STOP supporting travelling dolphin circuses!
  • Petitioning Kismanto

This petition will be delivered to:

Direktur Merchandizing Ramayana
Kismanto
Kantor Perwakilan Lamongan di Jakarta
General Inspector Ministry of Forestry
Sunaryo
General Directorat of Conservation, Ministry of Forestry
Darori
General Secretary Ministry of Forestry
Boen Purnama
Menteri Kehutanan RI
Zulkifli Hasan
Presiden Komisioner Ramayana
Paulus Tumewu
Menteri Kehutanan
Zulkifli Hasan
Sekretaris - Direktur Operasional Ramayana
Setyadi Surya - Gantang Nitipranatio

STOP supporting travelling dolphin circuses!

    1. Petition by

      Coki "Netral"

      Cilandak, Indonesia

--English version below--

#stopsirkuslumba

Siapa bisa diam melihat satwa dilindungi disiksa dan dibunuh? Hampir 100.000 orang paraf petisiwww.change.org/stopsirkuslumba. Sejak itu banyak perubahan. Perusahaan swasta Hero Giant, Lottemart sampe Coca-Cola stop dukungan sirkus lumba. Dirjen Menhut sudah melarang. 

Tapi ada saja taktiknya. Mereka pakai fasilitas militer Lapangan Kipan C521/DY, Tuban, Jawa Timur sampai 13 Oktober. Bahkan Lapangan Parkir Stadion Wergu, Kudus, Jawa Tengah s/d 20 Oktober 2013.

Menhut harus tepati janji! Februari lalu, Menhut bilang bahwa pertunjukan keliling lumba-lumba adalah illegal. Menhut akan berdiri paling depan untuk membubarkan. Kala pejabat berwenang tak beranjak, warga peduli satwa harus bergerak.

Kapan? Dimana?

Besok, Kamis, 10 Oktober 2013 │ Bundaran HI Jakarta  │ 10.00 – 11.30 WIB

Jangan khawatir! Ada surat izin aksi! Keputusan Menhut 2013 juga bilang; pemerhati lingkungan berhak memantau peredaran satwa liar, atau mendorong penegakan hukum.

Memang mendadak! Tapi kalau tidak sekarang, kapan? Ini aksi simpatik. Digelar di Jogja bareng Animal Friends, kamu bisa hub. Ina +6282133749524 Dan di Surabaya bareng Welfarian Indonesia, hub. aja Eka di +6285710320319.

19 Agustus lalu, Perhimpunan Kebun Binatang Se-Indonesia (PKBSI) sepakat hentikan sirkus keliling. Dirjen Kemhut juga minta BKSDA Jabar, Jateng, Jatim, dan Yogya untuk menarik satwa ke asalnya dan dilarang beri SATS (Surat Angkut Tumbuhan dan Satwa). Tapi dilanggar juga! 

Ayo kita bergerak! Bergabung di aksi ini. Atau terus sebarkan petisi mendesak Menhut @Zul_Hasan tepati janji!

Sirkus tak mendidik tapi melecehkan nilai konservasi. Itu cuma pembenaran eksploitasi satwa liar untuk kepentingan bisnis dan perdagangan illegal satwa. Sirkus mencetak generasi yang tak peka kelestarian satwa liar di habitat alaminya.

Sirkus lumba-lumba keliling adalah yang terakhir di dunia. Hanya Indonesia satu-satunya negara yang masih membiarkan ini berlangsung! 

Yuk kita bergabung! Dukung terus ya! www.change.org/stopsirkuslumba 

Salam,

 

Cokie 'Netral' Bollemeyer

@Blueskycloud9

Mereka sengaja dibuat lapar. Mereka diangkut truk yang sempit, gelap, dan pengap. Klorin dalam kolam sering membuat mereka buta. Bunyi yang mereka dengar dalam truk, pesawat, atau musik keras pertunjukkan membuat kerusakan sonar. Tidak heran bila mereka sering ditemukan mati. Dan semua ini dengan dalih pendidikan dan pelestarian?

Inilah yang ditemukan pada sirkus lumba-lumba keliling PT. Wersut Seguni Indonesia (WSI) dan beberapa lainnya. Mereka mendapatkan lumba-lumba dari hasil tangkapan di sekitar pulau Karimun Jawa, 2-3 juta per ekor.

Saking buruknya industri ini, praktek ini telah dihentikan di seluruh dunia, kecuali Indonesia. Hal ini dapat kita hentikan apabila kita bisa menekan perusahaan-perusahaan lain untuk mendukungnya.

Dengan tekanan-tekanan serupa, Carrefour, hero, Giant, Lottemart telah setuju untuk berhenti menyediakan tempat parkirnya untuk area sirkus ini. Begitu pula dengan Garuda, yang telah berkomitmen untuk berhenti mengangkut lumba-lumba dengan pesawatnya dan Teh Botol Sosro, Coca-Cola yang telah berhenti mensponsori. 

Namun, perusahaan seperti Ramayana, dan beberapa Pemda dan Pemkot masih tetap menyediakan tempat bagi sirkus ini, bahkan di ruang publik. Mari kita berikan mereka kesempatan untuk melakukan hal yang benar.

Paraf petisi ini, sekarang! Dan selamatkan Lumba-Lumba Indonesia.

World’s last remaining travelling dolphin circusses in Indonesia: 
 http://vimeo.com/29454682 

Facebook: https://www.facebook.com/pages/Close-Down-Indonesian-Dolphin-Traveling-Circus/126111427469027

Twitter: @savedolphin_ina

-------------------------------------------- 

ENGLISH VERSION

They’re intentionally starved. Transported in cramped and dark trucks in almost dry conditions for hours. The chlorine in the pool can make them blind. The loud truck/plane engine sound, and music from the show damage their sonar. Its not a surprise that they are sometimes found dead. And all this in the name of education and conservation?

This is what is was found at the Travelling Dolphin Circus being run by Wersut Seguni Indonesia (WSI) across Indonesia. The circus claim to have rescued these dolphins but in fact the dolphins are captured from the wild at around $200-300 each.

Indonesia is the only country where this cruel "entertainment" continues. We can stop this, if we pressure companies to stop their support for the circus. That means supermarkets like Ramayana and regional governments in Java to stop providing space.

In the past, through public pressure, companies like Carrefour have stopped providing them a venue, and just weeks ago, Garuda agreed to stop transporting these dolphins by air.

Now, let’s ask their remaining supporters: Ramayana and others to do the right thing and stop supporting these circuses.

Sign this petition NOW, and save the dolphins!

 

Update 07/27/12: Hero Group (Giant) has announced that it does not support animal cruelty and will no longer allow the dolphin circus to use the parking lots of any of its stores throughout Indonesia for shows.

 

Watch the video of the world’s last remaining travelling dolphin circuses in Indonesia:

 http://vimeo.com/29454682

Facebook page: https://www.facebook.com/pages/Close-Down-Indonesian-Dolphin-Traveling-Circus/126111427469027

Twitter: @savedolphin_ina

-------------------------------------------

 

Recent signatures

    News

    1. Reached 100,000 signatures
    2. Decision-maker Lottemart Indonesia responds:

      Lottemart Indonesia

      Please sent the petition to joseph@lottemart.co.id as Lotte Shopping Indonesia President Director and yun0313@lottemart.co.id as Lotte Mart Indonesia President Director. Please not sent to b2binfo@lottemart.co.id because the email just IT...


    3. Reached 75,000 signatures

    Supporters

    Reasons for signing

    • Mary Harris WHITEHORSE, CANADA
      • 1 day ago

      This just isn't right.

      REPORT THIS COMMENT:
    • annie statton LONDON, AK
      • 1 day ago

      It's just cruelty plain and simple.

      REPORT THIS COMMENT:
    • Cara Parks WALNUTCOVE, NC
      • 3 days ago

      for 1 this is one of the most dangerous things ever and for 2 stop torching these poor animals

      REPORT THIS COMMENT:
    • Daelyn White FORT WORTH, TX
      • 7 days ago

      Fire??? how about you go through a ring of FIRE!! STOP PUTTING THESE DOLPHINS THROUGH THIS!!!

      REPORT THIS COMMENT:
    • liza marie ARGENTINA
      • 9 days ago

      por que amo a los Animales!!

      REPORT THIS COMMENT:

    Develop your own tools to win.

    Use the Change.org API to develop your own organizing tools. Find out how to get started.