Selamatkan PANCASILA!!!
  • Petitioned PETISI Kepada: Pemerintah C/Q Presiden Republik Indonesia

This petition was delivered to:

PETISI Kepada: Pemerintah C/Q Presiden Republik Indonesia

Selamatkan PANCASILA!!!

    1. Donny Suryono PSH Satu Indonesia News Group | SatuIndonesiaNews.Com
    2. Petition by

      Donny Suryono PSH Satu Indonesia News Group | SatuIndonesiaNews.Com

      Jakarta, Indonesia

Maklumat Gerakan BedaIsMe
Aku Cinta Indonesia;

Kutuk Kekerasan atas nama Agama

Pidato Bung Karno 1 Juni 1945 menjadi tonggak kelahiran Pancasila. Sejarah penting terbentuknya dasar negara Indonesia ini sekaligus menjadi ideologi kebangsaan yang berdiri di atas berbagai golongan, bukan menjadi monopoli agama atau suku tertentu. Pancasila menjadi rumah bagi seluruh elemen bangsa yang berbeda-beda. Bhinneka Tunggal Ika.

Semangat kebangsaan itu dalam dekade terakhir ternoda. 1 Juni 2008 ketika massa Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan (AKKBB) tengah mempersiapkan aksi damai merayakan hari lahir Pancasila di Monas, FPI menyerang membabi buta. Banyak peserta aksi terluka parah. Salah seorang warga yang ikut bergabung dalam aksi damai tersebut, Bapak Alirman, terluka di bagian kepalanya dan sekitar seminggu setelah kejadian meninggal dunia karena infeksi yang akut.

Tragedi Monas 1 Juni 2008 ini tidak lain bentuk absennya negara atas berulangnya aksi-aksi intoleransi dan kekerasan kelompok-kelompok yang mengatasnamakan agama. Pemaksaan paham dan keyakinan oleh mereka kepada pihak-pihak yang berbeda tidak cukup dengan merusak tempat tinggal, rumah ibadah, sekolah, dan sebagainya, bahkan mencelakai sesama anak bangsa. Lebih tragis lagi, penyerangan massa terhadap jemaat Ahmadiyah di Cikeusik, Banten, pada 6 Februari 2011 merenggut 3 nyawa.

Meskipun laporan tahunan monitoring kebebasan beragama dan berkeyakinan yang dilansir Setara Institute dan The Wahid Institute sejak 2007 sampai 2011 menunjukkan meningkatnya kekerasan atas nama agama, negara bukan malah tegas menindak para pelaku intoleransi, justru tampak makin tunduk terhadap pemaksaan-pemaksaan kehendak yang dilakukan kelompok-kelompok “preman berjubah” – mengutip istilah A. Syafii Maarif. Penyegelan GKI Yasmin Bogor, HKBP Filadelfia Bekasi, 17 Gereja di Singkil Aceh; penyerangan warga Syiah Sampang; tidak meredanya kekerasan terhadap jemaat Ahmadiyah; penyerangan diskusi Irshad Manji di LkiS; dan penggagalan konser Lady Gaga adalah sedikit yang bisa didaftar dari rangkaian aksi intoleransi berkedok agama yang mengemuka belakangan ini.

Ironisnya, negara pun mengkriminalisasi korban kekerasan atas nama agama. Deden, kasus Cikeusik, dan Tajul Muluk, kasus Syiah Sampang, dipenjarakan. Pemerintah juga tidak mematuhi putusan hukum yang inkrah pada kasus GKI Yasmin dan HKBP Filadelfia.

Ketika Amnesti Internasional tahun 2011 menagih komitmen Indonesia untuk memberikan perlindungan kebebasan beragama, negara tetap abai. Pada saat dunia internasional dalam sidang Universal Periodic Review (UPR) Dewan HAM PBB di Jenewa 23 – 25 Mei lalu menyoroti kasus-kasus tercabutnya hak dan kebebasan beragama di Indonesia yang meningkat, Menteri Agama Suryadharma Ali menyangkal dan Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa mencoba menutup-nutupinya.

Hampir tidak ada harapan dari pemerintah ini untuk memberikan jaminan terhadap hak dan kebebasan beragama dan berkeyakinan, kebebasan berekspresi, dan kebebasan beropini, manakala kelompok-kelompok yang mengatasnamakan agama beraksi. Negara tunduk pada desakan kelompok intoleran. Negara kalah pada preman berjubah.

Untuk itu, kami warga negara Indonesia yang tergabung dalam gerakan BedaIsMe memperingati 4 tahun Tragedi Monas, 1 Juni 2008, sebagai upaya untuk mengingatkan kembali pada bangsa ini bahwa Pancasila adalah jiwa Indonesia yang menghargai keberagaman. Karena itu, Pancasila harus bersih dari berbagai pandangan, sikap, dan aksi diskriminatif dan intoleran agar senantiasa menjadi semangat untuk merawat dan merayakan kebhinekaan.

Berdasarkan keprihatinan bersama terhadap meningkatnya aksi-aksi intoleransi atas nama agama dan pengabaian negara atasnya, maka gerakan BedaIsMe mengajak segenap elemen bangsa:

Menyelamatkan Pancasila dari upaya-upaya pemaksaan dan penyeragaman yang mengatasnamakan agama,
Memulihkan martabat bangsa dengan menuntut Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tegas memerintahkan aparat pemerintahan menegakkan konstitusi dan mematuhi International Covenant on Civil and Political Rights (ICCPR) yang telah diratifikasi,
Menuntut Presiden Susilo Bambang Yudhoyono segera mengambil tindakan nyata atas komitmen pemerintah Indonesia dalam sidang Universal Periodic Review (UPR) Dewan HAM PBB di Jenewa 23 – 25 Mei 2012 untuk secara tegas menyelesaikan kasus-kasus pelanggaran kebebasan beragama,
Menuntut negara tidak berada di bawah tekanan dan kontrol kelompok-kelompok agama yang intoleran,
Menuntut negara menindak tegas pelaku aksi-aksi kekerasan atas nama agama,
Mendesak pemerintah untuk merivisi UU No.1/PNPS/1965 sesuai dengan Keputusan Mahkamah Konstitusi No. 140/PUU-VII/2009 of 2010,
Mendesak pemerintah untuk menghapus kebijakan dan praktek diskriminasi dalam pembangunan rumah ibadah dan merevisi SKB 2 Menteri tentang Pembangunan Rumah Ibadah serta mencabut seluruh kebijakan yang restriktif dan diskriminatif, baik di tingkat pusat maupun daerah.

Demikian maklumat ini kami sampaikan untuk menjadi pendasaran pihak-pihak terkait dalam mewujudkan Indonesia yang mampu menghargai dan memberikan jaminan perlindungan kebebasan beragama dan berkeyakinan.

Jakarta, 1 Juni 2012

Gerakan BedaIsMe

“AKU CINTA INDONESIA”

Recent signatures

    News

    1. Reached 50 signatures

    Supporters

    Reasons for signing

    • Abdullah Beik INDONESIA
      • almost 2 years ago

      Demi hukum dan syiah itu adalah madzhab yang paling tua dalam Islam dan diakui oleh ulama dunia, seperti yang tertuang dalam Risalah Amman, Deklarasi mekkah dan Konferensi Persatuan Islam di Bogor

      REPORT THIS COMMENT:
    • Maria Anindita W SEMARANG, INDONESIA
      • almost 2 years ago

      menyangkut landasan hukum di Indonesia dan jiwa bangsa Indonesia

      REPORT THIS COMMENT:
    • afank mariani JAKARTA, INDONESIA
      • over 2 years ago

      Menolak penyeragaman, menyerukan keberagaman...

      REPORT THIS COMMENT:
    • Saidiman Ahmad ACT, AUSTRALIA
      • over 2 years ago

      Karena kita muda, beda, dan berbahaya.

      REPORT THIS COMMENT:
    • yuliana indriastuti JOMBANG, INDONESIA
      • over 2 years ago

      Sebuah alasan yg sangat logis untuk tidak melakukan homogenisasi suatu keberagaman.

      REPORT THIS COMMENT:

    Develop your own tools to win.

    Use the Change.org API to develop your own organizing tools. Find out how to get started.