Bp.Gubernur Jawa Tengah @ganjarpranowo dan Bp.Walikota Semarang @hendrarprihadi, Lakukanlah Revitalisasi Terhadap Cagar Budaya Kota Lama Semarang

Bp.Gubernur Jawa Tengah @ganjarpranowo dan Bp.Walikota Semarang @hendrarprihadi, Lakukanlah Revitalisasi Terhadap Cagar Budaya Kota Lama Semarang

    1. Nur Ba'atun Istikhomah
    2. Petition by

      Nur Ba'atun Istikhomah

      Semarang, Indonesia

Kota Lama, Dahulu dan Sekarang.

Kota Semarang yang merupakan ibukota Jawa Tengah memiliki banyak bangunan bersejarah dan merupakan cagar budaya yang masih berdiri megah di tengah kota maupun sudut kota Semarang. Berbicara tentang bangunan bersejarah di kota Semarang kita akan menjumpai kawasan Kota Lama yang berada di Semarang bagian utara, disana terdapat berbagai bangunan megah yang berdiri hampir ratusan tahun, sebagai contoh gereja Blenduk yang dibangun pada tahun 1753 oleh De Wilder dan W Westamas pada zaman Hindia Belanda.

Kota Lama adalah kota bersejarah di kota Semarang. Dulunya Kota Lama merupakan kota yang memiliki bangunan-bangunan tinggi dan mewah. Selain itu daerah kawasan Kota Lama juga digunakan sebagai tempat perdagangan atau pasar. Di pasar tersebut banyak sekali orang-orang yang datang untuk membeli, mulai dari orang pribumi sampai orang asing. Dulu daerah Kota Lama sangat luas, bahkan sungai yang terdapat di kawasan Kota Lama sangat luas dan lebarnya bisa menempati dua kapal layar. Disitulah para warga negara asing melewatinya dari negaranya menuju kota Semarang, Indonesia.

Kota Lama Semarang ada pertama kali pada abad ke 18 era pemerintahan Hindia Belanda, pada masa itu menjadi pusat perekonomian di kota Semarang, dan merupakan kawasan budaya masyarakat Jawa Tengah karena semua etnis berkumpul menjadi satu di area kota lama Semarang dengan pembagiannya di bagian utara yang di potong oleh kali mberok terdapat kawasan melayu, yang mayoritas penghuninya beragama islam dengan ditandai berdirinya bangunan masjid Layur ( menara), sementara itu sisi barat merupakan kawasan etnis jawa islam dengan ditandai berdirinya bangunan masjid kauman yang sampai sekarang masih berdiri megah, disisi selatan merupakan area etnis thiong hoa yang berkumpul menjadi satu menjadi kawasan pecinan.

Kawasan kota lama yang menjadi sentra perekonomian ini memiliki ketertarikan tersendiri disamping gereja mblenduk yang tersohor kemengahannya, ada beberapa titik-titik kota yang wajib dikunjungi selain gereja blenduk antara lain kawasan stasiun tawang, polder tawang yang dibangun oleh NIS (Nederlandsche Indische Spoorwegmaatschaij) diresmikan oleh Baron sloet van de bee pada tahun 1914, pabrik rokok perahu layar, dan tentunya gereja blenduk yang dibangun pada tahun 1753 oleh De wilder dan W. westamas.

Setelah jaman era modern masyarakat mulai tidak memperdulikan tentang Kota Lama, hanya ada beberapa orang yang masih ingin melindungi sejarah Kota Lama. Bangunan-bangunan Kota Lama sekarang sudah tidak terawat lagi, namun masih tetap berdiri kokoh. Bahkan belakangan ini terdengar kabar dari masyarakat bahwa bangunan-bangunan tersebut akan dihancurkan, entah rencana apa yang ingin dibuat oleh pemerintah.

Selain itu, sungai yang luas dan lebar yang berada di kawasan Kota Lama tersebut diperkecil, digunakan untuk pembuatan bangunan dan pelebaran jalan. Mungkin luas dan lebar sungainya sekarang hanya selebar satu kapal saja, itupun sudah tidak bisa dipergunakan untuk perjalanan kapal, karena sekarang sudah dibangun jembatan aspal untuk menyebrang transportasi darat.

Mengingat tahun dan sejarahnya kota lama yang merupakan aset budaya bagi kota Semarang yang saat ini kondisinya bisa dikatakan memilukan terlihat dari bangunannya yang sudah beralih fungsi dan terkesan kumuh karena sering tergenang air rob, oleh karena itu diperlukan adanya revitalisasi untuk kawasan bersejarah ini. Memang, upaya revitalisasi kota lama Semarang tidaklah semudah apa yang dipikirkan, perlu adanya penataan dan program yang tertata rapi untuk membangun kembali kejayaan kota lama seperti dahulu kala. Karena sejatinya kawasan ini merupakan kawasan alternatif dalam berekreasi dimana kegiatan interaksi sosial, ekonomi, seni budaya dari berbagai etnis bisa kita lihat dari kawasan ini. 

Penataan ulang bangunan bersejarah ini bisa dimulai dari penertiban para pedagang di kawasan pasar johar dengan penyosialisasian dan tindakan yang nyata untuk kepentingan bersama antara pemerintah, swasta dan penduduk sekitar kawasan kota lama yang menghuni, pembangunan dermaga untuk kawasan tengah pantai untuk mengurangi penurunan permukaan tanah agar air rob tidak tergenang di kawasan ini.

Recent signatures

    News

    1. Reached 100 signatures

    Supporters

    Reasons for signing

    • Ratri Buda Badjie SEMARANG, INDONESIA
      • 11 months ago

      Salah satu kekayaan bersejarah yg patut dilindungi & dilestarikan...

      REPORT THIS COMMENT:
    • Sunaryo None SEMARANG, INDONESIA
      • 11 months ago

      Harusnya pemerintah peduli dengan penerapan kebijakannya dan masyarakat mendukung dengan menjalankannya. Contoh konkritnya, tidak membuang sampah sembarangan. Tak hanya di kota lam tapi di seluruh kota Semarang.

      REPORT THIS COMMENT:
    • Dedi Sutomo KALIANDA, LAMPUNG SELATAN, INDONESIA
      • 11 months ago

      sejarah dan peninggalannya menjadi sebuah pembelajaran berharga bagi kita. Menghilangkannya sama artinya menghilangkan sebuah pembelajaran bagi kita. Dan kita akan pernah maju tanpa pernah belajar dari sejarah kita terdahulu.

      REPORT THIS COMMENT:
    • heksa caesar INDONESIA
      • 11 months ago

      sangat penting

      REPORT THIS COMMENT:
    • hadi wotto INDONESIA
      • 11 months ago

      penting tuk pemandangan masa depan yg lebih cerah

      REPORT THIS COMMENT:

    Develop your own tools to win.

    Use the Change.org API to develop your own organizing tools. Find out how to get started.