Kemendikbud & Kemenag: Stop kriminalisasi korban perkosaan di sekolah
  • Petitioned Kemendikbud dan Kemenag

This petition was delivered to:

Kemendikbud dan Kemenag
Mendikbud
mendikbud
Mendikbud
Menkes

Kemendikbud & Kemenag: Stop kriminalisasi korban perkosaan di sekolah

    1. NH Handayani
    2. Petition by

      NH Handayani

      DKI Jakarta, Indonesia

Tahun lalu di Bengkulu terjadi perkosaan pada seorang siswi yang akan menghadapi ujian akhir, namun pihak sekolah mengeluarkannya karena telah dianggap melakukan tindakan asusila dan membuat citra sekolah buruk. Proses mediasi telah diupayakan dan mendapatkan dukungan dari beberapa lembaga pemerintah seperti KPAI, Kemen.PP & PA, Ka Badan PP & PA namun tak digubris sekolah. Alasannya adalah sekolah memiliki otonomi untuk mengambil keputusan terkait dengan peraturan di sekolahnya.


Sabtu, tanggal 8 September 2012, sekolah di Jawa Timur mengeluarkan seorang siswi yang menjadi korban perkosaan selama 3 tahun oleh kakeknya sendiri. Terjadi beberapa protes yang ditujukan ke sekolah karena berita ini diketahui oleh media dan tersebar di masyarakat.


Senin, tanggal 8 Oktober 2012, sebuah sekolah di Depok mengeluarkan seorang siswi yang menjadi korban penculikan dan perkosaan oleh orang yang dikenalnya lewat jejaring sosial. Terdapat mediasi dan akhirnya siswi tidak jadi dikeluarkan karena mendapatkan kecaman yang keras dari masyarakat.


Kasus di Bengkulu tidak diketahui oleh banyak orang sehingga hasilnya sangat menyedihkan, sedangkan 2 kasus lainnya diketahui media dan khalayak ramai sehingga terjadi penekanan terhadap sekolah untuk tidak mengeluarkan siswi korban perkosaan. Sekolah sebagai lembaga pendidikan harusnya melindungi korban perkosaan dan memberikan dukungannya agar korban terus melanjutkan pendidikannya, bukannya malah merebut hak untuk mendapatkan pendidikan! Bagaimana dengan kasus-kasus serupa yang tidak terungkap? Korban perkosaan membutuhkan dukungan dari segala pihak untuk lepas dari traumanya dan pendidikan untuk melanjutkan hidupnya.


Kemendikbud dan Kemenag adalah lembaga yang mempunyai wewenang di bidang pendidikan di Indonesia. Keduanya harus mengeluarkan pernyataan dan peraturan keras yang melarang sekolah mengeluarkan siswi korban perkosaan dan memberikan sangsi kepada sekolah yang berani mengeluarkannya!

 

Lagi-lagi terjadi stigma kepada korban perkosaan, berikut ini adalah detail transkrip dari M. Nuh (Mendikbud) mengenai siswi korban perkosaan di Depok oleh Republika (Rabu, 17 Oktober 2012):

Berikut transkrip wawancara antara Republika dengan Mendikbud, M Nuh:

Republika: Pak Nuh, minta tanggapan, untuk korban pemerkosaan di Depok kan akan dikeluarkan dari sekolahnya?

Mendikbud: Masa' ndak ah.

Republika: Tapi korban trauma dan tidak mau masuk sekolah lagi?

Mendikbud: Saya akan cek, terus terang belum tahu persis, karena belum ketemu dengan putrinya. Jadi gini lho ya, sekolah itu hak dari setiap anak. Oleh karena itu, sekolah harus tetap memberikan layanan kepada sang anak. Tetapi ya, ada tetapinya, pada kondisi-kondisi tertentu, bisa jadi misalkan karena kenakalannya maka sekolah bisa mengembalikan sang anak kepada org tuanya. Tetapi itu pun juga tidak menyelesaikan persoalan karena mereka harus sekolah juga, harus ada sekolah yang mau menampung, sehingga harus dicarikan jalan keluarnya. Jadi tidak sekedar langsung di-drop out, mau sekolah dimana. Sehingga harus dicarikan jalan keluarnya. untuk hal yang sangat khusus seperti yang anda sampaikan itu yang pertama sekolah, kecuali kalau itu sengaja lho ya. Sengajagak dia?

Republika: Sengaja apanya? korbannya? tidak sengaja, mereka ketemuan setelah kenal di facebook dan dia diperkosa.

Mendikbud: Soalnya ada yang sengaja.

Republika: Maksudnya sengaja diperkosa pak?

Mendikbud: Soalnya kadang-kadang ada yang sengaja sama-sama senang ngakunya diperkosa. harus dibuktikan.

Republika: Dibuktikan dari korbannya pak?

Mendikbud: Iya, kok tahu (tidak sengaja), tanya sama yang mengorbankan (pelaku pemerkosaan). Jadi kadang-kadang, itu yang susah tuh. Tapi kalau memang jadi korban, kita harus lindungi, kita pulihkan traumatiknya, hak-haknya pun juga kita siapkan. Kasihan dia, tidak boleh. Sudah kena musibah, terus sekolahnya juga tidak selesai, harus kita lindungi mereka.

 

Sejak kapan cara untuk mengetahui orang diperkosa atau tidak dengan bertanya kepada pelakunya ini digunakan? Tidak akan ada pemerkosa yang mengaku kalau dia sudah memperkosa! Pernyataan yang stigmatif ini sangat menyudutkan korban, padahal untuk kasus perkosaan biasanya korban mengalami kesulitan ketika harus melapor. Hal ini dikarenakan keadaan trauma akibat perkosaan yang berpengaruh besar terhadap kondisi psikologis korban.


Pasal 9 (1) UU 23/2002 menyatakan bahwa setiap anak berhak memperoleh pendidikan dan pengajaran dalam rangka pengembangan pribadinya dan tingkat kecerdasannya sesuai dengan minat dan bakatnya. Jadi, setiap anak berhak mendapatkan akses pendidikan tanpa memperdulikan latar belakangnya.. Meskipun ia hamil karena bukan menjadi korban perkosaan, maka ia tetap masih berhak untuk melanjutkan sekolah! 

 

Jika setiap orang di Indonesia mendapatkan pendidikan seksualitas yang komprehensif dimana mereka mengetahui dan mengenali apa saja yang termasuk dengan pelecehan atau kekerasan seksual beserta dampaknya, maka remaja, guru, orang tua, masyarakat, termasuk Mentri sekalipun akan tahu bagaimana menghindari dan menangani kasus perkosaan pada remaja.

 

Penolakan terhadap pendidikan seksualitas yang komprehensif oleh Mendikbud menjelaskan bahwa norma ketimuran dan budaya itu lebih penting daripada menyelamatkan generasi muda. Diketahui bahwa sekitar 49% infeksi HIV itu terjadi di kalangan anak muda dan 1 dari 4 perempuan itu mengalami kasus pelecehan seksual. M. Nuh belum tahu apa saja yang ada dalam kurikulum pendidikan seksualitas yang komrpehensif, namun bukannya mencari tahu tapi ia malah asal bicara dan menolak hal itu.

Recent signatures

    News

    1. Reached 500 signatures

    Supporters

    Reasons for signing


    Develop your own tools to win.

    Use the Change.org API to develop your own organizing tools. Find out how to get started.