Jawa terjadi ketika Demak lahir. Kelahiran Demak memecah belah Nusantara, hingga kemuliaan Jawa pun lenyap. Jawa pasca Demak adalah Jawa yang jadi budak di negeri sendiri... hingga detik ini.

      REPORT THIS COMMENT:
    • Johanes Heru INDONESIA
      • 12 months ago

      Tentunya pertama kali yang terlontar adalah apakah tindakan yang mau diambil memakai aturan, dan dalam hal ini aturan dan landasan awal yang ingan saya akai adalah : Apakah ini semua sudah merupakan Ridho Alloh SWT, Tuhan Allah pencipta semuanya dan Sang Raja yang maha adil. Dan jawabannya adalah TIDAK. Disebut tidak, karena ide dasarnya tidak mampu mengakomodasi berbagai keragaman yang ada, bahkan ide sebelumnya yang sudah berjalan melalui Bhinneka Tunggal Ika .........jauh lebih akomodatif. Dan menurut saya tidak, karena ide ini tidak membawa damai sejahtera .......memang sih susah diukur damai sejahtera tsb, tapi itulah pengalaman seorang subyek yang bernama Johanes Heru ini......terlepas ide ini berasal dari mana. Sebagai contoh ide-ide bagus meskipun berasal dari saudaraku yang muslim adalah spt ide Bpk Jokowi......tentang blusukannya dan keinginannya menemui orang2 kecil yang selama ini tersekat-sekat oleh birokrasi. Ide tersebutt sangat bagus dan mendatangkan damai sejahtera yang dapat saya rasakan. Jadi terlepas dari mana ide ini berasal dan siapakah yang siapakah yang menggalang penolakan ini, bukanlah esensi dari penolakan saya, melainkan konten ide untuk menjadikan Jogjakarta sebagai serambi Madinah, adalah ide yang tidak mendatangkan rasa pengayoman, kebhinekaan dan malah menambah penyekatan-penyekatan, dan hal itu semua tidak mendatangkan rasa damai sejahtera tersebut. Dan hidup maupuan kehidupan tanpa rasa damai sejahtera, sudah tidak bisa disebut sebagai kehidupan yg wajar.

      REPORT THIS COMMENT:
    • cah lemu TEMANGGUNG, INDONESIA
      • about 1 year ago

      Yogyakarta titik,tanpa embel embel yang lain!

      REPORT THIS COMMENT:
    • singgih prayogo PAMULANG, INDONESIA
      • about 1 year ago

      Mereka harusnya belajar sejarah dulu asal nama Serambi Mekah u/ Aceh, jaman orang2 naik haji masih naik kapal laut, Aceh adalah kota terakhir yang disinggahi sebelum ke Mekah, oleh karena itu Aceh disebut dengan Serambi Mekah, begitu ya boss2 yang di Yogya...

      REPORT THIS COMMENT:

    Develop your own tools to win.

    Use the Change.org API to develop your own organising tools. Find out how to get started.