SBY, Carilah & Temukan Bimo Anugerah dkk
  • Petitioning Susilo Bambang Yudhoyono

This petition will be delivered to:

Presiden Republik Indonesia
Susilo Bambang Yudhoyono
Presiden Republik Indonesia
Susilo Bambang Yudhoyono
Menko Polhukkam
Djoko Suyanto

SBY, Carilah & Temukan Bimo Anugerah dkk

    1. Mugiyanto Sipin
    2. Petition by

      Mugiyanto Sipin

      Bogor, Indonesia

Saya telah kehilangan anak laki-laki tercinta selama 14 tahun terakhir

Saya, Genevieva Misiati Utomo (65), telah menunggu anak saya sejak tahun 1998. Anak saya, Petrus Bimo Anugerah telah lama hilang, 14 tahun dihilangkan. Berhari-hari, berminggu-minggu, hingga tahun berganti tahun, saya terus menjaga ruang tidur Bimo kosong, sambil begitu penuh berharap bahwa malam ini, esok atau suatu hari ia akan kembali.


Pada tahun 2009, saya benar-benar senang mengetahui bahwa Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia telah membuat surat rekomendasi mendesak Presiden Yudhoyono untuk mencari dan menemukan nasib dan keberadaan anak kesayangan saya, Bimo.

Saya dan ayahnya mempunyai harapan besar bahwa Presiden akan menjalankan rekomendasi DPR. Kami betul-betul merindukan kepulangan Bimo. Sambil terus berdoa keberadaan dan nasibnya dalam keadaan baik, saya ingin melihat Bimo. Namun, sampai hari ini, sementara saya semakin tua, anak yang begitu kucintai ini belum kembali.

Menunggu dalam ketidakpastian selama lebih dari sepuluh tahun telah menjadi siksaan batin yangterus menerus bagi saya dan perempuan sebangsa dan sesama ibu yang anak-anaknya dihilangkan paksa oleh Komando Pasukan Khusus (Kopassus) Indonesia pada tahun 1998. Ada setidaknya 23 aktivis yang dihilangkan. Sembilan orang telah dilepaskan, yang lainnya hilang.

Saya benar-benar ingin mengetahui kebenaran tentang apa yang terjadi dengan salah satu saya cintai.

Pada bulan September 2009, DPR Indonesia telah mengeluarkan empat rekomendasi:

  1. Presiden harus membentuk pengadilan ad hoc hak asasi manusia,
  2. Presiden untuk mencari 13 aktivis hilang,
  3. Pemerintah untuk memberikan rehabilitasi dan kompensasi kepada keluarga korban,
  4. Pemerintah harus meratifikasi Konvensi Internasional tentang Penghilangan Paksa (ICED). Sampai saat ini, Presiden belum meratifikasi ICED pada tahun 2010.


Saya dan ibu-ibu lainnya yang juga kehilangan anak-anak pada masa-masa itu, memahami bahwa dibutuhkan waktu untuk melaksanakan rekomendasi DPR seluruhnya. Untuk pemahaman itu, saya dengan rendah hati meminta Presiden Yudhoyono untuk membuka hatinya dengan mengambil tindakan konkret untuk mencari nasib dan keberadaan Bimo, 
anak saya dan 13 orang teman-temannya yang juga masih hilang.

 

-----------------------

 

I have been missing my son for the last 14 years

I, Genevieva Misiati Utomo (65), have been waiting for my son since 1998. My son, Petrus Bimo Anugerah is disappeared. I have been keeping Bimo's bedroom empty, hoping that tonight, tomorrow or one day he will come.

In 2009, I was really glad to know that Indonesian House of Representative made a letter of recommendation to urge President Yudhoyono to seek and to find his fate and whereabouts.
I have a big hope that he would finally found my son. However, up until today, while I am getting older, my loved one has not came back.

Waiting in uncertainty for more than a decade has been a continuous torture for me and my fellow country women whose sons were enforcedly disappeared by the Indonesian Special Forces in 1998.

I and many other families of the disappeared understand that it takes time to implement the whole recommendations. For that understanding, I humbly ask President Yudhoyono to open his heart by establishing an Independent team to find the fate and whereabouts of Bimo, my son and the 13 Disappeared Activists.

I really want to know the truth about what happen with my loved one.

*In September 2009, Indonesian House of Representative had issued a set of recommendations to the President as follows;

  1. The President should establish an ad hoc human rights court,
  2. The President to seek the 13 disappeared activists,
  3. The government to provide rehabilitation and compensation to the families of the victims,
  4. The government should ratify the International Convention on Enforced Disappearance (ICED). Until today, the President has not ratify the ICED in 2010.

Recent signatures

    News

    1. Reached 1,000 signatures

    Supporters

    Reasons for signing

    • Alberto Lorenzi INDONESIA
      • 22 days ago

      tolong aktivis 1998 dikembalikan,mereka adalah pahlawan reformasi.sekarang sudah banyak yang lupa dan merubah kembali yang di reformasikan seenak jidatnya

      REPORT THIS COMMENT:
    • Maulana Yusuf INDONESIA
      • 25 days ago

      Hak Asasi Manusia... jangan semena2 pada rakyat

      REPORT THIS COMMENT:
    • ryu ho yeol INDONESIA
      • about 1 month ago

      please send me info, my email : hyryu@hdec.co.kr

      REPORT THIS COMMENT:
    • Alex Manahara INDONESIA
      • 10 months ago

      Nyawa bukan mainan

      REPORT THIS COMMENT:
    • entinn entuun88 INDONESIA
      • 12 months ago

      respect

      REPORT THIS COMMENT:

    Develop your own tools to win.

    Use the Change.org API to develop your own organizing tools. Find out how to get started.