Mata Pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) di SD/SMP/SMA dan KKPI di SMK Harus Ada dalam Kurikulum Sekolah
  • Petitioning Mendikbud, M.Nuh, Jangan Hapus Matpel TIK & KKPI di Kurikulum 2013

This petition will be delivered to:

Kemdikbud di Jl. Jenderal Sudirman Senayan Jakarta, 10270
Mendikbud, M.Nuh, Jangan Hapus Matpel TIK & KKPI di Kurikulum 2013
Kemdikbud di Jl. Jenderal Sudirman Senayan Jakarta, 10270
Tjipto Sumadi
Kemdikbud di Jl. Jenderal Sudirman Senayan Jakarta, 10270
Prof. Dr. Ir. H. Mohammad Nuh, DEA (Kemdikbud di Jl. Jenderal Sudirman Senayan Jakarta, 10270)

Mata Pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) di SD/SMP/SMA dan KKPI di SMK Harus Ada dalam Kurikulum Sekolah

    1. Wijaya Kusumah
    2. Petition by

      Wijaya Kusumah

      Jakarta, Indonesia

Mata pelajaran TIK dan KKPI sudah ada dalam kurikulum 2006 atau KTSP. Namun dalam kurikulum 2013 mata pelajaran ini dihapuskan. 

Beberapa alasan yang terungkap mengapa TIK/KKPI hilang dari Kurikulum 2013 ketika dialog dengan Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (WAMEN) bidang Pendidikan dan Perwakilan PUSKUR (Pusat Kurikulum dan Perbukuan) diantaranya :

  1. “Anak TK dan SD saja sudah bisa internetan…”
  2. TIK / KKPI bisa integratif (terintegrasi) dengan mata pelajaran lain
  3. Pembelajaran sudah seharusnya berbasis TIK (alat bantu guru dalam mengajar), bukan TIK/KKPI sebagai Mata Pelajaran khusus yang harus diajarkan
  4. Jika TIK/KKPI masuk struktur kurikulum nasional maka pemerintah berkewajiban menyediakan Laboratorium Komputer untuk seluruh sekolah di Indonesia, dan pemerintah tidak sanggup untuk mengadakannya
  5. Banyak sekolah yang belum teraliri LISTRIK, jadi TIK/KKPI tidak akan bisa diajarkan juga disekolah

Secara normatif alasan-alasan tersebut bisa saja diterima, namun tahukah anda dialog yang terjadi diluar forum resmi tersebut, semua alasan tersebut dapat terbantahkan oleh teman-teman dalam dialog “liar” yang diadakan setelah selesai kegiatan tersebut.

Jika alasannya karena “Anak TK / SD sudah bisa main game dikomputer dan berinternet ria”, maka jika ada yang berpendapat Anak TK/SD pun sudah bisa berbahasa Indonesia karena mereka adalah orang Indonesia, jadi tidak perlu lagi ada Pelajaran Bahasa Indonesia di TK/SD atau tidak perlu lagi ada pelajaran Olahraga karena cukup kasih bola atau buatkan selorotan maka anak sudah berolah raga.

Darimana anak TK/SD bisa main game dan berinternetan ? Bagaimana cara memanfaatkan TIK dengan baik dan benar ? Bagaimana etika penggunaan TIK dst… sulit bahkan tidak bisa didapatkan mereka dengan autodidak.

Pembelajaran abad 21 yang mengarah ke Literacy Informasi mempersyaratkan untuk berbasiskan ICT/TIK, TIK sebagai alat bantu guru dalam mengajar dengan TIK sebagai sebuah mata pelajaran adalah dua hal yang berbeda. Ketika TIK/KKPI bukan lagi sebagai mata pelajaran maka pekerjaan guru akan bertambah, misalnya saja ketika guru bahasa Indonesia memberi tugas kepada siswa untuk membuat laporan deskriptif, disamping mengajarkan teori/materinya tentang bentuk – bentuk laporan deskriptif, guru juga harus mengajarkan bagaimana cara mengetik dan membuat laporan tersebut dikomputer, Inilah yang disebut integratif. Sekarang bagaimana kalau logikanya dibalik, Guru TIK mengajarkan anak-anak cara mengetik di Pengolah Kata (Word misalnya) dan sebagai bahannya bisa berupa laporan deskriptif yang dicari siswa di internet. Singkat kata pelajaran bahasa Indonesia secara keilmuwan juga tidak diperlukan lagi.

Jika TIK/KKPI dianggap akan memberatkan pemerintah karena implikasinya pemerintah harus menyediakan sarana dan prasarananya maka terkesan pemerintah ingin lepas dari tanggungjawab karena kemanakah anggaran pendidikan yang 20% itu. Padahal jiga logikanya dibalik, karena adanya matapelajaran TIK beberapa tahun terakhir sebagai stimulus bahkan membawa revolusi didalam dunia pendidikan dan pembelajaran, maka TIK akan tetap dipertahankan dan pemerintah akan menganggarkannya, terlebih TIK menjadi persyaratan pergaulan di abad 21 ini, sehinga untuk mengejar ketertinggalan TIK akan dikedepankan tidak hanya sebagai media pembelajaran tetapi sebagai mata pelajaran seperti tercantum dalam Peraturan Pemerintah No 19.

Dengan adanya TIK sebagai mata pelajaran maka pemerintah secara tidak langsung akan dipaksa untuk membangun infrastruktur listrik dan mengalirkannya hingga pedesaan. Dengan demikian Indonesia akan maju semakin pesat.

Tahukah anda alasan sesungguhnya dibalik RAIBnya TIK dari Kurikulum 2013? Kami mencoba menelusuri Draft Kurikulum 2013 versi terkini (Maret 2013), salah satunya adalah terdapat mata pelajaran prakarya dan lintas peminatan. Ada tambahan beban belajar bagi siswa dan hal tersebut berakibat harus ada mata pelajaran yang dihilangkan. Satu-satunya mata pelajaran yang tingkat resistensinya paling rendah jika harus dihilangkan atau dihapuskan adalah “TIK/KKPI”, Mengapa ?

TIK/KKPI adalah mata pelajaran paling muda dalam struktur kurikulum 2006 (KTSP), sehingga jika “dibunuh” dampaknya tidak akan terlalu besar (kalau yang dihilangkan sejarah/olahraga/lainnya tentu tidak akan berani) mengingat jumlah guru TIK/KKPI murni hanya berkisar 15%, sedangkan 85% sisanya akan dikembalikan ke mata pelajaran induk. Namun terfikirkankah mengapa guru Fisika mengajar mata pelajaran TIK, mungkin sebagian karena tidak adanya guru TIK, namun tidak sedikit pula dikarenakan gurunya berlebih sehingga jika harus balik ke mata pelajaran induk akan menjadi masalah baru. Meskipun akan ada revisi terhadap PP 74 mengenai beban kerja guru, tapi kita tidak tau seperti apakah revisinya.

Disisi lain, hilangnya TIK/KKPI dari kurikulum 2013 tidak hanya akan “membunuh” secara perlahan mata pelajaran TIK (kelas 8,9,11,12 masih ada TIK), akan tetapi akan “membunuh” calon-calon guru TIK yang saat ini sedang dididik di berbagai LPTK(Perguruan Tinggi) yang saat ini membuka Jurusan tersebut. Calon-calon guru TIK ini belum sempat dilahirkan oleh LPTK sudah terancam akan “di aborsi” masal.

Dalam Kurikulum 2013 khususnya di SMA/SMK terdapat peminatan IPA, IPS, Bahasa. Mengapa tidak diberikan peluang ada peminatan TIK, karena tidak sedikit siswa yang ketika lulus dari SMA/SMK langsung bekerja di bidang yang memerlukan penguasaan TIK, dan tidak sedikit pula yang melanjutkan ke perguruan tinggi dengan mengambil jurusan komputer dan informatika atau sejenisnya. Mengapa pemerintah tak memikirkan akan hal ini?

 

Gerakan Guru TIK/KKPI se-Nusantara meminta agar Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (M. Nuh) tetap memasukkan mata pelajaran TIK/KKPI dalam kurikulum sekolah dan berdiri sejajar dengan matpel lainnya. Bukan menggantinya menjadi mata pelajaran Prakarya. 

Mari dukung gerakan kami dengan menandatangani Petisi ini bersama-sama.

Ikuti terus infonya di website http://agtikknas.org/ atau facebook group https://www.facebook.com/groups/1398551793733666

To:
Mendikbud, M.Nuh, Jangan Hapus Matpel TIK & KKPI di Kurikulum 2013, Kemdikbud di Jl. Jenderal Sudirman Senayan Jakarta, 10270
Tjipto Sumadi, Kemdikbud di Jl. Jenderal Sudirman Senayan Jakarta, 10270
Prof. Dr. Ir. H. Mohammad Nuh, DEA (Kemdikbud di Jl. Jenderal Sudirman Senayan Jakarta, 10270), Kemdikbud di Jl. Jenderal Sudirman Senayan Jakarta, 10270
Mata Pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) di SD/SMP/SMA dan KKPI di SMK Harus Ada dalam Kurikulum Sekolah

Sincerely,
[Your name]

Recent signatures

    News

    1. Penyerahan Petis

      Wijaya Kusumah
      Petition Organizer

      Petisi rencananya akan diserahkan langsung kepada Menteri Pendidikan dan Kebudayaan pada Seminar Nasional Asosiasi Guru TIK dan KKPI Nasional di Aula Gedung A Kemendikbud Senayan Jakarta. Sabtu, 26 April 2014

    2. Reached 3,000 signatures
    3. Mengembalikan TIK dalam K13

      Wijaya Kusumah
      Petition Organizer

      Mengembalikan TIK dalam K13
      Nanang Martono ; Dosen Sosiologi Pendidikan
      http://agtikknas.org/mengembalikan-tik-dalam-k13/

      Pada tahun ajaran 2014-2015, Kemendikbud bertekad bulat untuk menerapkan Kurikulum 2013 (K13) di semua sekolah di Tanah Air. Rencana ini memang tergolong nekat.

      Di saat guru-guru di pelosok Tanah Air banyak masih kebingungan dengan konsep baru yang ditawarkan dalam K13, mereka tetap dipaksa menjalankannya.

      K13 juga masih meninggalkan beberapa permasalahan. Selain persiapan yang tidak matang dan pelatihan guru yang masih sangat minim, kurikulum ini juga meninggalkan permasalahan mengenai nasib guru-guru yang mata pelajarannya dihapus dalam K13. Salah satunya adalah mata pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi (MP TIK).MP TIK adalah buah penerapan KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan) yang digodok pada 2006, dan diterapkan pada 2007 untuk meng­gantikan KBK (Kurikulum Berbasis Kompetensi).

    4. Reached 1,500 signatures
    5. Matpel TIK/KKPI Disukai siswa Indonesia

      Wijaya Kusumah
      Petition Organizer

      Kesalahan terbesar pemerintah adalah mengganti pelajaran TIK/KKPI dengan Prakarya yang belum teruji dalam kurikulum sekolah. Sementara TIK/KKPI adalah mata pelajaran yang sangat disukai peserta didik serta sudah teruji di dalam KTSP. Silahkan ditanyakan kepada siswa tentang pelajaran TIK/KKPI, pasti mereka akan menjawab matpel TIK itu menyenangkan.

    6. Reached 750 signatures

    Supporters

    Reasons for signing

    • Muhammad Saleh INDONESIA
      • 9 days ago

      Justru TIK adalah Pelajaran yang paling relevan dengan kekinian.

      REPORT THIS COMMENT:
    • Syaiful Hendra INDONESIA
      • 12 days ago

      Sebagai Guru TIK, Dosen dan Instruktur di kampus saya turut prihatin atas diberlakukannya kurikulum ini, semoga pemerintah dapat melakukan evaluasi atas kebijakan ini

      REPORT THIS COMMENT:
    • enda prameswara BUITENZORG, INDONESIA
      • 13 days ago

      karena saya juga sebagai guru TIK, merasa prihatin dengan perkembangan teknologi sekarang ini, jika anak- anak kita menggunakan IT tidak di awasi, maka 5 atau 6 tahun mendatang, mereka akan lupa dengan dirinya sendiri, dan tidak menyadari perubahan moral yang membawa mereka kejalan yang salah, saya setuju dengan adanya petisi ini, semangat kang wijaya, maju terus kita dalam barisan sebagai guru TIK yang peduli terhadap anak bangsa

      REPORT THIS COMMENT:
    • kisro subekti INDONESIA
      • 13 days ago

      agar pendidikan TIK tetap ada dan bahkan dikembangkan, karena TIK merupakan sumber informasi terlengkap, termudah untuk semua mapel

      REPORT THIS COMMENT:
    • ADE WIRA DARMANTO INDONESIA
      • 14 days ago

      Jangankan Siswa/i, Guru-guru saja masih banyak yang Gaptek. Makanya Pelajaran TIK/ KKPI sangat penting untuk diajarkan di sekolah-sekolah supaya anak-anak Indonesia tidak tertinggal dari bangsa lain.

      REPORT THIS COMMENT:

    Develop your own tools to win.

    Use the Change.org API to develop your own organizing tools. Find out how to get started.